Kedudukan dan Kekuatan Hukum Akta Kuasa Menjual terhadap Objek Jaminan Fidusia

Authors

  • Muhammad Yadi Harahap Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Jihan Salsabila Najma Sari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Adinda Dara Sakinah Lubis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Aisyah Syafitri Ilham Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Amanda Zahra Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i4.9512

Keywords:

Creditor, Debtor, Fiduciary Security, Legal Protection, Power of Attorney to Sell

Abstract

The growth of financing activities in Indonesia has increased the use of fiduciary security as a legal instrument to protect creditors. In practice, besides the fiduciary security deed, a power of attorney to sell is often executed, granting authority to creditors to sell the collateral object when the debtor defaults. The existence of such a deed raises legal issues concerning its legal status in fiduciary agreements, its legal force over fiduciary collateral, and the legal protection afforded to creditors and debtors. This study aims to analyze the legal position of the power of attorney to sell in fiduciary security agreements, examine its legal force over fiduciary collateral, and identify the forms of legal protection available to the parties involved. Research findings show that the power of attorney for sale is an additional agreement, so its existence depends on the existence of the main agreement in the form of a financing contract which is the basis of the legal relationship between the parties. Data were collected through library research involving primary, secondary, and tertiary legal materials, which were analyzed qualitatively. The findings indicate that the power of attorney to sell constitutes an accessory agreement whose existence depends on the principal financing agreement. The deed has binding legal force based on Articles 1792 and 1338 of the Indonesian Civil Code and serves as a supporting instrument for the exercise of creditors’ rights over fiduciary collateral. Legal protection for creditors is reflected in the assurance of debt repayment through the collateral, while debtors are protected through their rights to information, entitlement to any surplus proceeds from the sale of collateral, and access to dispute resolution through negotiation, mediation, or court proceedings.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmad, A. S., & Indradewi, A. A. (2024). Kedudukan dan Akibat Hukum Perjanjian Tambahan yang Tidak Diperbaharui dengan Perjanjian Pokoknya. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP), 4(6), 2042-2053.

Anggraeni, S. D. (2026). Perlindungan Hukum Debitur dalam Perjanjian Kredit Terkait Akta Kuasa Menjual Sebagai Dasar Eksekusi Atas Jaminan Debitur yang Wanprestasi. Jurnal Hukum & Hukum Islam, 12(2), hal. 53-62.

Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Press.

Arjaya, I., & Suhambara, N. P. (2021). Pelaksanaan Eksekusi Benda Bererak Yang Tidak Dibebani Jaminan Di Fidusia. Batulis Civil Law, 2(2), hal. 140-151.

Ascarya. (2007). Akad dan Produk Bank Syariah. Jakarta: RajaGrafindo Pers.

Ashibly. (2018). Hukum Jaminan. Bengkulu: MIH Unihaz.

Asmita, N. (2025). Pembiayaan Syariah: Konsep dan Implementasi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1), h. 221-230.

Budiani, F. (2025). Akta Kuasa Menjual/Membeli. https://www.fitribudiani.com/layanan-notaris/akta-akta/akta-kuasa-menjualmembeli diakses pada tangggal 14 Juni 2026.

Dendawijaya, L. (2009). Manajemen Perbankan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Erlindawati. (2017). Prinsip Manajemen Pembiayaan Syariah. Jurnal Iqtishaduna, 6(1), h. 82-97.

Hadrian, E. (2022). Penyelesaian Sengketa. Depok: PT RajaGrafindo.

Kasmir. (2008). Manajemen Perbankan. Depok: Rajawali Pers.

Kasmir. (2015). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Misno. (2026). Surat Kuasa: Panduan Hukum, Jenis, dan Cara Membuatnya. https://yaplegal.id/blog/surat-kuasa-panduan-hukum-jenis-dan-cara-membuatnya: diakses pada tanggal 14 Juni 2026.

Murni, T. S., & Junaidi. (2026). Wanprestasi Pengalihan Hak Sewa Tanah Kebun: Analisis Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (Studi di Desa Gagaksipat). Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 12(2), hal. 46-54.

Pramesti, T. J. (2025). Langkah Hukum Jika Pihak Lawan Tidak Melaksanakan Kesepakatan di Mediasi. https://www.hukumonline.com/klinik/a/langkah-hukum-jika-pihak-lawan-tidak-melaksanakan-kesepakatan-di-mediasi-lt55189cee7705b/ diakses pada tanggal 17 Juni 2026.

Ramdani, A. (2025). Penjelasan Pasal 1155 KUH Perdata Tentang Eksekusi Objek Gadai. https://www.lawyer-ahdanramdani.com/penjelasan-pasal-1155-kuh-perdata-tentang-eksekusi-objek-gadai/ diakses pada tanggal 14 Juni 2026.

Rivai, V. (2010). Islamic Banking and Finance. Jakarta: Bumi Aksara.

Siamat, D. (2004). Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI.

Siregar, A. K., & Aminah. (2025). Perlindungan Hukum bagi Debitur atas Pelaksanaan Kuasa Menjual dalam Akta Pengakuan Hutang. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora, dan Politik (JIHHP), 6(2), hal.1354-1360.

Sumardi. (2016). Kedudukan Kuasa Menjual atas Dasar Surat Keterangan Notaris Tentang Pembayaran Lunas dalam Pembuatan Akta Jual Beli Balik Nama . Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 1-14.

Sumitro, W. (2003). Asas-Asas Perbankan Islam dan Lembaga-Lembaga Terkait. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Wijaya, E. K. (2024). Kedudukan dan Kekuatan Hukum Surat Kuasa Menjual dalam Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli Tanah (Studi Kasus pada Kantor Notaris/PPAT Baiq Hayinah S.H di Kota Bima). Jurnal Of Law and Sharia, 2(2), hal. 121-137.

Yanti, Y. E., & Trisaka, A. (2023). Peralihan Hak Tanah Menggunakan Akta Kuasa Mutlak: Tindak Lanjut Perjanjian Pengikatan Jual Beli tanah. Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan, 12(2), hal. 207-222.

Zainuddin, A. (2017). Kedudukan Hukum Surat Kuasa Menjual terhadap Objek Jaminan yang Dibebani Hak Tanggungan. Jurnal Al-Himayah, 1(2), hal. 297-316.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Muhammad Yadi Harahap, Jihan Salsabila Najma Sari, Adinda Dara Sakinah Lubis, Aisyah Syafitri Ilham, & Amanda Zahra Nasution. (2026). Kedudukan dan Kekuatan Hukum Akta Kuasa Menjual terhadap Objek Jaminan Fidusia. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(4), 675–687. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i4.9512

Similar Articles

<< < 34 35 36 37 38 39 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)