Tradisi Upacara Adat Tiwah bagi Masyarakat Adat Dayak Ngaju

Studi Kasus di Desa Pujon Provinsi Kalimantan Tengah

Authors

  • Yuni Mariati Universitas Sari Mulia Banjarmasin
  • Yandi Saputera Universitas Sari Mulia Banjarmasin
  • Muhammad Mahendra Universitas Sari Mulia Banjarmasin
  • Fakhruddin Razy Universitas Sari Mulia Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i2.7039

Keywords:

Customary Law, Dayak Ngaju, Gambling, Hinting Pali, Tiwah

Abstract

This study aims to identify and analyze customary and criminal sanctions imposed on individuals who violate Hinting Pali during the Tiwah ceremony, as well as the legal and customary consequences for those engaged in gambling within the ritual process. The research employs an empirical approach with a qualitative descriptive method through interviews, observations, and document analysis. The focus of this study is the implementation of Dayak Ngaju customary law in addressing violations that occur during the Tiwah ceremony. The findings reveal that Dayak Ngaju customary law plays a crucial role in maintaining social and spiritual harmony by enforcing moral, social, and symbolic sanctions. Furthermore, there is a point of convergence between customary law and national criminal law in promoting justice and social order. This study is expected to contribute academically to the development of customary law in Indonesia and serve as a valuable reference for communities, scholars, and policymakers in preserving cultural values and ensuring fair law enforcement within the framework of local wisdom.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Indonesia 2023. Jakarta: BPS.

Fariana, A., & Safii, A. (2019). Sinergi fintech dengan perbankan. Malang: Jurusan Sastra, Universitas Negeri Malang.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Mujiono. (2006). Upacara Tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di Palangka Raya. Denpasar: Institut Hindu Dharma Negeri.

Murhaini, L. (2017). Hukum adat Dayak Ngaju: Studi kearifan lokal masyarakat adat Kalimantan Tengah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Murhaini. (2017). Singer sebagai ujud tertib hidup, damai, dan keseimbangan di kalangan etnis Dayak Ngaju. Jurnal Studi Kultural, 2(1), 45–56.

Nugroho, R. P. (2016). Hukum adat di Indonesia. Jakarta: Prenadamedia Group.

Nugroho, R. P. (2016). Pengantar hukum adat Indonesia. Solo: Pustaka Itizam.

Santoso, B. (2016). Kebudayaan Indonesia: Keanekaragaman dan kearifan lokal. Jakarta: Pustaka Budaya.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Republik Indonesia. (1946). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Republik Indonesia. (2021). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.

Republik Indonesia. (2021). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2021 tentang Desa Adat.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Atmadja, I. D. G. (2010). Hukum dan masyarakat: Perspektif antropologi hukum. Yogyakarta: Setara Press.

Hadikusuma, H. (2003). Pengantar ilmu hukum adat Indonesia. Bandung: Mandar Maju.

Soekanto, S. (2001). Pokok-pokok sosiologi hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Ter Haar, B. (1981). Asas-asas dan susunan hukum adat. Jakarta: Pradnya Paramita.

Downloads

Published

2026-02-21

How to Cite

Yuni Mariati, Yandi Saputera, Muhammad Mahendra, & Fakhruddin Razy. (2026). Tradisi Upacara Adat Tiwah bagi Masyarakat Adat Dayak Ngaju: Studi Kasus di Desa Pujon Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(2), 20–41. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i2.7039

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.