Strategi Lembaga Adat Desa (LAD) dalam Revitalisasi Cagar Budaya Batak Toba di Desa Lumban Gaol, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrafi.v4i1.4409Keywords:
Revitalization, Village , Traditional , Institutions, Cultural-HeritageAbstract
This research aims to determine how the Village Customary Institution (LAD) strategies for revitalizing cultural heritage in Lumban Gaol Village. Whether the existence of the Village Customary Institution can revive cultural heritage and its impact on the surrounding community. This research was conducted in Lumban Gaol Village using qualitative research methods and informants who became informants, namely the chairman of the Village Customary Institution (LAD), village head, and community. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, documentation, and drawing conclusions. The research results show that the strategies carried out by the Village Customary Institution (LAD) in revitalizing cultural heritage in Lumban Gaol Village include socialization strategies, namely LAD conducting socialization regarding the importance of preserving customs and culture. Culture experience, namely LAD inviting young people to clean cultural heritage and inviting children and the elderly to participate in the Cultural and Tourism Awareness Community in Lumban Gaol Village. Economic strategy, namely LAD together with the community building the village by managing cultural heritage to become a source of income for the community. Conservation strategy, namely LAD together with the community improving road access and repairing buildings by painting, renovating damaged ones, and beautifying the buildings so that the community or visitors feel safe and comfortable.
Downloads
References
Alfansyur Andaruani, M. (2020). Seni mengelola data: Penerapan triangulasi teknik. Info Artikel Abstrak, 5(2), 146–150. https://doi.org/10.31764/historis.vXiY.3432
Arahman, A., Afifuddin, M., & Yusuf, S. (2018). Studi konservasi bangunan cagar budaya di dalam kawasan rencana pengembangan Pelabuhan Bebas Sabang. Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan, 1(1), 43–52. https://doi.org/10.24815/jarsp.v1i1.10347
Deta Sani. (2029). Peran pemerintah desa dalam melestarikan budaya lokal.
Devi, I., Hanani, S., Syafitri, A., Harahap, N. I. Y., & Djambek, S. D. (2023). Birokrasi dan struktur kekuasaan dalam organisasi pendidikan modern: Dengan pendekatan Max Weber. Concept: Journal of Social Humanities and Education, 2(4), 268–281. https://doi.org/10.55606/concept.v2i4.790
Faradillah, A., Abdi, A., & Haq, N. (2022). Strategi pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 pada Sekretariat Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Makassar. JPPM: Journal of Public Policy and Management, 3(2), 131–138. https://doi.org/10.26618/jppm.v3i2.6578
Fiantika, R., Wasil, M., & Jumiyati, S. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. https://www.globaleksekutifteknologi.co.id
Hermanto, L., Rosadi, A., & Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Mbojo Bima. (2019). Strategi komunikasi Dinas Pariwisata dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal di Kota Bima. Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan, 6(2).
Hildayanti, A. (2020). Strategi pelestarian kawasan cagar budaya dengan pendekatan revitalisasi. TIMPALAJA: Architecture Student Journals, 2(1), 72–82. https://doi.org/10.24252/timpalaja.v2i1a10
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Lotong Ta’dung, Y., & Lusdani, W. (2020). Akuntabilitas sosial dana desa: Peran dan partisipasi masyarakat.
Malimbe, A., Waani, F., & Suwu, E. A. A. (2021). Dampak penggunaan aplikasi online TikTok (Douyin) terhadap minat belajar di kalangan mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 1(1).
Mappakalu, A. M., & Rudi. (2021). Peran lembaga adat dalam mempertahankan budaya di Desa Tompo Bulu Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai.
Normina. (2014). Masyarakat dan sosialisasi.
Pemerintah Kabupaten Toba. (2021). Peraturan Bupati Toba Nomor 09 Tahun 2021.
Peranita. (2021). Perencanaan punian pariwisata (homestay) di kawasan strategis pariwisata nasional Danau Toba.
Priambada. (2022). Strategi lembaga adat dalam melestarikan budaya Komering (Studi di Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten OKU Timur).
Sam, U., Malimbe, A., Waani, F., & Suwu, E. A. A. (2021). Dampak penggunaan aplikasi online TikTok (Douyin) terhadap minat belajar di kalangan mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 1(1).
Samsuddin, et al. (2021). Peran lembaga adat dalam perencanaan pembangunan Desa Pudak.
Siahaan, U. (2019). Rumah adat Batak Toba dan ornamennya di Desa Jangga Dolok, Kabupaten Toba Samosir. Jurnal Arsitektur Nusantara, 6(2).
Sitanggang Gusar, M. R., & Sianturi, M. F. (2021). Revitalisasi Mangharoani sebagai kearifan lokal Batak Toba yang terabaikan. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 7(4), 213. https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.514
Sumbi, K., & Firdausi, F. (2016). Analisis pembangunan berbasis masyarakat dalam pengembangan sumber daya masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 41. http://publikasi.unitri.ac.id
Suneki. (2012). Dampak globalisasi terhadap eksistensi budaya daerah.
Sutanto. (2014). Faktor-faktor keterbengkalaian Benteng Toboali sebagai bangunan bersejarah.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
_001.jpg)




