Analisis Perbedaan Hukuman terhadap Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencurian Ditinjau dari Perspektif Kriminologi di Pengadilan Negeri Kota Kupang
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i4.8683Keywords:
Corruption, Criminal Law Enforcement, Criminology, Sentencing Disparity, TheftAbstract
This study aims to analyze the differences in the application of criminal law to corruption and theft cases at the Kupang District Court from a criminological perspective, and to identify factors influencing sentencing disparities. The research employs a combination of normative and empirical legal methods with a qualitative approach. Data were collected through literature review, analysis of court decisions, and interviews with judges as key informants. The findings reveal significant differences in the application of criminal law between corruption and theft cases, particularly in terms of legal basis, prosecution process, and judicial considerations in sentencing. Corruption is categorized as an extraordinary crime due to its broad impact on state finances and public trust, resulting in more complex handling and additional sanctions. In contrast, theft is generally influenced by socio-economic factors and is handled through conventional legal approaches. Sentencing disparities are influenced by juridical, sociological, and criminological factors, including offender characteristics, the impact of the crime, and judicial considerations of justice. The study concludes that although the principle of equality before the law is upheld, sentencing practices still demonstrate disparities that require evaluation to achieve substantive justice.
Downloads
References
Arief, B. N. (2008). Bunga rampai kebijakan hukum pidana. Kencana.
Atmasasmita, R. (2021). Kriminologi: Teori dan praktik kontemporer. Refika Aditama.
Cahyani, M. M. (2024). Upaya meminimalkan adanya disparitas dalam penjatuhan putusan pemidanaan dalam perkara tindak pidana korupsi di Indonesia. Delicti: Jurnal Hukum Pidana dan Kriminologi, 2(1), 67–74. https://doi.org/10.25077/delicti.v.2.i.1.p.67-74.2024
Damanik, M. H. A. A., Purba, I. G., & S. (2025). Pertanggungjawaban pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Jurnal Hukum dan Kemasyarakatan Al-Hikmah, 6(2), 459–488. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/47504
Hamzah, A. (1993). Sistem pidana dan pemidanaan di Indonesia. Pradnya Paramita.
Hamzah, A. (2008). Hukum acara pidana Indonesia. Sinar Grafika.
Moeljatno. (2015). Asas-asas hukum pidana. Rineka Cipta.
Muladi, & Arief, B. N. (2010). Teori-teori dan kebijakan pidana. Alumni.
Rahardjo, S. (2006). Ilmu hukum. Citra Aditya Bakti.
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman.
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Santoso, T., & Zulfa, E. A. (2017). Kriminologi. RajaGrafindo Persada.
Soekanto, S. (2008). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. RajaGrafindo Persada.
Sudarto. (1986). Hukum dan hukum pidana. Alumni.
Sutherland, E. H. (1983). White collar crime. Holt, Rinehart and Winston.
Young, J. (1999). The exclusive society. SAGE Publications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






