Keabsahan Klausul Pengesampingan Pasal 1813 KUHPerdata dalam Akta Notaris: Kajian Terhadap Kuasa Mutlak Dalam Peralihan Hak Atas Tanah
DOI:
https://doi.org/10.55606/cendekia.v6i3.9808Keywords:
Absolute Power, Article 1813 KUHPerdata, Legal Validity, Notary Deed, Waiver ClauseAbstract
This study aims to evaluate the existence, legal validity, and consequences of clauses that waive Article 1813 of the Indonesian Civil Code (KUHPerdata) within Notarial deeds, commonly known as absolute power of attorney. In business and property transactions, this waiver is frequently utilized to create irrevocable powers of attorney based on the principle of freedom of contract under Article 1338. However, in the agrarian sector, this practice faces stringent statutory prohibitions. This research employs a normative juridical method with a conceptual and statutory approach, utilizing secondary legal sources. The findings indicate that while Article 1813 generally functions as optional law (regelend recht), its waiver for land rights transfers is strictly prohibited by Instruction of the Minister of Home Affairs Number 14 of 1982. The inclusion of such a waiver clause violates the lawful cause requirement under Article 1320 of the Civil Code, rendering the entire binding sale and purchase agreement (PPJB) null and void. Consequently, the authentic deed loses its perfect evidentiary weight and becomes legally flawed. Notaries who formulate such clauses are subject to civil liability under professional fault (beroepsfout) or tort (onrechtmatige daad). The study implies that Notaries must independently refuse to draft deeds containing absolute power clauses to protect economically weaker parties and maintain professional integrity.
Downloads
References
Adjie, H. (2014). Hukum notaris Indonesia. Refika Aditama.
Ainayah, A., Lasmadi, S., & Rosmidah, R. (2022). Perlindungan hukum terhadap pemilik hak atas tanah dalam perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) yang mengandung klausula kuasa mutlak. Jurnal Selodang Mayang, 8(3), 196–208. https://doi.org/10.47521/selodangmayang.v8i3.265
Amansangsa, M. A. D. A., & Priyanto, I. M. D. (2019). Perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) dalam transaksi peralihan hak atas tanah dan/atau bangunan. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 8(1), 1–15. https://journal.untar.ac.id/index.php/adigama/article/view/2747
Aulia, V., & Nursadi, H. (2022). Tanggung jawab notaris terhadap akta perjanjian pengikatan jual beli dengan merumuskan pemberian kuasa mutlak (Studi Putusan Pengadilan Negeri Nomor 27/PDT.G/2019/PN.KRS). Pakuan Law Review, 8(1), 550–565.
Budiono, H. (2010). Ajaran umum hukum perjanjian dan penerapannya di bidang kenotariatan. Citra Aditya Bakti.
Budiono, H. (2012). Kumpulan tulisan hukum perdata di bidang kenotariatan. Citra Aditya Bakti.
Butar-Butar, Z. R. M., & Rafiqi, R. (2025). Tinjauan yuridis terhadap kuasa mutlak atas pemindahan hak atas tanah ditinjau dari KUHPerdata. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 8(2), 422–430.
Laksita, S. D., Silviana, A., & Suharto, R. (2017). Legalitas kuasa dalam akta pengikatan jual beli tanah sebagai dasar pembuatan akta jual beli (AJB) (Studi di Kota Semarang). Diponegoro Law Journal, 6(1), 1–12. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/15664
Martinelli, I., Tobing, S. A. S. L., & Angelina, V. (2024). Konsep dan penyelesaian sengketa penyalahgunaan kuasa mutlak dalam perjanjian jual beli tanah. Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, 2(2), 170–183. https://ejournal.penerbitjurnal.com/index.php/humaniora/article/view/810
Meliala, D. S. (2008). Penuntun praktis perjanjian pemberian kuasa menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Nuansa Aulia.
Mulyono, B. E. (2013). Pelaksanaan peralihan hak atas tanah berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) dan kuasa untuk menjual yang dibuat oleh notaris. Jurnal Independent, 2(1), 60–72. https://doi.org/10.30736/ji.v1i2.13
Pramono, D. (2015). Kekuatan pembuktian akta yang dibuat oleh notaris selaku pejabat umum menurut hukum acara perdata di Indonesia. Lex Jurnalica, 12(3), 250–262. https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Lex/article/view/1225/
Sari, N. (2020). Tinjauan yuridis kedudukan kuasa mutlak dalam peralihan hak atas tanah oleh notaris/PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) (Tesis magister, Universitas Sumatera Utara).
Sjaifurrahman, & Adjie, H. (2011). Aspek pertanggungjawaban notaris dalam pembuatan akta. Mandar Maju.
Supriyadi, A. (2018). Tinjauan yuridis kuasa mutlak dalam pembuatan akta notaris menurut perundang-undangan di Indonesia. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/1421942
Tumpa, H. A. (1997). Surat kuasa mutlak. Majalah Varia Peradilan, (142), 130–140.
Tunas, C. D. (2019). Keabsahan penggunaan kuasa mutlak dalam perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) tanah yang dibuat oleh notaris. Jurnal Hukum Adigama, 2(1), 215–230.
Wibowo, T. (2021). Perspektif penggunaan kuasa mutlak dalam pemindahan hak atas tanah (Skripsi, Universitas Pancasakti Tegal).
Widjangkoro, H. (2016). Analisa yuridis pencantuman klausul kuasa mutlak di dalam perjanjian hibah. Perspektif: Kajian Masalah Hukum dan Pembangunan, 21(3), 211–219. https://doi.org/10.30742/perspektif.v21i3.194
Yanti, Y. E., & Trisaka, A. (2023). Peralihan hak tanah dengan menggunakan akta kuasa mutlak sebagai tindak lanjut perjanjian pengikatan jual beli tanah. Repertorium: Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan, 12(2), 207–222. https://journal.fh.unsri.ac.id/index.php/repertorium/article/view/3335/717
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rolland Victor Silubun, Nurul Fatwa Ali, Riris Cahaya Andini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







