Kualifikasi Perundungan sebagai Perbuatan Tindak Pidana

Authors

  • Mumaddadah Mumaddadah Universitas Borneo Tarakan
  • Muammar Muammar Universitas Borneo Tarakan

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i1.5192

Keywords:

Bullying, Criminal acts, Criminal law, Legal protection, Violence

Abstract

Bullying is a social phenomenon that is increasingly worrying because of its serious impacts on victims, both psychologically, physically, and socially. In the context of Indonesian criminal law, bullying can fulfill the elements of a criminal act if it meets certain qualifications as regulated in the Criminal Code (KUHP) and other regulations. This study aims to analyze how bullying can be qualified as a criminal act and to review the forms of bullying that can be subject to criminal sanctions. Using a normative legal approach, this study examines relevant positive legal norms and case studies that reflect the implementation of the law on bullying. The results of the study show that bullying can be qualified as a criminal act such as insults, physical violence, threats, and defamation, depending on the form and consequences caused. Therefore, it is important to have strict law enforcement and legal education for the community to prevent and handle bullying cases effectively.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku

Abdullah Marlang, Irwansyah, & Kamaruddin, K. (2011). Pengantar hukum Indonesia. Makassar: ASpublishing.

Andi Sofyan, & Nur Aziza. (2016). Hukum pidana. Makassar: Pustaka Pena Press.

Barda Nawawi. (2006). Tindak pidana mayantara. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Chairul Huda. (2006). Tiada pidana tanpa kesalahan. Jakarta: Kencana.

Chakrawati, F. (2015). Bullying siapa takut? Jogjakarta: Pustaka Belajar.

Dharma Jaya, I. B. S., et al. (2016). Klinik hukum pidana: Komponen persiapan dan praktek. Denpasar: Udayana University Press.

Imas Kurnia. (2016). Bullying. Yogyakarta: Relasi Inti Media.

Leden Marpaung. (2005). Asas-asas teori praktik hukum pidana. Jakarta: Sinar Grafika.

Marzuki, P. M. (2011). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Moeljatno. (1993). Asas-asas hukum pidana. Jakarta: Rineka Cipta.

Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram: Mataram University Press.

Mulyanti Pawennei, & Rahmanuddin Tomalili. (2015). Hukum pidana. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Olweus, D. (1994). Bullying at school. Australia: Blackwell.

Saptandary, P. (2016). Dampak bullying terhadap kondisi psikososial anak di perkampungan sosial Pingit [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta].

Soekanto, S., & Mamuji, S. (2019). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Sudarto. (2009). Hukum pidana I. Semarang: Yayasan Sudarto.

Van Bemmelen, M. (1987). Hukum pidana I: Hukum material bagian umum. Bandung: Binacipta.

Wignjosoebroto, S. (2013). Hukum: Konsep dan metode. Malang: Setara Press.

Wiyani, N. A. (2017). Save our children from school bullying. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Jurnal

Supriyadi. (2015). Penetapan tindak pidana sebagai kejahatan dan pelanggaran dalam undang-undang pidana khusus. Jurnal Mimbar Hukum, 27(3), Oktober.

Yusuf, & Fahrudin. (2012). Perilaku bullying: Asesmen multidimensi dan intervensi sosial. Jurnal Psikologi UNDIP, 11(2), Oktober.

Yuyarti. (2018). Mengatasi bullying melalui pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan UNNES, 8(2).

Undang-Undang

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Website

Fakultas Psikologi UI. (2017, Oktober 4). Kenali korban dan pelaku perundungan: Stop perundungan. https://psikologi.ui.ac.id/2017/10/04/kenali-korban-dan-pelaku-perundunganstop-perundungan

Detik News. (2022). Dampak mengerikan bullying anak di zaman media sosial. https://www.detik.com/jabar/berita/d-6190678/dampak-mengerikan-bullying-anak-di-zaman-media-sosial

Liputan6. (2019). 6 kasus perundungan yang menyita perhatian publik: Dari Audrey hingga pemuda berkebutuhan khusus. https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3938800/6-kasus-perundungan-yang-menyita-perhatian-publik-dari-audrey-hingga-pemuda-berkebutuhan-khusus

CNN Indonesia. (2022, November 19). Viral bullying SMP Kota Bandung: Korban dipakaikan helm dan ditendang. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20221119152133-20-875899/viral-bullying-smp-kota-bandung-korban-dipakaikan-helm-dan-ditendang

Downloads

Published

2025-01-30

How to Cite

Mumaddadah Mumaddadah, & Muammar Muammar. (2025). Kualifikasi Perundungan sebagai Perbuatan Tindak Pidana. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 4(1), 586–600. https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i1.5192

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.