Efektivitas Penegakan Hukum terhadap Residivis Tindak Pidana Narkotika

Studi Kasus Putusan Nomor 154/Pid.Sus/2018/PN Yyk dan Putusan Nomor 51/Pid.Sus/2020/PN Tte

Authors

  • Raden Rara Hapsari Tunjung Sekartaji Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
  • Nur Mailinda Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i3.8582

Keywords:

Criminal Sentence Increase, Law Enforcement, Narcotics Crimes, Recidivism, Rehabilitation

Abstract

The phenomenon of recidivism in narcotics crimes indicates that the rehabilitation and punishment approaches applied have not been fully able to prevent recurrence of crimes. This study aims to analyze the effectiveness of law enforcement against recidivists in narcotics crimes in two court decisions, namely Decision Number 154/Pid.Sus/2018/PN Yyk and Decision Number 51/Pid.Sus/2020/PN Tte. Case studies are used to assess the effectiveness of law enforcement, especially against perpetrators who have previously undergone rehabilitation but have re-committed crimes with more complex roles. This study uses a normative legal method with a statutory approach and a case approach, which are analyzed qualitatively based on law enforcement theory and the objectives of punishment. The results show that normatively there are regulations on rehabilitation and increased sentences for recidivists, but their effectiveness is not optimal, partly due to the lack of post-rehabilitation regulations that are expressly regulated in the law and the lack of integrated data systems between rehabilitation institutions and the courts. This condition causes rehabilitation to not fully function as a preventive instrument against recurrence of crimes. This study recommends strengthening post-rehabilitation regulations and integrating information systems between agencies as part of a more preventive and sustainable criminal law policy reform.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifah, F. (2024). Pembaharuan hukum pidana di Indonesia: Analisis tentang pidana pengawasan dan asas keseimbangan. Lex Renaissance, 9(1), 1–22. https://doi.org/10.20885/JLR.vol9.iss1.art1

Aisyah, A. M., Thalib, H., & Mamonto, M. A. W. W. (2025). Efektivitas rehabilitasi pengguna narkotika dalam mencegah pengulangan tindak pidana narkotika. Legal Dialogica, 1(1), 1–11. https://doi.org/10.60034/qz31q574

Anugrah, A., Anhar, V. Y., et al. (2019). Remaja dan bahaya narkoba: Strategi pencegahan dan penanganan komprehensif untuk generasi muda yang lebih sehat. Uwais Inspirasi Indonesia.

Bahri, S. (2024). Hukum pidana sebagai instrumen penegakan keadilan dan upaya meminimalisir pelanggaran hukum dalam masyarakat. Jurnal Ameena, 2(4), 425–436. https://doi.org/10.63732/aij.v2i4.135

Joharsah, & Sulubara, S. M. (2025). Pendekatan holistik rehabilitasi narkotika: Integrasi medis, sosial, dan komunitas: Tujuan pemidanaan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2), 559–567. https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.1101

Nugroho, S. S., Haryani, A. T., & Farkhani. (2020). Metodologi riset hukum. Oase Pustaka.

Nur'Aini, I., Pandin, A. I., Et Al. (2025). Kebijakan hukum pidana dalam penanggulangan penyalahgunaan narkotika. Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia, 2(3), 71–83.

Peraturan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan rehabilitasi berkelanjutan. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 1126.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan institusi penerima wajib lapor. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 20.

Risman, T. S., & Munajar, A. (2026). Dampak kejahatan dan narkoba di Amerika Utara terhadap keamanan warga. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 5(1), 1041–1054.

Rivanie, S. S., Muchtar, S., Muin, A. M., & Prasetya, M. D. (2022). Perkembangan teori-teori tujuan pemidanaan. Tinjauan Hukum Halu Oleo, 6(2), 176–188. https://doi.org/10.33561/holrev.v6i2.4

Ruhyat, U., & Ardiansyah. (2024). Analisis yuridis penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba untuk menimbulkan efek jera dengan sanksi pidana. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(5), 5481–5494.

Salwa, A., & Rasji. (2024). Tinjauan yuridis terhadap tindak pidana akibat penyalahgunaan narkotika ditinjau menurut hukum positif Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 5(7).

Saraya, S., & Handayani, Y. (2023). Rehabilitasi penyalahguna narkotika dengan double track system dalam pemidanaan di Indonesia. Jurnal ADIL Indonesia, 4(2), 68–81. https://doi.org/10.35473/aij.v4i2.2418

Sholehuddin, M. (2003). Sistem sanksi dalam hukum pidana: Ide dasar double track system & implementasinya. Radja Grafindo Persada.

Soekanto, S. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. PT Rajawali Pers.

Tarigan, D. E., Suliandi, M., & Maryani, A. (2025). Penerapan delik pembantuan dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh militer. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(3), 2979–2986. https://doi.org/10.61104/alz.v3i3.1563

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6842.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 143. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5062.

Downloads

Published

2026-03-05

How to Cite

Raden Rara Hapsari Tunjung Sekartaji, & Nur Mailinda. (2026). Efektivitas Penegakan Hukum terhadap Residivis Tindak Pidana Narkotika: Studi Kasus Putusan Nomor 154/Pid.Sus/2018/PN Yyk dan Putusan Nomor 51/Pid.Sus/2020/PN Tte. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(3), 690–699. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i3.8582

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.