Analisis Hukum Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik van Omstandigheden) sebagai Suatu Bentuk Cacat Kehendak Ditinjau dari Hukum Perjanjian Indonesia

Authors

  • Raysah Afdila Fachriah Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
  • Nuzul Rahmayani Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i2.8521

Keywords:

Abuse of Circumstances, Agreement, Defect of Will, Indonesian Contract Law, Jurisprudence

Abstract

An agreement is a fundamental basis in civil law relations because it gives rise to rights and obligations for the parties who bind themselves. For an agreement to be valid, consent must arise from the free will of the parties without any defect of will as regulated in Articles 1320 and 1321 of the Indonesian Civil Code (KUHPerdata). In Indonesian legal practice, apart from classic defects of will such as coercion (dwang), mistake (dwaling), and fraud (bedrog), a modern form of defect of will has also developed, namely abuse of circumstances (misbruik van omstandigheden). Abuse of circumstances occurs when one party exploits the weak condition, dependency, or ignorance of the other party to obtain unfair advantage in an agreement. This research formulates the problems of how the concept of defect of will in abuse of circumstances is applied in the jurisprudence of Indonesian contract law and what are the legal consequences of abuse of circumstances in an agreement. The method used is normative legal research with a statutory approach and conceptual approach, as well as related legal literature. The conclusion of this research shows that abuse of circumstances is a modern form of defect of will recognized through doctrine and jurisprudence. The legal consequence is that the agreement can be annulled because the element of free consent is not fulfilled. This legal consequence provides protection for the aggrieved party and confirms that the principle of freedom of contract is not absolute, but is limited by good faith, propriety, and balance.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anshori, A. G. (2018). Hukum perjanjian Islam di Indonesia. Yogyakarta: UGM Press.

Armia, M. S. (2022). Penetuan metode dan pendekatan penelitian hukum. Banda Aceh: Lembaga Kajian Konstitusi Indonesia (LKKI).

Arrodli, A. J., Ramadhan, A., Anggita, M. D. Z., Pamungkas, D. D., & Anugrah, D. (2024). Konsekuensi hukum cacat kehendak dalam pembentukan perjanjian sesuai pasal 1320 KUHPerdata. Letterlijk: Jurnal Hukum Perdata, 1(2).

Az, L. S. (2019). Aspek hukum perjanjian kajian komprehensif teori dan perkembangnnya. Yogyakarta: Penebar Media Pustaka.

Azzahra, S. M., & Gozali, D. S. (2025). Penerapan doktrin penyalahgunaan keadaan (Misbruik van Omstandigheden) dalam sengketa perjanjian. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(6). https://doi.org/10.56338/jks.v8i6.7917

Febrianto, B., & Cahyono, A. B. (2023). Implementasi doktrin penyalahgunaan keadaan (Misbruik van Omstandigheden) dalam perkara jual beli dengan surat di bawah tangan. Lex Patrimonium, 2(2). https://scholarhub.ui.ac.id/lexpatri

Lubis, T. H. (2022). Hukum perjanjian di Indonesia. Sostek: Jurnal Sosial Dan Ekonomi, 2(3).

Medahalyusa, J. A., & Busro, A. (2023). Akibat hukum pembatalan perjanjian yang dibuat atas dasar penyalahgunaan keadaan. Notarius, 16(2). https://doi.org/10.14710/nts.v16i2.38358

Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram: Mataram University Press. https://doi.org/10.30641/dejure.2020.V20.275-288

Nata, O. (2024). Penyalahgunaan keadaan (Misbruik van Omstandigheden) psikologis sebagai salah satu faktor cacat kehendak dalam perjanjian. Lex Positvis, 2(5).

Nugraha, X., Putra, J. E. P., & Putra, K. D. H. (2020). Analisa daluarsa gugatan pembatalan perjanjian akibat adanya penyalahgunaan keadaan (Misbruik van Omstandigheiden). Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, 8(1). https://doi.org/10.25157/justisi.v8i1.3242

Oktafiana, D. A., Arijasakinah, N., & Nugroho, L. D. (2025). Penyalahgunaan keadaan terhadap pembatalan kontrak secara sepihak. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2). https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.1197

Putra, F. M. K. (2015). Paksaan ekonomi dan penyalahgunaan keadaan sebagai bentuk cacat kehendak dalam perkembangan hukum kontrak. Yuridika: Fakultas Hukum Universitas Airlangga, 30(2). https://doi.org/10.20473/ydk.v30i2.4658

Safira, M. E. (2017). Hukum perdata. Ponorogo: CV. Nata Karya.

Salam, M. N., HS, S. S., & Munandar, A. (2023). Penyalahgunaan keadaan (Misbruik van Omstandigheden) yang mengakibatkan batalnya perjanjian. Indonesia Berdaya, 4. https://doi.org/10.47679/ib.2023430

Saputra, A. C., et al. (2020). Penyalahgunaan keadaan (Misbruk van Omstandigheden) sebagai dasar pembatalan perjanjian. Journal of Innovative and Creativity, 1(1).

Sinaga, N. A. (2018). Peranan asas-asas hukum perjanjian dalam mewujudkan tujuan perjanjian. Binamulia Hukum, 7(2). https://doi.org/10.37893/jbh.v7i2.20

Slamet, S. R., & Kandou, H. (2022). Ajaran penyalahgunaan keadaan (Misbruk van Omstandigheden) dalam hukum perjanjian di Indonesia. Lex Jurnalica, 19(2).

Solikin, N. (2021). Pengantar metodologi penelitian hukum. Pasuruan: CV. Penerbit Qiara Media.

Sriwidodo, J. (2021). Memahami hukum perikatan. Yogyakarta: Penerbit Kepel Press.

Suhendar, H., & Athoillah, M. A. (2023). Pertimbangan hakim dalam perkara penyalahgunaan keadaan (Misbruk van Omstandigheden) kajian putusan nomor 3550 K/Pdt/2021. Jurnal Yudisial, 16(2). https://doi.org/10.29123/jy/v16i2.628

Sukananda, S., & Mudiparwanto, W. A. (2020). Akibat hukum terhadap perjanjian yang mengandung cacat kehendak berupa kesesatan atau kekhilafan (Dwaling) di dalam sistem hukum Indonesia. Justitia Jurnal Hukum, 4(1).

Widia, I. K., & Budiartha, I. N. P. (2022). Cacat kehendak sebagai dasar batalnya perjanjian. Kertha Wicaksana, 16. https://doi.org/10.22225/kw.16.1.2022.1-6

Zulfikar, A. A., Sinaga, R. Y., Irianto, K. D., Syuryani, Junaidi, & Sihite, S. R. (2024). Kontrak bisnis. Padang: CV. Gita Lentera.

Downloads

Published

2026-02-21

How to Cite

Raysah Afdila Fachriah, & Nuzul Rahmayani. (2026). Analisis Hukum Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik van Omstandigheden) sebagai Suatu Bentuk Cacat Kehendak Ditinjau dari Hukum Perjanjian Indonesia. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(2), 862–872. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i2.8521

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.