Analisis Penyelesaian Sengketa terhadap Upaya Pengambilalihan Hak atas Tanah Adat di Wilayah Kampar, Provinsi Riau
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i1.5012Keywords:
Dispute Resolution, Acquisition of Rights, Customary Land, Kampar, RiauAbstract
Customary land is an integral part of the identity and survival of customary law communities, including in the Kampar region, Riau Province. However, along with increasing investment and development, there have been various forms of takeover of customary land rights that have triggered disputes between customary communities and third parties, such as private companies and the government. This study aims to analyze the mechanism for resolving disputes over the takeover of customary land rights in the Kampar region using customary law and national law approaches. The method used is a combination of normative and empirical juridical, data obtained through legal document studies, interviews with authorized local customary leaders. The results of the study show that customary communities in Kampar still rely on customary resolution mechanisms. Meanwhile, in resolving litigation, they often experience administrative and economic obstacles, while non-litigation channels such as multistakeholder mediation and administrative recognition by the local government are more effective if supported by policies that support them. In conclusion, synergy between customary law and national law is absolutely necessary to create fair protection for the rights of indigenous peoples, and it is hoped that there will be strengthening of customary institutions, acceleration of recognition of customary areas through regional regulations, and preparation of integrated mechanisms for resolving disputes based on local culture and national legal certainty.
Downloads
References
Anwar, K. (2023). Penyelesaian sengketa atas kepemilikan tanah adat berdasarkan hukum adat. Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen dan Mahasiswa, 6(1), 11–20.
Athallah, F. A. (2024). Urgensi badan hukum bagi masyarakat hukum adat dalam hak pengelolaan tanah ulayat (Skripsi Sarjana, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
Azman, A., Suryadi, S., & Lia, N. (2025). Implementasi penyelesaian sengketa tanah secara mediasi di Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang (Disertasi Doktor, Universitas Maritim Raja Ali Haji).
Bramantyo, R. Y., & Setiono, G. C. (2022). Implementasi Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18B Ayat 2 tentang pengakuan negara terhadap norma adat dalam perspektif religius dan ritualis masyarakat Dusun Temboro Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Transparansi Hukum.
Burhanudin, A. A. (2021). Eksistensi hukum adat di era modernisasi. Salimiya: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, 2(4), 96–113.
Dewi, N. M. T. (2022). Penyelesaian sengketa non litigasi dalam penyelesaian sengketa perdata. Jurnal Analisis Hukum, 5(1), 81–89.
Hadi, S., Solossa, M., Rongalaha, J., & Palenewen, J. Y. (2024). Penyelesaian sengketa tanah ulayat masyarakat hukum adat Suku Ngalum dengan pemerintah daerah Kabupaten Pegunungan Bintang. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(11).
Haris, H., Ginting, S., & Fitrian, A. (2024). Perlindungan hukum terhadap masyarakat adat Baduy atas kepemilikan hak atas tanah adat dalam kerangka negara hukum. Journal of Innovation Research and Knowledge, 3(9), 1993–2008.
Hutabarat, S. A., Judijanto, L., Rahim, E. I., Nuraeni, Y., Takdir, T., Zamrud, W. O., ... & Yase, I. K. K. (2024). Hukum adat Indonesia: Sejarah dan perkembangannya. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Jabarudin, J., & Karmila, K. (2022). Kewenangan pemerintah daerah untuk penetapan tanah ulayat dalam peraturan daerah. Sibatik Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 1(3), 185–202.
Juliardi, B., Runtunuwu, Y. B., Musthofa, M. H., TL, A. D., Asriyani, A., Hazmi, R. M., ... & Samara, M. R. (2023). Metode penelitian hukum. CV. Gita Lentera.
Lilik Mulyadi, S. H. (2022). Eksistensi, dinamika, dan pelindungan hukum terhadap hak atas tanah ulayat masyarakat adat di Indonesia. Penerbit Alumni.
Maulana, A., & Fitriasih, S. (2022). Analisis yuridis sengketa tanah ulayat di Lubuk Basung. Jurnal Jurisprudence, STIH Awang Long.
Rafiqi, R., Kartika, A., & Marsella, M. (2021). Teori hak milik ditinjau dari hak atas tanah adat Melayu. Jurnal Mercatoria, 14(2), 71–76.
Rifa’i, I. J. (2023). Ruang lingkup metode penelitian hukum. Metodologi Penelitian Hukum, 6.
Safatullah, A. A. (2025). Analisis pemberian hak pengelolaan lahan (HPL) di atas tanah ulayat masyarakat adat Nagari Sitapa. Student Law Journal, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
Salinding, M. B. (2021, Agustus). Kerangka hukum nasional pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat hukum adat terhadap sumber daya alam. Dalam Prosiding Seminar Nasional Hukum dan Pembangunan yang Berkelanjutan (hlm. 136–148).
Sempo, V. (2024). Hak masyarakat hukum adat di tengah modernisasi ditinjau dari Pasal 18B Ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945. Lex Privatum, 13(5).
Shebubakar, A. N., & Raniah, M. R. (2023). Hukum tanah adat/ulayat. Jurnal Magister Ilmu Hukum: Hukum dan Kesejahteraan, 4(1), 14–22.
Simamora, A. A., Purba, H., & Sembiring, R. (2025). Perlindungan hukum terhadap hak ulayat atas tanah masyarakat hukum adat Batak Toba di Desa Simardangiang, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP), 5(3).
Situngkir, D. A. (2022). Perlindungan hak ulayat masyarakat adat dalam hukum positif di Indonesia. Ensiklopedia Education Review, 4(3), 255–263.
Veronika, T., & Winanti, A. (2021). Keberadaan hak atas tanah ulayat masyarakat hukum adat ditinjau dari konsep hak menguasai oleh negara. Humani (Hukum dan Masyarakat Madani), 11(2), 305–317.
Wajdi, F., Lubis, U. S., & Susanti, D. (2023). Hukum arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa bisnis: Dilengkapi arbitrase online dan arbitrase syariah. Sinar Grafika.
Winarta, F. H. (2022). Hukum penyelesaian sengketa arbitrase nasional Indonesia dan internasional: Edisi kedua. Sinar Grafika.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





