Kasus “Sanding” antara Menantu Perempuan dengan Ibu Mertua yang Tinggal Serumah pada Masyarakat Batak Toba di Desa Situmeang Hasundutan Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara

Authors

  • Lenni E Situmeang Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung
  • Jupalman W. Simbolon Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung
  • Feriel Amelia Sembiring Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung
  • Elvri T. Simbolon Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung
  • Wensdy Sitindaon Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrafi.v4i1.4407

Keywords:

Partner, Son-in-law, Daughter-in-law

Abstract

The case of young couples at the beginning of marriage still choose to live in the same house with their parents, especially from the husband's side, so that the wife is also required to follow her husband to live with his parents, in this case the in-laws for the wife, so that it can trigger household problems that encourage the in-laws to interfere in it. This study aims to determine the type of interpersonal conflict between daughters-in-law and mothers-in-law who live in the same house in the Batak Toba tribe in Situmeang Hasundutan Village, Sipoholon District and the causes of "sanding" between daughters-in-law and mothers-in-law who live in the same house in the Batak Toba tribe in Situmeang Hasundutan Village, Sipoholon District and How is the stereotype of society towards sanding between daughters-in-law and mothers-in-law who live in the same house in the Batak Toba tribe in Situmeang Hasundutan Village, Sipoholon District. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection was conducted through direct interviews with informants; daughter-in-law, mother-in-law, husband, traditional leader, community. Descriptive analysis technique was conducted to analyze the “Case of “Sanding” Between Daughter-in-Law and Mother-in-Law Who Live in the Same House in the Batak Toba Community in Situmeang Hasundutan Village, Sipoholon District, North Tapanuli Regency”. The results of this study indicate that in the Batak Toba community in Situmeang Hasundutan Village, the conflict between daughter-in-law and mother-in-law is seen as a natural thing that is unavoidable, because there are several factors that occur, namely several types of conflicts that occur: Role conflict, Communication conflict, Cultural value conflict, Personality conflict. There are 2 Stereotypes of the Batak Toba community in Situmeang Hasundutan Village towards daughters-in-law who live in the same house with their mothers-in-law, namely positive stereotypes and negative stereotypes. Positive stereotypes: Role as a household manager, Guardian of customary values, Helping each other with household chores. Negative stereotypes: Intergenerational conflict, feelings of being pressured or unappreciated, lack of privacy.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, R. (2020). Analisis data kualitatif. UIN Antasari.

Awaru, A. O. T. (2021). Sosiologi keluarga. CV Media Sains Indonesia. http://www.penerbit.medsan.co.id

Evalina. (2007). Perkawinan pria Batak Toba dan wanita Jawa di Kota Surakarta serta akibat hukumnya dalam pewarisan. Universitas Diponegoro.

Fadel, M. (2023). Implementasi konsep keluarga sakinah dan sibaliparriq dalam pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Jurnal Studi Islam, 8(2), 49–65. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Fitri, A. (2023). Penerapan filosofi adat Dalihan Natolu dalam kehidupan masyarakat Batak Toba di Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, Riau. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora), 1(3), 435–452.

Hasyim. (2019). Konflik menantu perempuan dengan ibu mertua yang tinggal dalam satu rumah. Jurnal. Universitas Negeri Yogyakarta.

Hellriegel, D., & Slocum, J. W., Jr. (2004). Organizational behavior (10th ed.). Thomson South-Western.

Indriantoro, N., & Supomo, B. (2013). Metodologi penelitian bisnis untuk akuntansi & manajemen. BPFE Yogyakarta.

Lola, A. (2022). Peningkatan kualitas produk dan kualitas pelayanan untuk mencapai keberlangsungan usaha [Skripsi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta].

Lolo, R. (2021). Lapo Tuak sebagai arena interaksi sosial pada masyarakat Batak Toba (Studi deskriptif di Desa Belang Malum, Kota Sidikalang) [Skripsi, Universitas Sumatera Utara].

MD Adliyah, A. (2010). Arah, fungsi dan urgensi pendidikan dalam keluarga. Jurnal Pendidikan Islam, 1(1).

Nuroniyah, W. (2023). Psikologi keluarga. CV Zenius Publisher.

Pelawi, K. S., & Kartika, T. (1998). Pandangan generasi muda terhadap upacara perkawinan adat di Kota Medan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Rahma, M. (2018). Konflik sosial terhadap menantu yang tinggal serumah dengan mertua (Studi kasus di Desa Lempang, Kabupaten Barru). Kabupaten Barru.

Ririn. (2007). Hubungan komunikasi interpersonal dengan penyesuaian diri menantu perempuan terhadap ibu mertua [Skripsi, Universitas Katolik Soegijapranata]. https://repository.unika.ac.id

Rustani. (2014). Keluarga dalam kajian sosiologi. Jurnal Musawa, 6(2), Desember.

Rustyaningsih. (2019). Konflik mertua sebagai hambatan generasi komunikasi lintas budaya. Universitas Majalengka.

Simanjuntak, A. (2009). Konflik status dan kekuasaan orang Batak. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Simbolon, E. (2017). Peranan Dalihan Natolu dalam hukum perkawinan adat Batak Toba (Studi pada Perkumpulan Masyarakat Adat Batak Toba di Bandar Lampung). Universitas Lampung.

Sugiarto, M. (2019). Tradisi pesta adat Gantarangkeke bagi masyarakat Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng [Skripsi, Universitas Negeri Makassar].

Sugiyarto. (2022). Menyimak (kembali) integrasi budaya di Tanah Batak Toba. Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi. E-ISSN: 2599-1078. Universitas Diponegoro.

Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sutanto, H. (2022). Model dan strategi manajemen konflik dalam rumah tangga. Eureka Media Aksara.

Tria, E. (2014). Studi deskriptif pengelolaan pembelajaran tematik dengan menggunakan pendekatan scientific di kelas IV SDN 81 Kota Bengkulu [Skripsi, Universitas Bengkulu].

Ufiah. (2016). Psikologi keluarga. Ghalia Indonesia.

Wahid, A. (2019). Keluarga: Institusi awal dalam membentuk masyarakat berperadaban. Jurnal Studi Keislaman, 5(1), Juni. STAI Hasan Jufri Bawean.

Wardyaningrum, D. (2013). Komunikasi untuk penyelesaian konflik dalam keluarga: Orientasi percakapan dan orientasi kepatuhan. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Pranata Sosial, 2(1), Maret.

Wardyaningrum, D. (2015). Komunikasi untuk penyelesaian konflik dalam keluarga: Orientasi percakapan dan orientasi kepatuhan. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Pranata Sosial, 2(1), Maret.

Downloads

Published

2025-04-22

How to Cite

Lenni E Situmeang, Jupalman W. Simbolon, Feriel Amelia Sembiring, Elvri T. Simbolon, & Wensdy Sitindaon. (2025). Kasus “Sanding” antara Menantu Perempuan dengan Ibu Mertua yang Tinggal Serumah pada Masyarakat Batak Toba di Desa Situmeang Hasundutan Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 4(1), 86–98. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v4i1.4407

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.