Kualitas Pelayanan E Government dalam Pelaksanaan Pelayanan Publik di Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau

Authors

  • Vina Yolanda Putri Universitas Riau
  • Zulkarnaini Zulkarnaini Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.55606/cendekia.v6i2.9081

Keywords:

Citizen, Digital Governance, E-Government, E-Library, Public Services

Abstract

Advances in information and communication technology have encouraged governments to integrate digital systems into public service delivery through e-government initiatives. In Riau Province, the Riau application at the Soeman H.S. Library exemplifies this implementation. This study examines how the Riau application enhances the effectiveness and efficiency of public services within the library. Using a descriptive qualitative method, data were collected through interviews, observations, and documentation. Findings show that the application provides convenient online access to library information and services. However, challenges remain, including limited financial resources, dependence on external parties, and insufficient feature development to meet user needs fully. These findings underscore the importance of strengthening institutional capacity, improving infrastructure, and formulating strategic plans to sustain digital library services. In line with Indonesia’s 1945 Constitution, regional governments possess autonomy to manage local affairs, aiming to improve public welfare through enhanced services, community empowerment, and civic participation while promoting regional competitiveness with attention to equity and democratic values. Following Presidential Instruction No. 3 of 2003, digital governance transformation is necessary to reduce bureaucratic barriers, integrate workflows, and support inter-institutional collaboration.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, dkk. (1995). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Arif, I. (2003). Konsep dan perencanaan dalam automasi perpustakaan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Riau. (2015). Standar operasional prosedur (SOP).

Basuki, L. S. (1991). Pengantar ilmu perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Batinggi, A., & Ahmad, B. (2013). Manajemen pelayanan publik. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Budiono, B. (1999). Pelayanan prima. Jakarta: Yayasan Kuala Indonesia.

Dwiyanto, A. (2011). Manajemen pelayanan publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ebta, S. (2012). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta. http://kbbi/pengertian.e-library (diakses 7 November 2015)

Fahmi, I. (2004). Inovasi jaringan perpustakaan digital: Network of Networks (NeONs). Makalah Seminar Universitas Muhammadiyah Malang, 4 Oktober 2004.

Faisal. (2007). Mimbar pustaka tentang perpustakaan elektronik yang sedang dikembangkan Badan Perpustakaan Provinsi Jawa Timur. Malang, Januari–Maret 2007.

Hardiyansyah. (2011). Kualitas pelayanan publik. Yogyakarta: Gava Media.

Hasibuan, Z. A. (2005). Pengembangan perpustakaan digital: Studi kasus perpustakaan Universitas Indonesia. http://www.pengembanganperpustakaandigital.com (diakses 15 November 2015)

Hicks, G. (2002). Dasar-dasar organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Moenir, H. A. S. (2001). Manajemen pelayanan umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Moenir, H. A. S. (2003). Manajemen pelayanan umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Moenir, H. A. S. (2006). Manajemen pelayanan umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Moenir, H. A. S. (2008). Manajemen pelayanan umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Moleong, J. L. (2004). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Napitupulu, P. (2007). Pelayanan publik dan customer satisfaction. Bandung: PT Alumni.

Nugroho, R. D. (2003). Kebijakan publik: Formulasi, implementasi, dan evaluasi. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/20/M.PAN/04/2006 tentang pedoman penyusunan standar pelayanan publik.

Rangkuti, F. (2008). Measuring customer satisfaction. Jakarta: Bumi Aksara.

Sedarmayanti. (2009). Reformasi administrasi publik, reformasi birokrasi, dan kepemimpinan masa depan. Bandung: Refika Aditama.

Siagian, S. P. (2006). Fungsi-fungsi manajerial. Jakarta: Bumi Aksara.

Sinambela, L. P. (2006). Reformasi pelayanan publik. Jakarta: Bumi Aksara.

Tabata, K. (1996). What is digital library. http://pengertian-e-library-menurut-ahli/ (diakses 21 Oktober 2015)

Thoha, M. (1996). Pembinaan organisasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Thoha, M. (2005). Perilaku organisasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Thoha, M. (2009). Perilaku organisasi: Konsep dasar dan aplikasinya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Thoha, M. (2010). Dimensi-dimensi prima ilmu administrasi negara. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Wahab, S. A. (1991). Analisis kebijakan: Dari formulasi ke implementasi kebijakan. Jakarta: Bumi Aksara.

Widodo, J. (2001). Good governance. Surabaya: Insan Cendekia.

Winardi. (1998). Perencanaan dan organisasi. Jakarta: PT Grafindo Persada.

Downloads

Published

2026-05-22

How to Cite

Vina Yolanda Putri, & Zulkarnaini Zulkarnaini. (2026). Kualitas Pelayanan E Government dalam Pelaksanaan Pelayanan Publik di Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa Dan Pendidikan, 6(2), 287–297. https://doi.org/10.55606/cendekia.v6i2.9081