Collaborative Governance dalam Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Sidoarjo
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i1.5417Keywords:
collaborative governance, food security, Nutritious Food Yard Program (P2B), Urban Agriculture PolicyAbstract
This study aims to analyze how the implementation of collaborative governance in the Nutritious Food Yard Program (P2B) strengthens community-based food security in Sidoarjo Regency. A qualitative approach with a case study method was used to explore the social dynamics in depth. The research was conducted in Kampung Edukasi Sampah, Sekardangan Sub-district, one of the active areas in P2B implementation. Data were collected through interviews, observations, and document analysis involving key stakeholders such as the Sidoarjo City Food and Agriculture Office, Sidoarjo Police Sector, village officials, farmer groups, and environmental cadres. The analysis applied the collaborative governance model by Ansell and Gash (2008), which includes five indicators: face-to-face dialogue, trust building, commitment to the process, shared understanding, and intermediate outcomes. The findings show that most indicators of collaboration have been realized, particularly in communication and trust-building aspects. However, some challenges remain, including the absence of formal agreement documents among actors, inconsistent communication, lack of program outreach, and overlapping roles between the police and related agencies. This research contributes to strengthening cross-sectoral collaboration models in community-based food security programs in urban areas.
Downloads
References
Alfansyur, A., & Mariyani. (2020). Seni mengelola data: Penerapan triangulasi teknik, sumber dan waktu pada penelitian pendidikan sosial. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 5(2), 146–150.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Astuti, R. S., Warsono, H., & Rachim, A. (2020). Collaborative governance : dalam perspektif administrasi publik (1st ed.).
Azizah, B. O. P., Soedarto, T., & Parsudi, S. (2022). Pemanfaatan lahan pekarangan dan peran kelompok wanita tani melalui program pekarangan pangan lestari di Kota Malang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, 9(3), 956–970. http://dx.doi.org/10.25157/jimag.v9i3.7905
Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian. (2021). Petunjuk teknis bantuan pemerintah kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tahun 2021.
Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng. (2025, March 6). Sosialisasi Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/berita/67_sosialisasi-program-pekarangan-pangan-bergizi-p2b
Haslinda, Aisyah, S., & Syah, I. (2023). Optimalisasi program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat di Desa Lompulle Kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng. Jurnal Berita Sosial, 8(2), 126–134.
Herlambang, D. (2023). Tidak pandang bulu, krisis pangan hantui seluruh negara tahun 2050. BMKG. https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/tidak-pandang-bulu-krisis-pangan-hantui-seluruh-negara-tahun-2050
Hidayat, S. S., Tri Lestari, E. W., & Nurliawati, N. (2024). Model tata kelola kolaboratif (Collaborative Governance) dalam program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kota Sukabumi. Mimbar: Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik, 13(3), 269–286.
Kampung Edukasi Sampah. (2025). Polsek Kota Sidoarjo luncurkan program penguatan Pekarangan Pangan Lestari. https://kampungedukasisampah.id/news-166-polsek-kota-sidoarjo-luncurkan-program-penguatan-pekarangan-pangan-lestari
Kurniadi. (2020). Collaborative Governance dalam Perspektif Infrakstruktur.
Musthofa, M. S., Sugihardjo, & Permatasari, P. (2023). Strategi implementasi program Pekarangan Lestari (P2L) dalam menuju ketahanan pangan berkelanjutan di Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, 7(1), p-ISSN.
Panggabean, R., Chalidah, S. N., Karina, G., & Haniy, S. U. (2024). Membangun ketahanan pangan Indonesia 2030. WRI Indonesia. https://wri-indonesia.org/id/wawasan/membangun-ketahanan-pangan-indonesia-2030
Rajab, A. (2023). Tinjauan kritis anggaran ketahanan pangan dan impor komoditas beras menurut peraturan perundang-undangan. Jurnal Budget: Isu dan Masalah Keuangan Negara, 8(1), 100–116. https://doi.org/10.22212/jbudget.v8i1.149
Sartika, I. (2024). Collaborative governance dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Administrasi Pemerintahan Daerah, 14(2), 209–233. https://doi.org/10.33701/jiapd.v14i2
Sugiyana, L. U. T., Hariyono, W., & Handayani, L. (2024). Pengurangan risiko bencana berbasis komunitas untuk meningkatkan ketahanan wilayah: Studi tinjauan pustaka. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, 9(2), 110. https://doi.org/10.35842/formil.v9i2.547
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Xinhua. (2024). FAO: Sekitar 282 juta orang alami kerawanan pangan akut pada 2023. ANTARA. https://www.antaranews.com/berita/4074351/fao-sekitar-282-juta-orang-alami-kerawanan-pangan-akut-pada-2023
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





