Optimalisasi Peran Pecalang Segara dalam Melakukan Pengawasan Aktivitas Melaut yang Berdampak pada Rusaknya Ekosistem Terumbu Karang di Desa Adat Pemuteran Bali Utara
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i1.7950Keywords:
Coral Reef Ecosystem, Customary Law, Environmental Law, Marine Monitoring, Pecalang SegaraAbstract
This study aims to analyze the role and optimization strategies of Pecalang Segara in monitoring fishing activities that contribute to coral reef ecosystem degradation in the Traditional Village of Pemuteran, North Bali. Pecalang Segara is a customary security institution that holds social legitimacy and customary authority in maintaining order within coastal areas. This research applies an empirical legal approach using a qualitative descriptive method. Data were collected through field observations, interviews with customary leaders and coastal communities, and a literature review of environmental laws and related regulations. The findings indicate that Pecalang Segara plays a strategic role in supervising fishing activities based on local wisdom, particularly in preventing destructive fishing practices that damage coral reefs. However, the effectiveness of this role remains limited due to insufficient technical capacity, low environmental legal awareness, and weak integration between customary law and formal legal systems. The study highlights the importance of strengthening Pecalang Segara through environmental education, regulatory-based monitoring training, and institutional coordination with local government authorities. The integration of customary law and national environmental law is expected to establish a sustainable community-based marine monitoring model capable of effectively protecting coral reef ecosystems and supporting environmental governance in coastal areas.
Downloads
References
Adnyani, N. K. S. (2021). Kedudukan desa adat dalam sistem pemerintahan daerah di Bali. Udayana University Press.
Adnyani, N. K. S., & Landrawan, I. G. (2023). Peran kelembagaan adat dalam pengelolaan lingkungan pesisir berbasis kearifan lokal. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 9(2), 145–162. https://doi.org/10.38011/jhli.v9i2.XXX
Agusmidah. (2015). Hukum adat dan pembangunan hukum nasional. Rajawali Pers.
Atmadja, N. B. (2013). Kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan pesisir Bali. Pustaka Larasan.
Junaidi. (2020). Partisipasi masyarakat adat dalam pengawasan lingkungan pesisir. Jurnal Ilmu Hukum, 15(1), 67–82.
Marzuki, P. M. (2020). Penelitian hukum (Edisi revisi). Kencana.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. (2019). Lembaran Daerah Provinsi Bali Tahun 2019 Nomor 4.
Soekanto, S. (2017). Pengantar penelitian hukum. UI Press.
Subekti. (2021). Pengawasan lingkungan hidup berbasis masyarakat dalam perspektif hukum lingkungan. Jurnal Rechtsvinding, 10(3), 401–418.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. (2014). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2.
Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. (2007). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 84.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (2009). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140.
Yang, X., & Maer, A. (2021). Climate change impacts on coral reef ecosystems: Legal and environmental perspectives. Marine Policy, 132, 104671. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2021.104671
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





