Peran Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam Menanggulangi Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan ILE BURA Kabupaten Flores Timur

Authors

  • Yovita Serviana Ona Watu Universitas Nusa Cendana
  • Theny I. B. K. Pah Universitas Nusa Cendana
  • Belandina L. Long Universitas Nusa Cendana
  • Cataryn V. Adam Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.55606/cendekia.v6i2.9137

Keywords:

BPBD, Disaster Management, East Flores Regency, Mount Lewotobi Laki-Laki, Volcanic Eruption

Abstract

This study aims to analyze the role of the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of East Flores Regency in managing the eruption disaster of Mount Lewotobi Laki-Laki during the pre-disaster, emergency response, and post-disaster phases. The study employed a descriptive qualitative method involving 18 informants from BPBD and affected communities in Wulanggitang and Ile Bura Sub-districts. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings show that during the pre-disaster phase, BPBD implemented preparedness measures through disaster-prone area mapping, the establishment of Disaster Preparedness Teams and Disaster-Resilient Villages, public outreach, and the use of local wisdom. However, outdated contingency plans, limited early warning systems, weak relocation efforts, and low public awareness contributed to panic and casualties during the eruption. In the emergency response phase, BPBD successfully coordinated evacuation efforts, established emergency posts, and distributed logistics effectively. Nevertheless, displaced communities experienced discomfort due to prolonged emergency conditions and limited fulfillment of basic needs in temporary shelters. In the post-disaster phase, BPBD conducted rehabilitation and reconstruction through transportation recovery, trauma healing programs, and permanent housing development based on the Rehabilitation and Reconstruction Plan (R3P). However, limited funding and delays in reconstruction processes remained major challenges. Therefore, improving coordination, institutional capacity, disaster communication, and community participation is essential for effective disaster management.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhirianto, N. A., Ma’rufatin, A., Wardani, K. S., Kayadoe, F. J., & Kongko, W. (2025). Bridging policy and practice in tsunami disaster risk reduction: Evaluating local implementation challenges in eastern Indonesia. International Journal of Disaster Risk Reduction, 124, 105491.

https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2025.105491

Baba, M. A. (2017). Analisis data penelitian kualitatif. Makassar: Penerbit Aksara Timur.

Bathiar. (2018). Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam menanggulangi risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Sinjai [Skripsi]. Universitas Muhammadiyah Makassar.

Christwin, Y. (2021). Manajemen bencana dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ende [Skripsi]. Universitas Flores.

Comission, E. (2022). Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pembentukan BPBD. Flores Timur: Pemerintah Kabupaten Flores Timur.

Dacosta, N. H. (2022). Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menanggulangi bencana banjir di Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka [Skripsi]. Universitas Nusa Cendana.

Deby, A. C., Cikusin, Y., & W, R. P. (2019). Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam tahap kesiapsiagaan (Studi pada Kantor BPBD Kota Batu). Jurnal Respon Publik, 13(3), 34–41.

http://riset.unisma.ac.id/index.php/rpp/article/view/3695

Dede, C., et al. (2019). Edukasi penanganan korban erupsi gunung berapi pada karang taruna. Prosiding Pengabdian Masyarakat, 1760–1772.

DetikBali. (2025). Jadi gunung yang pertama erupsi di tahun 2025, ini dampak letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki. Tempo.co.

https://www.tempo.co/lingkungan/jadi-gunung-yang-pertama-erupsi-di-tahun-2025-ini-dampak-letusan-gunung-lewotobi-laki-laki--1190526

Eriska Nahda Tsabita, S. A. S. (2024). Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam tahap pra bencana erupsi Gunung Merapi. Jurnal Mahasiswa Wacana Publik, 4, 195–206.

Fitriani, I., et al. (2021). Analisis manajemen mitigasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terhadap bencana alam erupsi Gunung Tangkuban Perahu. JIMEA | Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, Dan Akuntansi), 5(1), 91–111.

Gebrina, R., et al. (2024). Narrative literature review: Dampak psikososial pasca bencana pada dewasa. Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education, 6(1), 25–34.

Hayati, N., et al. (2022). Analisis manajemen penanggulangan bencana erupsi Gunung Merapi berdasarkan hospital disaster plan. Jurnal Kesehatan Dan Kebencanaan, 1(4), 43–50.

Hirnima, Z. M. (2017). Studi deskriptif dampak pengembangan capacity building organisasi pada tingkat responsivitas tanggap darurat bencana di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo [Skripsi]. Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Moleong, L. (2012). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Remadja Karya.

Nazila, A. R. A. (2022). Peran aktif Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanggulangan bencana erupsi Gunung Semeru di masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Lumajang [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq.

Nurjanah, R. Sugiharto, D., Kuswanda, Siswanto, B., & Adikoesoemo. (2013). Manajemen bencana. Bandung: Alfabeta.

Oda, P. S. S., Marchezini, V., Lotta, G. S., Mota Ferreira, A., Cotting, A. L. M., Cota Dias, K. G., & Pacheco Calderon, O. L. (2025). State, institutional, and organizational capacities in disaster risk management. International Journal of Disaster Risk Reduction, 129, 105777.

https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2025.105777

Purnomo, H., & Utomo, H. (2008). Keefektifan kerjasama antar lembaga dalam operasi pemulihan terhadap bencana alam: Studi empiris di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Journal of Indonesian Economy and Business, 23(4).

Rahman, et al. (2026). Navigating risk and resilience: Exploring cultural, local responses, livelihoods, and institutions to Mount Merapi’s volcanic hazards. International Journal of Disaster Risk Reduction, 133, 105929.

https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2025.105929

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Republik Indonesia. (2008). Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Ruslanjari, D., Wahyunita, D. I., & Permana, S. (2017). Peran gender pada siklus manajemen bencana di sektor sosial ekonomi rumah tangga tani (bencana alam gempabumi dan letusan gunung api). Jurnal Geografi, 7(1).

Rusna, R. (2018). Kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Luwu Utara [Skripsi]. Universitas Hasanuddin.

Siregar, T., Rogi, O., & Tondobala, L. (2020). Pemetaan kerentanan terhadap bahaya bencana vulkanik Gunung Soputan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 25(1), 1–16.

Soekanto, S. (2002). Teori peranan. Jakarta: Bumi Aksara.

Sugiyono. (2012). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Zagarino, A., et al. (2021). Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam manajemen bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Jurnal Syntax Admiration, 2(5), 762–773.

https://doi.org/10.46799/jsa.v2i5.224

Downloads

Published

2026-05-28

How to Cite

Yovita Serviana Ona Watu, Theny I. B. K. Pah, Belandina L. Long, & Cataryn V. Adam. (2026). Peran Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam Menanggulangi Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan ILE BURA Kabupaten Flores Timur. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa Dan Pendidikan, 6(2), 332–344. https://doi.org/10.55606/cendekia.v6i2.9137