Keadilan Substantif dalam Penetapan Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen di Kabupaten Magelang

Authors

  • Anugraheni Wardah Ulinnuha Universitas Tidar
  • Can Gita Yuliana Universitas Tidar
  • Kingkin Setyaningsih Universitas Tidar
  • Destri Tsurayya Istiqamah Universitas Tidar

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i3.8605

Keywords:

Compensation, Deliberation, Land Acquisition, National Strategic Project, Substantive Justice

Abstract

Infrastructure development as a National Strategic Project (NSP), such as the Yogyakarta-Bawen Toll Road, aims to improve public welfare but often faces a crucial issue in the land acquisition process, namely the determination of compensation. This research examines the application of substantive justice, which focuses not only on procedural compliance (procedural justice) but also on the fairness and adequacy of the final outcome for the entitled parties. Using a juridical-empirical approach, this article analyzes two main problems: first, how substantive justice is realized in the deliberation stage of determining compensation and what factors cause disagreement from residents. Second, how the overall stages of land acquisition affect the achievement of substantive justice and the obstacles encountered. The analysis shows that although the land acquisition stages have procedurally followed Law No. 2 of 2012, the achievement of substantive justice is still hindered. Factors such as the appraisal of compensation which is deemed not to cover non-physical losses, lack of transparency, and an imbalanced bargaining position in deliberations are the main causes of disagreement. Obstacles in the planning, socialization, and payment stages also impede the realization of a complete sense of justice for the affected communities. This study is expected to contribute to the development of land acquisition policies that prioritize fairness, transparency, and the protection of the rights of affected communities.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adenia, A. (2024). Mekanisme, permasalahan dan dampak pengadaan tanah pada tanah desa untuk kepentingan umum pembangunan Tol Jogja-Bawen di Yogyakarta (Skripsi/Tesis). STPN.

Alim, S. (2024). Pemberian ganti kerugian pengadaan tanah untuk kepentingan umum terhadap tanah hak milik. Gorontalo Law Review, 7(1), 42–57. https://doi.org/10.32662/golrev.v7i1.3332

Anjhany, L., & Ramli, A. (2025). Pengadaan tanah yang mengenai tanah instansi: Studi kasus pembangunan Jalan Tol Bawen-Jogja terhadap lahan pertanian SMK Negeri 1 Bawen. [Nama Jurnal], 909–936.

Arba, M. (2019). Hukum pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Jakarta: Sinar Grafika.

Armawi, A., Effendy, S., Subejo, & Apriliyanti, K. (2024). Redesain potensi lokal kewilayahan Desa Pakunden Magelang berbasis agro-ekowisata pasca konversi lahan terdampak Tol Jogja-Bawen. Jurnal Parikesit: Jurnal Pengabdian Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna, 2(1), 198–211. https://doi.org/10.22146/parikesit.v2i1.10293

Detikcom. (2024, October 1). Pembebasan lahan Tol Jogja-Bawen Seksi 1 sisakan 2 persen, ini kendalanya.

Dinas Pertanahan Aceh. (2021). Peran penilai dalam pengadaan tanah.

Efendi, S. (2023). Hukum pengadaan tanah berbasis nilai keadilan sosial. Banyumas: Amerta Media.

Fauzi, A., & Hartono, B. (2020). Prinsip alat tangkap ramah lingkungan dalam pengelolaan perikanan. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 15(1), 77–85.

Hafizh, F., & Zefri. (2022). Strategi pelaksanaan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum (Studi kasus: Pengadaan tanah Jalan Tol Bogor Outer Ring Road Seksi IIIA). Journal of Urban and Regional Development Studies, 1(1), 14–24. https://doi.org/10.58344/jhi.v1i2.7

Harjono, D. K. (2023). Tanggung jawab penilai dalam pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Jurnal Hukum Indonesia, 2(1), 14–24. https://doi.org/10.58344/jhi.v1i2.7

HeyLaw. (2024, January 6). Permasalahan ganti rugi pengadaan tanah infrastruktur.

