Pembinaan Bahasa Indonesia di Ruang Digital: Studi Pemanfaatan Instagram untuk Pengenalan Padanan Kata
DOI:
https://doi.org/10.55606/cendekia.v5i4.7539Keywords:
Instagram, Language Cultivation, Language Education, Lexical Equivalents, Social MediaAbstract
This study aims to describe strategies for Indonesian language development through the use of Instagram, particularly the Story feature, as a medium for introducing Indonesian lexical equivalents. The study is grounded in the increasing use of foreign terms and code-mixing on social media, highlighting the need for language cultivation efforts that align with digital communication habits. A descriptive qualitative method was employed, with data collected from polls, question box responses, and user interaction metrics from the Instagram account @katasetara_. The findings indicate that respondents’ understanding of Indonesian lexical equivalents remains relatively low, as shown by the high percentage of incorrect answers for terms such as caption (57%), typo (56%), and headset (52%). By providing explanations in feed posts, the @katasetara_ account serves as an informative and engaging medium for language cultivation. This study concludes that Instagram holds strong potential as an effective platform for linguistic education when combined with interactive strategies and adherence to standard Indonesian language norms.
Downloads
References
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. (2018). Pedoman umum pembinaan bahasa Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kridalaksana, H. (2011). Pembinaan dan pengembangan bahasa. Gramedia.
Lauder, A. F. (2007). Perencanaan bahasa dan kedudukan bahasa Indonesia. Makara Sosial Humaniora, 11(1), 32–41.
Manik, R., Siregar, L., & Hutabarat, T. (2025). Perubahan kosakata masyarakat di era digital dan implikasinya terhadap pembinaan bahasa. Jurnal Bahasa dan Komunikasi, 12(1), 15–27.
Maspuroh, S., Dewi, A. P., & Putri, N. L. (2022). Efektivitas konten kebahasaan di Instagram dalam meningkatkan kesadaran berbahasa. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 7(2), 134–145.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2011). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru (S. Rohidi, Ed.). Universitas Negeri Semarang Press.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Nurjanah, R. (2023). Pemanfaatan konten padanan kata untuk meningkatkan kecermatan berbahasa di media sosial. Jurnal Literasi Digital, 4(1), 22–31.
Pratiwi, D. (2020). Peran media sosial dalam penyuluhan bahasa Indonesia di ruang digital. Jurnal Wahana Bahasa, 6(2), 78–89.
Rahayu, P. (2021). Pendekatan visual dalam edukasi kebahasaan di media sosial. Jurnal Komunikasi dan Bahasa, 9(1), 55–68. https://doi.org/10.15408/interaksi.v1i1.20885
Rosdiana, T. (2024). Ketidaktepatan penggunaan kosakata di Instagram: Dampak pengaruh bahasa asing dan bahasa gaul. Jurnal Bahasa dan Media, 5(3), 101–113.
Sari, M., & Ningsih, F. (2023). Strategi penyampaian pesan kebahasaan yang efektif di platform digital. Jurnal Pembelajaran Bahasa, 11(2), 89–100.
Setiawan, B. (2022). Media sosial sebagai sarana pembinaan bahasa: Peluang dan tantangan. Jurnal Linguistik Indonesia, 40(1), 63–74.
Sudaryanto. (2017). Metode dan aneka teknik analisis bahasa. Sanata Dharma University Press.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wibowo, F. A. (2019). Bahasa, media sosial, dan perubahan perilaku berbahasa generasi muda. Jurnal Bahasa dan Sastra, 14(2), 110–121.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





