Pembelajaran Sains Pelangi Nusantara untuk Anak Usia Dini Menggunakan Pewarna dari Bahan Alam Lokal

Authors

  • Ima Ismail Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Islam Qaimuddin Baubau
  • Wa Ode Rizka Fauziah Ali Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Islam Qaimuddin Baubau

DOI:

https://doi.org/10.55606/nusantara.v1i4.9255

Keywords:

Deep Breathing Technique, Natural Dyes, Nausea and Vomiting, Science Learning, Spinal Anesthesia

Abstract

Science learning in early childhood education plays an important role in developing children's critical thinking, creativity, and exploration skills through direct experiences. This study aims to describe the implementation of the theme “Rainbow Science Learning of the Indonesian Archipelago for Early Childhood Using Natural Dyes from Local Materials” to enhance children's science process skills, creativity, and appreciation of the environment and local culture. A qualitative descriptive approach was employed involving 20 children aged 5–6 years in an Early Childhood Education (ECE) institution. Learning activities were carried out through color-mixing experiments using local natural materials such as turmeric, butterfly pea flowers, pandan leaves, and dragon fruit. Data were collected through observation, interviews, documentation, and child development assessments, then analyzed descriptively. The findings indicate that natural dyes from local materials effectively increased children's active participation in science learning. Children enthusiastically explored colors, observed changes, tested color combinations, and communicated their findings. Experiment-based activities improved science process skills, including observing, classifying, predicting, and drawing conclusions. Furthermore, the use of local natural resources provided contextual, safe, economical, and environmentally friendly learning experiences while introducing children to Indonesia’s cultural heritage and fostering environmental awareness and appreciation of local culture

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisyah, S. (2020). Perkembangan dan konsep dasar pengembangan anak usia dini. Universitas Terbuka.

Amantika, D., Aziz, A., & Travelancya, T. (2022). Bermain sains pada anak usia dini untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna melalui penerapan metode eksperimen. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(3), 4526–4532. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2742

Anastasyia, R., & Suryana, D. (2022). Pembelajaran inquiry melalui bahan alam untuk mengembangkan sains anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Islam Raudhatul Jannah Payakumbuh. Jurnal Family Education, 2(3), 280–286. https://doi.org/10.24036/jfe.v2i3.67

Anggraini, W., Nasirun, M., & Yulidesni, Y. (2020). Penerapan strategi pemecahan masalah dalam meningkatkan kemampuan kognitif pada anak kelompok B. Jurnal Ilmiah Potensia, 5(1), 31–39.

Aqib, Z. (2020). Penelitian tindakan kelas untuk guru PAUD. Yrama Widya.

Arikunto, S. (2021). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Cinantya, C., & Maimunah. (2023). Pembelajaran sains berbasis kegiatan bermain kreatif di lingkungan lahan basah untuk mengembangkan kecerdasan naturalistik anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 10(3), 455–463. https://doi.org/10.23887/paud.v10i3.52560

Damayanti, A., & Mawaddah. (2020). Meningkatkan keterampilan proses sains anak usia 5–6 tahun melalui metode eksperimen mencampur warna di PAUD Permata Hati Desa Jampang. Indonesian Journal of Early Childhood, 2(2), 88–94. https://doi.org/10.35473/ijec.v2i2.556

Diana, D., & Setiadi, A. E. (2018). Bahan ajar sains anak usia dini berbasis kearifan lokal dan nilai keislaman. JPUD: Jurnal Pendidikan Usia Dini, 12(2), 211–220. https://doi.org/10.21009/JPUD.122.02

Handayani, S., Hidayati, N., & Khotimah, N. (2023). Peningkatan kreativitas seni melalui pembelajaran sains pencampuran warna dengan teknik finger painting pada anak usia dini. Journal of Education Research, 4(2), 801–813. https://doi.org/10.37985/jer.v4i2.271

Morrison, G. S. (2021). Early childhood education today (14th ed.). Pearson Education.

Nurida, S., & Westhisi, S. M. (2024). Kemampuan literasi sains melalui penerapan permainan pencampuran warna untuk anak usia dini. CERIA: Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif, 7(1), 44–52.

Putri, C. E., & Sugito. (2022). Pola pembelajaran science di prasekolah. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 1132–1140. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i2.1571

Roostin, E., & Swandhina, M. (2019). Pembelajaran sains untuk anak usia dini dengan model pembelajaran sentra bahan alam. Teknodika, 17(2), 120–128. https://doi.org/10.20961/teknodika.v17i2.34996

Saepudin, A. (2013). Pembelajaran sains pada program pendidikan anak usia dini. Jurnal Teknodik, 15(2), 213–226. https://doi.org/10.32550/teknodik.v0i0.103

Sugiarti, R. D. G. (2018). Peningkatan pembelajaran sains anak usia dini melalui pengenalan bagian tanaman berbasis alam di TK Ar-Rahim Jember. SELING: Jurnal Program Studi PGRA, 4(1), 45–53. https://doi.org/10.29062/seling.v4i1.139

Suryana, D. (2021). Pendidikan anak usia dini: Teori dan praktik pembelajaran. Kencana.

Yaswinda, Y., Putri, D. M. E., & Irsakinah. (2023). Pembelajaran sains berbasis pemanfaatan lingkungan untuk peningkatan kognitif anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 112–121. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.2842

Yuliani, N. S. (2022). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Indeks.

Zubaedi. (2020). Strategi pendidikan karakter untuk PAUD. Prenadamedia Group.

Downloads

Published

2021-11-30

How to Cite

Ima Ismail, & Wa Ode Rizka Fauziah Ali. (2021). Pembelajaran Sains Pelangi Nusantara untuk Anak Usia Dini Menggunakan Pewarna dari Bahan Alam Lokal. Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(4), 134–140. https://doi.org/10.55606/nusantara.v1i4.9255

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.