Pancasila sebagai Living Ideology: Strategi Deradikalisasi dan Penguatan Toleransi di Tengah Arus Globalisasi Digital

Authors

  • Muhammad Haizul Falah STKIP PGRI Sumenep
  • Matroni Matroni STKIP PGRI Sumenep

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i3.6013

Keywords:

Pancasila, Living Ideology, Radicalism, Digital Globalization

Abstract

This study explores the strategic role of Pancasila as a living ideology in addressing the rising challenges of radicalism and intolerance in the era of digital globalization. The increasing spread of radical ideologies through social media, along with the growing exclusivist attitudes within Indonesia’s multicultural society, demands an adaptive and applicable ideological approach. This research employs a descriptive qualitative method using literature review techniques. The findings indicate that collaboration among state institutions, civil society organizations, and educational institutions is crucial in grounding the values of Pancasila within public and digital spaces. Deradicalization strategies that emphasize ideological education, media literacy, and humanistic approaches have proven more effective in fostering tolerance and preventing the spread of extremist ideologies. This study affirms that Pancasila must continuously be revitalized through cross-sectoral, concrete actions to remain relevant and influential in preserving national unity.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfian. (1987). Pancasila sebagai Ideologi Terbuka: Telaah Dinamis dan Inklusif. Jakarta: LP3ES.

Ali, M. (2015). Radikalisme, Terorisme, dan Pancasila: Perspektif Pendidikan Humanis. Jurnal Pendidikan Karakter, 5(1), 67–79.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). (2024). BPIP: Intoleransi Adalah Akar Radikalisme. https://bpip.go.id/berita/intoleransi-adalah-akar-radikalisme/

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). (2023). BNPT Temukan 2.670 Konten Bermuatan Radikalisme dan Terorisme Sepanjang 2023. Diakses dari: https://bandung.kompas.com/read/2023/12/30/071118678

BNPT. (2023). Generasi Z dan Perempuan Paling Rentan Terpapar Radikalisme. Diakses dari: https://www.antaranews.com/berita/3150245

Badan Pusat Statistik. (2023). Jumlah dan Persentase Penduduk Menurut Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Daerah. Jakarta: BPS RI. Diakses dari https://www.bps.go.id

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). (2023). Generasi Z dan Perempuan Jadi Sasaran Utama Penyebaran Radikalisme di Media Sosial. Jakarta: BNPT. Diakses dari https://www.bnpt.go.id

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). (2024). Intoleransi sebagai akar radikalisme dan terorisme: Strategi membumikan nilai-nilai Pancasila. Jakarta: BPIP. Diakses dari https://bpip.go.id

Berger, P. L. (1994). Ideology and Social Theory: A Sociological Critique. New York, NY: Basic Books.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). (2023a). Pendekatan Lunak dalam Deradikalisasi: Strategi Dialog, Edukasi, dan Pemberdayaan. Jakarta: BNPT. Diakses dari https://www.bnpt.go.id

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). (2024b). Kolaborasi dengan Organisasi Masyarakat Sipil dalam Penguatan Nilai Kebangsaan. Jakarta: BNPT. Diakses dari https://www.bnpt.go.id

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). (2025). Pendekatan Deradikalisasi Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal di Wilayah Rawan Konflik. Jakarta: BNPT. Diakses dari https://www.bnpt.go.id

BPIP. (2020). Panduan Pelaksanaan Sinergi Lintas Sektor dalam Pembinaan Ideologi Pancasila. Jakarta: BPIP.

Buckingham, D. (2003). Media Education: Literacy, Learning and Contemporary Culture. Polity Press.

BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). (2021). Modul Deradikalisasi dan Reintegrasi Sosial. Jakarta: BNPT.

Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Haz, F. S., dkk. (2024). Peran Pendidikan Pancasila dalam Menangkal Krisis Identitas Nasional di Era Digital. Jurnal Pendidikan dan Pancasila Integratif (JPPI).

Hasan, N. (2018). Radikalisme Agama dan Tantangan Multikulturalisme di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Hilmy, M. A. (2013). Intoleransi dan Konflik Sosial di Indonesia: Sebuah Kajian Sosiologis. Jakarta: Kencana.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2024). Kominfo Blokir Ribuan Konten Radikal Sepanjang 2023. https://kominfo.go.id

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). (2021). Literasi Digital Nasional: Modul Pelatihan. Jakarta: Kominfo.

Kaelan. (2013). Filsafat Pancasila: Kajian Historis dan Normatif. Yogyakarta: Paradigma.

Lembaga Survei Indonesia (LSI). (2022). Survei Nasional: Sikap Masyarakat terhadap Keberagaman Agama dan Pemimpin Minoritas. Jakarta: LSI. Diakses dari https://www.lsi.or.id

Mulyana, A. (2021). Radikalisme dan Dinamika Sosial Politik di Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moleong, L. J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Notonagoro. (1975). Pancasila secara Ilmiah Populer. Jakarta: Pantjuran Tujuh.

Nasrullah, R. (2018). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Jakarta: Kencana.

Rahmania, A., Zulfikar, M., & Ma’arif, M. A. (2024). Urgensi literasi digital dalam penguatan critical thinking pemilih pemula. Citizenship Journal, 3(1), 18–29. https://journal.uad.ac.id/index.php/citizenship

Rahmania, A., Zulfikar, M., & Ma’arif, M. (2024). Urgensi Literasi Digital Dalam Penguatan Critical Thinking Pemilih Pemula. Citizenship Journal, Universitas Ahmad Dahlan.’

Suryaningsih, W. dkk. (2023). Penguatan Literasi Digital melalui Pendidikan Pancasila untuk Mengantisipasi Hoaks di Kalangan Mahasiswa. Jurnal Kwangsan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Suryaningsih, W., Hidayat, R., & Nurdin, F. (2023). Penguatan literasi digital melalui Pendidikan Pancasila untuk mengantisipasi hoaks di kalangan mahasiswa. Jurnal Kwangsan, 11(2), 145–160. https://jurnal.kemdikbud.go.id/index.php/kwangsan

Soesatyo, B. (2023). Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan landasan utama dalam melawan radikalisme [Pidato resmi]. Jakarta: Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Diakses dari https://www.mpr.go.id

Schmid, A. P. (2014). Radicalisation, De-Radicalisation, Counter-Radicalisation: A Conceptual Discussion and Literature Review. The Hague: ICCT Press. https://icct.nl/publication/radicalisation-de-radicalisation-counter-radicalisation-a-conceptual-discussion-and-literature-review/.

Setara Institute. (2019). Potret Intoleransi dan Radikalisme di Lingkungan Pendidikan.

Setara Institute. (2019). Radikalisme di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa. Jakarta: Setara Institute.

Tlonaen, F., & Saingo, J. (2022). Korelasi antara pemahaman ideologi Pancasila dan sikap intoleransi di kalangan pelajar. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 22–34. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpka

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Wahid Institute. (2020). Laporan Tahunan Kebebasan Beragama dan Intoleransi di Indonesia.

Yamin, M. (2020). Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila dalam Membangun Kesadaran Kebangsaan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2025-07-03

How to Cite

Muhammad Haizul Falah, & Matroni Matroni. (2025). Pancasila sebagai Living Ideology: Strategi Deradikalisasi dan Penguatan Toleransi di Tengah Arus Globalisasi Digital. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 4(3), 763–782. https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i3.6013

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.