Pemenuhan Unsur Tri Upasaksi sebagai Upaya Mencegah Perkawinan Anak Menurut Hukum Adat Bali
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i2.7197Keywords:
Balinese Customary Law, Child Marriage, Child Protection, Legal Pluralism, Tri UpasaksiAbstract
Child marriage, involving individuals under the age of 19 as defined by Law Number 16 of 2019, is a pressing social and legal issue in Bali. The increase in applications for marriage dispensations reflects the high rate of underage marriage, with consequences such as school dropout, economic vulnerability, household instability, and violence. The conflicting norms between National Law, which prioritizes child protection, and Balinese Customary Law, which recognizes the validity of marriage through the Tri Upasaksi (bhuta witness, manusa witness, and dewa witness), exacerbates this situation. This study aims to examine the basis of the Tri Upasaksi rules in Balinese customary law as a means of preventing child marriage, and to analyze how Balinese customary law adapts to the provisions of positive state law. The research method used is normative legal research with a socio-legal approach, analyzing primary and secondary legal materials to identify conflicts and harmonize norms. The findings are expected to contribute to the development of legal science and serve as a reference for the government and customary institutions in formulating policies that integrate local values with child protection.
Downloads
References
Artikel Jurnal
Akbar Takim. (2017). Perkawinan Dibawah Umur (Ditinjau Dari Hukum Islam Dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974). Lex Privatum, 5(9), 48-56. https://doi.org/10.31219/osf.io/g9t8d
Brilliant, B., Adnan, M., & Astrika, L. (2021). "Sing Beling Sing Ngante" Kegagalan Kebijakan Perlindungan Anak Terhadap Kasus Pernikahan Anak Usia Dini di Kabupaten Jembrana Tahun 2022. 167-186.
Fajar, N. M. A. P., Titisari, A. S., & Swandewi, L. K. R. (2018). Pengaruh Hukum Adat Bali Terhadap Presepsi Remaja Mengenai Gender dan Jumlah Anak di Provinsi Bali. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 76(4), 138-142. https://doi.org/10.18551/rjoas.2018-04.15 https://doi.org/10.18551/rjoas.2018-04.15
Lintang, L. C., & Wicaksono, R. P. (2014). Pernikahan di Bawah Umur Dalam Hukum Adat Bali Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Jurnal Teknologi Kimia Dan Industri, 2(1), 1-7.
Nadya Herlinawati, Natasya Edisstya Ningsih, Muhammad Rifky Fauzan, & Nurlailah. (2025). Penyelesaian Sengketa Perkawinan Berbasis Hukum Adat Bali. Humaniorasains: Jurnal Humaniora Dan Sosial Sains, 2(2).
Nurkhasanah, S. (2025). Legitimasi Budaya Dalam Praktik Perkawinan Anak : 6(1), 39-54.
Pitaloka, P. G., Kamilah, T. r. S. P., Dharmawan, N. D., Zaki, A., & Winanti, A. (2024). Hubungan Kasta Dengan Status Sosial Masyarakat Adat Bali. Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum Dan Ilmu Komunikasi, I(3).
Sudantra, I. K., & Laksana, I. G. N. D. (2019). Dibalik Prevalensi Perkawinan Usia Anak Yang Menggelisahkan : Hukum Negara Versus Hukum Adat. Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 7(1), 56-72. https://doi.org/10.29303/ius.v7i1.594 https://doi.org/10.29303/ius.v7i1.594
Syahrul, N., Adam, A., & Nurlinda, A. (2024). Dafa Peran Pendidikan Masyarakat dalam Mencegah Pernikahan Usia Dini The Role of Community Education in Preventing Early Marriage and its Impacts. 6(1), 35-46. https://doi.org/10.56324/al-musannif.v6i1.127
Yase, I. K. K. (2021). Perkawinan Anak Usia Dini Perspektif Hukum Hindu. Belom Bahadat : Jurnal Hukum Agama Hindu, 11(2), 1-24. file:///C:/Users/PAK%20DEKAN/Downloads/document%20(11).pdf
Yogiswari, K. S., Maharani, S. D., & Nugroho, H. W. (2025). Diskursus Nilai Kesakralan Perkawinan Hindu dan Fenomena Sosial Sing Beling Sing Nganten Pada Masyarakat Perkotaan di Bali. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(2). https://doi.org/10.37329/jpah.v9i2.3612
Buku
Siombo, M. R., & Wiludjeng, H. (2020). Hukum Adat Dalam Perkembangannya. Yogyakarta : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Artikel & Website
Maharani, P. D. P. (2025). Bali Catat 1.839 Kasus Nikah Dini Di 2024, Gek Diah Dorong Pararem Tingkat Desa. Nusabali.Com. https://www.nusabali.com/berita/63878/archive/index.php/berita/185827/bali-catat-1839-kasus-nikah-dini-di-2024-gek-diah-dorong-pararem-tingkat-desa
Rormat. (2013). Simpati Mengalir untuk Siswi SD yang Melahirkan di Bali. Okezone.News. https://news.okezone.com/read/2013/02/05/340/756859/simpati-mengalir-untuk-siswi-sd-yang-melahirkan-di-bali
Salmah, & Hidayanti, N. (n.d.). Heboh kabar dua pelajar SMP di Bantaeng daftar menikah di KUA. Kumparan.News. https://kumparan.com/kumparannews/heboh-kabar-dua-pelajar-smp-di-bantaeng-daftar-menikah-di-kua/full
Peraturan Perundang-Undangan
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3019).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 109, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4235).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 atas perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 186, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6401).
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1975 Nomor 12, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3050).
Konvensi Tentang Hak-Hak Anak (Convention on the Rights of the Child), Resolusi Nomor 109 Tahun 1990.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






