Pelatihan Budidaya Jamur Tiram (Pleourotus ostreatus) di Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng

Authors

  • Sitti Nuraeni Universitas Hasanuddin
  • Al Hidayah Qayyim Universitas Hasanuddin
  • Andi Nurhidayah Universitas Hasanuddin
  • Fitrah Amalia Universitas Hasanuddin
  • Andi Prastiyo Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.55606/nusantara.v5i2.4451

Keywords:

Oyster Mushrooms, Training, Watu Farmers Group

Abstract

Oyster mushroom cultivation is one of the non-timber forest products that is underutilized by farmers. Oyster mushrooms have quite promising business opportunities to be developed well and do not require large amounts of capital. This activity aims to introduce and provide training on oyster mushroom cultivation to farmers in Watu Village, Marioriwawo District, Soppeng Regency. The service method is carried out in several stages. First, introduction and presentation of material regarding the prospects and cultivation techniques as well as the benefits of oyster mushrooms. Second, mushroom cultivation training is carried out by filling the planting media (baglog), sterilization, inoculation, and incubation. Third, interactive discussions with the farmers involved. Data collection by monitoring the mushrooms that have been maintained to see the growth of the fungus and any contamination in the baglog during the incubation period. The participants are trained to manage baglog production through to the harvest process, to ensure sustainability and profits from cultivating this mushroom. This initiative is expected to support the development of alternative livelihoods and contribute to the economic resilience of local communities while introducing environmentally friendly agricultural practices. It is hoped that the success of this training can become a model for similar rural development projects in other region.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andayanie, W. R. (2013). Penambahan EM4 dan lama pengomposan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih (Pleurotus florida). Jurnal Agri-tek, 14, 33–41.

Andriani, S., Salawati, U., & Septiana, N. (2019). Prospek pengembangan usahatani jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) di Kota Banjarbaru. Frontier Agribisnis, 3(3), 8–16.

Istiqomah, N., & Fatimah, S. (2014). Pertumbuhan dan hasil jamur tiram pada berbagai komposisi media tanam. Ziraa'ah Majalah Ilmiah Pertanian, 39(3), 95–99.

Loppies, Y., Wattimena, L., Serkadifat, Y. S., & Lumbaya, R. (2022). Pemanfaatan limbah serbuk kayu benuang sebagai media tanam jamur tiram putih pada usaha D’Papua Jamur di Kelurahan Malasom Distrik Aimas Kabupaten Sorong. Jurnal Jendela Ilmu, 3(1), 7–12.

Lusiana, H., Ambarwati, R., Fajriyanti, I., Ariani, G. G. M., Firdaus, & Mursanto. (2024). Pelatihan teknik praktis budidaya jamur tiram sebagai alternatif protein dan penghasilan tambahan di Kelurahan Cempaka, Kota Banjarbaru. Jurnal Pengabdian, 3(1), 21–28.

Muchroji, & Cahyana, Y. A. (2010). Budidaya jamur kuping. Penebar Swadaya.

Rahim, A., & Quraisyin, M. I. (2023). Analisis kelayakan dan peluang usaha jamur tiram frozen di Kota Parepare (Studi kasus Sahabat Jamur). Agrovital: Jurnal Ilmu Pertanian, 8(2), 209–214.

Rahman, A., Maulida, A. F., Atika, N., Nikmah, L. N., Satrio, R. A., Pusphitasari, C. D., & Setyawati, H. (2024). Pelatihan pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai pupuk organik cair (POC) di Desa Jambesari Kabupaten Jember. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(8), 293–298.

Rahmiyati, I., Jahariyah, A., & Andriyani, P. (2023). Pemberdayaan masyarakat Desa Taman Sari Lombok Barat guna meningkatkan pendapatan masyarakat melalui budidaya jamur tiram. MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary, 1(5), 605–616.

Rosmiah, Aminah, S. I., Hawalid, H., & Dasir. (2020). Budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) sebagai upaya perbaikan gizi dan meningkatkan pendapatan keluarga. Altifani: International Journal of Community Engagement, 1(1), 31–35.

Sulistyowati, R., & Wobowo, D. A. (2016). Respon pertumbuhan dan produksi jamur tiram (Pleurotus ostreatus) akibat pemberian ampas tahu dan lama pengomposan jerami sebagai media tanam. Agrotechbiz: Jurnal Ilmu Pertanian, 3(1), 21–27.

Suryani, T., & Carolina, H. (2017). Pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih pada beberapa bahan media pembibitan. Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi, 3(1), 73–86.

Suswanto, I., & Hernowo, K. (2024). Pemanfaatan ampas sagu sebagai campuran media jamur tiram (Pleurotus ostreatus L.). JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 8(3), 3304–3315.

Tjokrokusumo, D., Widyastuti, N. E. T. T. Y., & Giarni, R. (2015). Diversifikasi produk olahan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) sebagai makanan sehat. In Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (pp. 2016–2020).

Tukimun, T. (2024). Pembangunan kumbung dalam upaya pengembangan usaha budidaya jamur tiram di Desa Sukomulyo Penajam Paser Utara. Jurnal Pengabdian Masyarakat Lamin, 3(1), 44–55.

Wahidah, B. F., & Saputra, F. A. (2015). Perbedaan pengaruh media tanam serbuk gergaji dan jerami padi terhadap pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi, 3(1), 11–15.

Downloads

Published

2025-04-29

How to Cite

Sitti Nuraeni, Al Hidayah Qayyim, Andi Nurhidayah, Fitrah Amalia, & Andi Prastiyo. (2025). Pelatihan Budidaya Jamur Tiram (Pleourotus ostreatus) di Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng . Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 78–86. https://doi.org/10.55606/nusantara.v5i2.4451

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.