Analisis Yuridis Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung di Provinsi DKI Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i4.6648Keywords:
Building Permit (PBG), Building, Enforcement Of Sanctions, Implementation Of Government Regulations, Supervision and Regulatory ImplementationAbstract
This research discusses the Juridical Analysis of the Application of Government Regulation Number 16 of 2021 concerning Building in DKI Jakarta Province. The focus of the research is directed at the effectiveness of local policies in adjusting national regulations to the diverse urban dynamics of Jakarta, especially related to the Building Approval mechanism (PBG), supervision system, and enforcement of administrative sanctions. Using a normative juridical approach and analyzing local regulations such as Government Regulation No. 16 of 2021 on the Implementation Regulation of Law No. 28 of 2002 on Building, this research identifies implementative obstacles, such as weak supervision, limited human resources, and low public legal awareness. The findings show that adaptation efforts have not been fully optimized, so policy adjustments, institutional strengthening, and cross-sector collaboration are needed. This research confirms the importance of digitalization, public participation, and consistency of law enforcement in creating orderly and sustainable building development in Jakarta.
Downloads
References
Abdul, H., & Muhammad. (2021). Analisis yuridis perubahan klasifikasi bangunan gedung yang tidak sesuai dengan persetujuan bangunan gedung menurut Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021. Jurnal Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam, 9(2).
Adrian, S. (2010). Hukum perizinan dalam sektor pelayanan publik. Jakarta: Sinar Grafika.
Andrew, S. U. (2021). Problematika penegakan hukum. Solok: CV Insan Cendekia Mandiri.
Dhia, W. C. (2012). Analisis pengaruh pendapatan asli daerah (PAD) terhadap kinerja keuangan pada pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Ilmiah STIE MDP, 2(1).
Dian, P. S. (2010). Modul perkuliahan metode penelitian. Jakarta: Program Studi Magister Ilmu Hukum Unkrisna.
Eni, H., Muhammad, I., & Sukardi. (2017). Proses terbentuknya permukiman etnis di Kota Palembang. Jurnal Pendidikan Geografi, 4(6).
Fadli, M. (2021). Perubahan klasifikasi bangunan gedung yang tidak sesuai dengan persetujuan bangunan gedung menurut Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021: Analisis yuridis dan kajian.
Halim, A. (2021). Analisis yuridis perubahan klasifikasi bangunan gedung yang tidak sesuai dengan persetujuan bangunan gedung menurut Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021. Wasaka Hukum, 9(2).
Iqbal, M. (2021). Klasifikasi bangunan gedung dan perubahan klasifikasi: Analisis yuridis dan kajian.
Jamaluddin, M. (2021). Kontribusi teori contingency: Upaya mewujudkan good governance melalui e-government di Indonesia. Assets, 11(2).https://doi.org/10.24252/assets.v11i2.23810
Lestari, S., & Djanggih, H. (2019). Urgensi hukum perizinan dan penegakannya sebagai sarana pencegahan pencemaran lingkungan hidup. Masalah-Masalah Hukum, 48.https://doi.org/10.14710/mmh.48.2.2019.147-163
Mardiasmo. (2016). Perpajakan (Edisi revisi). Yogyakarta: Andi.
Mertokusumo, S. (2011). Teori hukum (Cet. 1). Yogyakarta: Universitas Atma Jaya.
Moh., M., & Sunardi, S. (2022). Aspek hukum perizinan pemanfaatan ruang dalam pembangunan perumahan dan permukiman. Jurnal Hukum dan Kenotariatan.
Munif, D. V. (2022). Penegakan hukum terhadap pelanggaran pembangunan bangunan gedung di Kota Semarang. MAGISTRA Law Review, 3(2).https://doi.org/10.35973/malrev.v3i02.2904
Parbuntian, S. (2025). Eksistensi menteri negara dalam sistem pertahanan pasca amandemen UUD 1945. Tangerang: Pustaka Mandiri Penerbit Buku Super.
Ratih, D. R., & Nur, L. M. (2023). Implementasi kebijakan persetujuan bangunan gedung (PBG) di Kota Bukittinggi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1).
Rewansyah, A. (2010). Reformasi birokrasi dalam rangka good governance. Jakarta: Yusaitanas.
Ridwan, H. (2014). Hukum administrasi negara (Ed. revisi ke-7). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sahya, A. (2018). Hukum administrasi negara. Bandung: Pustaka Setia.
Sampebulu, H. P. (2019). Penegakan hukum pemberian izin mendirikan bangunan di wilayah Bali. Mimbar Keadilan, 12(2), 238. https://doi.org/10.30996/mk.v12i2.2534
Sedarmayanti. (2012). Good governance: Kepemerintahan yang baik (Bagian kedua, edisi revisi). Bandung: Mandar Maju.
Siswanto, S. (2012). Victimologi dalam sistem peradilan pidana. Jakarta Timur: Sinar Grafika.
Soekanto, S. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Syafrizal, A., & Marto, L. S. (2021). Implementasi kebijakan persetujuan bangunan gedung (PBG) di Kota Palembang. Jurnal Ilmu Administrasi dan Informasi (Junaidi), 1(1).
Syamsuar. (2021). Kebijakan dan peraturan pemerintah terkait bangunan gedung. Bandung: Universitas Indonesia Press.
Yudha, B. (2021). Standar dan kriteria pemeriksaan bangunan gedung. Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Yunus, W. (2014). Pengantar hukum tata ruang. Jakarta: PT Kharisma Putra Utama.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





