Analisis Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Komoditas Peternakan di Kabupaten Lampung Selatan

Authors

  • Rizky Augia Universitas Lampung
  • Teguh Endaryanto Universitas Lampung
  • Novi Rosanti Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrih.v4i1.4605

Keywords:

Economic Structure, Economic Shifts, Leading Commodities, Livestock

Abstract

This study aims to analyze the structure and shifts in the economy of the livestock subsector in South Lampung Regency to identify base and prospective commodities, concentrated and distinctive commodities, fast-growing and highly competitive commodities, and those with the highest economic shifts, collectively referred to as leading commodities. The data used are secondary data from the Central Bureau of Statistics and the Department of Livestock and Animal Health of South Lampung Regency. The commodities analyzed include 12 types of livestock distributed across 17 sub-districts, with a total of 204 observation units. The analytical methods used include Location Quotient (LQ) and Dynamic Location Quotient (DLQ) to identify base and prospective commodities; Localization Index (LI) and Specialization Index (SI) to assess commodity concentration and distinctiveness; and Shift Share Analysis (SSA) to measure growth, competitiveness, and net shifts. Quadrant classification at each stage was performed using the Klassen Typology. The results indicate that 61 observation units of commodity-subdistricts are classified as base and prospective commodities, and 10 of these also meet the criteria for concentration, distinctiveness, rapid growth, and high competitiveness. The commodity with the highest net shift value is broiler chickens in Tanjung Sari Sub-district, making it a leading commodity in South Lampung’s livestock subsector.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdirahman, F., Tide, V. V., Amalina, K. N., Nadvira, T., & Firman, A. (2025). Peran subsektor peternakan dalam perekonomian Jawa Timur. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 11(1), 799–804.

Aisyah, R. S., Syarif, A., & Hiola, S. K. Y. (2021). Analisis potensi wilayah pengembangan peternakan sapi perah di Kabupaten Enrekang. Journal Galung Tropika, 10(3), 348–355.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Selatan. (2024, Agustus 9). Hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2023 – Tahap II: Usaha pertanian perorangan (UTP) – Peternakan Kabupaten Lampung Selatan. https://lampungselatankab.bps.go.id/id/publication/2024/08/09/dfd79defe209f3f33327f1cd/hasil-pencacahan-lengkap-sensus-pertanian-2023---tahap-ii--usaha-pertanian-perorangan--utp--peternakan-kabupaten-lampung-selatan.html

Badan Pusat Statistik. (2020). Klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) 2020. Badan Pusat Statistik.

Bahri, S., & Tiesnamurti, B. (2013). Strategi pembangunan peternakan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 31(4), 145–153.

Bungkuran, J., Masinambow, V. A., & Maramis, M. T. B. (2021). Analisis peran sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Talaud. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 21(2), 85–93.

Bunok, D. K. I., Tulung, Y. L., & Santa, N. M. (2022). Analisis potensi pengembangan ternak babi di Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan. Agri-Sosioekonomi, 18(3), 795–802.

Daryanto, A., & Hafizrian, Y. (2010). Model-model kuantitatif untuk perencanaan pembangunan ekonomi. IPB Press.

Kurniawan, Y. (2020). Adaptation of the era of disruption in the agricultural sector to realize the welfare of farmer families. Journal of Creativity Student, 5(2), 187–208.

Mulyati, S., Sumarsih, E., & Nuryati, R. (2021). Komoditas peternakan unggulan di Kabupaten Ciamis. Mimbar Agribisnis, 7(1), 106–131.

Oktavia, H. F., Hanani, N., & Suhartini, S. (2016). Peran sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi di Provinsi Jawa Timur (Pendekatan input-output). Habitat, 27(2), 72–84.

Prawira, H. Y., & Sutrisna, R. (2015). Potensi pengembangan peternakan sapi potong di Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 3(4), 234–242.

Pribadi, Y., & Nurbiyanto, N. (2021). Pengukuran daya saing Kabupaten Lampung Tengah: Metode location quotient dan shift-share analysis. Inovasi Pembangunan: Jurnal Kelitbangan, 9(3), 299–310.

Putra, B. A., Yulia, Y., Santi, M. A., & Arfa’i, A. I. (2024). Area-based beef cattle farming spatial planning in Lampung Province. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 12(3), 184–195.

Rafsanjani, R., Suhendarsyah, S., Kristin, S. M., & Firman, A. (2025). Peran subsektor peternakan dalam perekonomian Jawa Tengah. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 11(1), 789–798.

Richardson, H. W. (1991). Dasar-dasar ilmu ekonomi regional. Lembaga Penerbit FEUI.

Sirojuzilam. (2008). Disparitas ekonomi dan perencanaan regional: Ketimpangan ekonomi wilayah Barat dan wilayah Timur Provinsi Sumatera Utara. Pustaka Bangsa Press.

Tarigan, R. (2024). Ekonomi regional: Teori dan aplikasi. Bumi Aksara.

Utami, T. N., & Indrayani, E. (2023). Komoditas perikanan. UB Press.

Widodo, T. (2006). Perencanaan pembangunan: Aplikasi komputer (Era otonomi daerah). UPP STIM YKPN.

Yuwono, P. (2024). Pengembangan subsektor peternakan berbasis komoditas unggulan di Provinsi Kalimantan Barat. Khatulistiwa Profesional: Jurnal Pengembangan SDM dan Kebijakan Publik, 5(2), 81–91.

Zahid, A., Susetyo, B., & Hermawan, E. (2019). Analisis komparatif wilayah basis pertanian di Kabupaten Bogor berbasis WEBGIS. Dalam Seminar Nasional Teknologi Informasi (Vol. 2, hlm. 154–162).

Downloads

Published

2025-04-30

How to Cite

Rizky Augia, Teguh Endaryanto, & Novi Rosanti. (2025). Analisis Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Komoditas Peternakan di Kabupaten Lampung Selatan. JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI, 4(1), 35–51. https://doi.org/10.55606/jurrih.v4i1.4605