Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung (Zea Mays L.) yang Difermentasi Menggunakan Ma-11 untuk Menurunkan Serat Kasar dengan Dosis yang Berbeda

Authors

  • Aditya Ilham Ramadhan Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Purwo Siswoyo Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Warisman Warisman Universitas Pembangunan Panca Budi

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrih.v5i1.10239

Keywords:

Corn Cobs, Crude Fiber, Fermentation, Livestock Feed, MA-11

Abstract

This study was motivated by the large amount of agricultural waste, particularly corn waste in the form of corn cobs (Zea mays L.), which has not been optimally utilized and is generally considered to have little economic value. One effort to utilize this waste is to process corn cobs into an alternative feed for ruminants through fermentation using MA-11 as a bioactivator or decomposer starter inoculum. This study aimed to determine the nutritional content of corn cobs after fermentation with MA-11 and to evaluate the effectiveness and potential of MA-11 in reducing crude fiber content. The study employed an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD), consisting of three MA-11 concentrations, namely 1%, 3%, and 7%, along with a negative control of 0%. The observed parameters included crude fiber reduction, color, and aroma of the fermented material or silage. The results showed that MA-11 contains beneficial microorganisms capable of decomposing organic matter and contributing to the fermentation process. The concentration of MA-11 and fermentation duration had a significant effect (p < 0.05) on crude fiber content. Higher concentrations of MA-11 and longer fermentation periods resulted in a greater reduction in crude fiber content. Fermentation for 3 days produced the best results in reducing crude fiber, thereby improving the quality and digestibility of corn cobs as a livestock feed ingredient.

Downloads

Download data is not yet available.

References

AOAC International. (2019). Official methods of analysis of AOAC International. AOAC International.

Banu, S. C., Ginting, S. P., & Mirwandhono, E. (2020). Kualitas fisik dan kimia silase tongkol jagung dengan penambahan berbagai level molases. Jurnal Peternakan Integratif.

Barnett, A. J. G. (1954). Silage fermentation. Academic Press. https://doi.org/10.1097/00010694-195407000-00022

Hasrizart, I., Nasution, A. S., Ginting, N., Kartika, K., & Juliana, J. (2023). Pemanfaatan tongkol jagung sebagai pakan ternak Koptan Rudang Mayang Desa Balai Kasih. Jurnal Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi (Jurnal DEPUTI), 3(1), 140–147. https://doi.org/10.54123/deputi.v3i1.237

Hastuti, D., & Awami, S. N. (2011). Pengaruh perlakuan teknologi amofer (amoniasi fermentasi) pada limbah tongkol jagung sebagai alternatif pakan berkualitas ternak ruminansia. Mediagro, 7(1).

Henneberg, W., & Stohmann, F. (1860). Begründung einer rationellen Fütterung der Wiederkäuer. Schwetschke u. Sohn.

Klau, R., Enawati, L. S., & Amalo, D. (2020). Efek substitusi jagung giling dengan tepung tongkol jagung hasil fermentasi khamir Saccharomyces cerevisiae dalam pakan konsentrat terhadap kandungan protein kasar, serat kasar dan lemak. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2(1), 708–716.

Rochiman, K. (2010). Perancangan percobaan.

Rostini, T. (2022). Pengaruh lama fermentasi terhadap karakteristik, kandungan protein dan serat kasar tongkol jagung. Ziraa'ah: Majalah Ilmiah Pertanian. https://doi.org/10.31602/zmip.v47i2.7302

Semaun, R., Novieta, I. D., & Abdullah, M. T. (2016). Analisis kandungan protein kasar dan serat kasar tongkol jagung sebagai pakan ternak alternatif dengan lama fermentasi yang berbeda. Jurnal Galung Tropika, 5(2), 71–79. https://doi.org/10.31850/jgt.v5i2.164

Sjofjan, O. (2014). Ilmu bahan pakan ternak.

Steel, R. G. D., & Torrie, J. H. (1993). Prinsip dan prosedur statistika: Suatu pendekatan biometrik (B. Sumantri, Trans.). Gramedia Pustaka Utama.

Subekti, N. A., Syafruddin, R. E., & Sunarti, S. (2007). Morfologi tanaman dan fase pertumbuhan jagung. Dalam Jagung: Teknik produksi dan pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Sukaryani, S., Windyasmara, L., Sariri, A. K., & Purwati, C. S. (2025). Kualitas fisikokimia tumpi jagung terfermentasi MA-11 dan EM-4. Ziraa'ah: Majalah Ilmiah Pertanian, 50(3), 759–764. https://doi.org/10.31602/zmip.v50i3.19924

Van Soest, P. J. (1994). Nutritional ecology of the ruminant. Cornell University Press. https://doi.org/10.7591/9781501732355

Widiasmadi, N. (2012). Microbacter Alfaafa-11 (MA-11): Super dekomposer dari rumen sapi. CV Plantamor.

Thalib, A. (2004). Uji Efektivitas Mikroba Rumen Sapi sebagai Bioaktivator Pengomposan Limbah Pertanian. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Aditya Ilham Ramadhan, Purwo Siswoyo, & Warisman Warisman. (2026). Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung (Zea Mays L.) yang Difermentasi Menggunakan Ma-11 untuk Menurunkan Serat Kasar dengan Dosis yang Berbeda. JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI, 5(1), 172–180. https://doi.org/10.55606/jurrih.v5i1.10239

Similar Articles

<< < 1 2 3 

You may also start an advanced similarity search for this article.