Hukum, A., Rugi, G., Pengadaan, D., & Untuk, T. (2022). Kepentingan umum. E-Journal Komunikasi Yustisia, 5, 290–299. https://doi.org/10.23887/jatayu.v5i1.46072

Kelurahan Sogaten. (2024). Mekanisme pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

Kusuma, A. (2019). Ganti rugi tanah sisa pada pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar: Akibat hukum dan konflik pertanahan. Jurnal Cepalo, 3(1). https://doi.org/10.25041/cepalo.v3no1.1785

Latifolia, T. R. (2025). Efektivitas hukum pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dalam perspektif asas keadilan dan kepastian hukum di Kabupaten Magelang. Al-Zayn: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial, 3(6).

Maghfiroh, L. (2025). Mewujudkan justice as fairness: Analisis ketidakmerataan pelayanan kesehatan di Indonesia menurut teori John Rawls. Media Hukum Indonesia, 3(4), 225–232. https://doi.org/10.5281/zenodo.17433104

Margaretha, N. (2022). Perlindungan hak Pemerintah Republik Indonesia atas pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum yang ganti kerugiannya dikuatkan oleh pengadilan dengan lewat batas waktu. Jurnal Hukum dan Kenotariatan, 6, 1130–1147. https://doi.org/10.33474/hukeno.v6i2.15711

Mogi, E. G., Sondakh, J., & Sondakh, D. K. (2021). Kajian hukum terhadap pelaksanaan musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Lex Administratum, 9(8), 217–227.

Nugroho, A. (2016). Proses negosiasi dalam penetapan ganti rugi pengadaan tanah guna kepentingan umum (Studi kasus pada proyek Tol Ungaran-Bawen).

Pemerintah Indonesia. (2012). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Roma, D. I., & Coop, S. O. C. (2017). Penerapan hukum standar ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan demi kepentingan umum. Lex Administratum, 5(3), 1–59.

Santoso, U. (2018). Hukum pengadaan tanah dan pendaftaran hak atas tanah. Surabaya: Revka Petra Media.

Setiawan, I. K. O. (2023). Hukum agraria. Bandung: Penerbit Reka Cipta.

Suryaningrum, F. R., & Imanullah, M. N. (2022). Problematika konsinyasi sebagai mekanisme dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum (Studi kasus pembangunan Jalan Tol Solo-Mantingan). Privat Law, 10(2), 257–267.

Susanto, E. (2026, January 9). Warga Sambeng geruduk BPN Magelang tolak tanahnya untuk uruk Tol Jogja-Bawen. Detik.com.

Susilo, D., & Qona'ah, A. (2023). Studi produktivitas peralatan berat dalam proyek pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen: Analisis dan rekomendasi kinerja efisien. Jurnal Ilmiah Telsinas Elektro, Sipil dan Teknik Informasi, 6(1), 74–87. https://doi.org/10.38043/telsinas.v6i1.4454

Syah, I. M. (2022). Analisis perlindungan hukum dalam konteks pembebasan lahan hijau. Jurnal IKRA-ITH Humaniora, 6(2).

Taupiqqurrahman, & Sari, D. S. N. I. (2023). Problematika pengadaan tanah di Indonesia: Tinjauan pengaturan dan pelaksanaan. Simbur Cahaya, 30(1), 116–132. https://doi.org/10.28946/sc.v30i1.2748

Tim Penulis WIDINA. (2023). Hukum pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Bandung: CV Widina Media Utama.

Tim Redaksi Dekrit. (2024). Asas keadilan dalam pengaturan pengadaan tanah untuk kepentingan umum. DEKRIT (Jurnal Magister Ilmu Hukum), 14(1).

Downloads

Published

2026-05-04

How to Cite

Anugraheni Wardah Ulinnuha, Can Gita Yuliana, Kingkin Setyaningsih, & Destri Tsurayya Istiqamah. (2026). Keadilan Substantif dalam Penetapan Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen di Kabupaten Magelang. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(3), 752–765. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i3.8605

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.