Proses Pembentukan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2021 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan di Kabupaten Takalar Perspektif Dusturiyah

Authors

  • Fathan Mubina Ramadhan Hajir Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Darussalam Syamsuddin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Sippah Chotban Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i1.8587

Keywords:

Community Participation, Fishermen Empowerment, Fishermen Protection, Regional Regulation, Siyasah Dusturiyah

Abstract

This research discusses the role of the community in the formation of Regional Regulation (PERDA) Number 5 of 2021 in Takalar Regency from the perspective of siyasah dusturiyah. The aim of this research is to analyze: (1) the participation of fishermen in the formation of the PERDA, (2) the government's efforts in the protection and empowerment of fishermen, and (3) the dusturiyah perspective on the formation of the PERDA. The study uses a qualitative approach with field research methods, relying on interviews and observations as data collection techniques. Data processing is carried out through reduction and categorization, and its validity is tested through transferability, dependability, and credibility. The research findings show that fishermen have actively participated in activities organized by the local government. Protection and empowerment of fishermen are carried out in accordance with the mandate of PERDA No. 5 of 2021. The process of forming the PERDA is also in line with the principles of siyasah dusturiyah, such as alignment with the 1945 Constitution and national law, strengthening regional autonomy and decentralization, principles of welfare and social justice, as well as respect for human rights (HAM). Furthermore, it supports public participation, accountability, and the balance of economic development.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adolph, R. (2016). Implementasi Perda Nomor 5 Tahun 2021 tentang penggunaan alat penangkapan ikan dan pemberdayaan nelayan kecil di wilayah Kabupaten Lamongan. Surabaya: PRAJA Observer.

Annisa, N. (2011). Partisipasi masyarakat dalam pembentukan peraturan daerah di Kota Pare-Pare perspektif siyasah dusturiyah: Telaah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 (Doctoral dissertation, IAIN Pare-Pare).

Arifin, A. (2014). Pemanfaatan ruang kapasitas struktur sebagai strategi peningkatan kesejahteraan nelayan pesisir di Kabupaten Takalar. Sosio Humanika, 7(1), 89–106.

Asyya, M. F., & Agusta, I. (2021). Analisis partisipasi nelayan dalam program asuransi nelayan. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], 5(2), 294–311. https://doi.org/10.29244/jskpm.v5i2.818

Leilani, A., & Restuwati, I. (2016). Partisipasi nelayan dalam kelompok usaha bersama bidang penangkapan ikan: Kasus pada KUB di Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan, 10(1). https://doi.org/10.33378/jppik.v10i1.68

Mardijono. (2008). Persepsi dan partisipasi nelayan terhadap pengelolaan kawasan konservasi laut Kota Batam. Program Pasca Sarjana Manajemen Sumberdaya Pantai, Universitas Diponegoro, Semarang.

Mustanir, A. (2017). Partisipasi masyarakat dalam musyawarah rencana pembangunan di Kelurahan Kanyuara Kecamatan Watang Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang. Jurnal Politik Profetik, 5(2), 247–261.

Quraish, S. (2021). Tafsir Al-Mishbah pesan, kesan, dan kesesuaian Al-Qur’an. Malang: Lentera Hati.

Rewa, I. (2019). Jurnal Pemikiran, Sosial, & Budaya. Takalar: Sekretariat Daerah Kabupaten Takalar.

Rosari, A., & Yasniwati, Y. (2023). Pengaturan kegiatan usaha perikanan tangkap di laut territorial dan zona ekonomi eksklusif Indonesia (ZEEI) dan kapal tangkap ikan nelayan di Provinsi Sumatera Barat. UNES Law Review, 5(4), 2033–2054. https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i4.580

Saebeni, B. A. (2015). Fiqh siyasah: Terminologi dan lintasan politik Islam. Pustaka Media.

Thalib, H., Nusi, M., & Abd Razak, D. (2023). Partisipasi masyarakat pada pelaksanaan reses anggota DPRD Fraksi PAN Kota Gorontalo. Provider Jurnal Ilmu Pemerintahan, 2(1), 19–32. https://doi.org/10.59713/projip.v2i1.386

Ummah, V. R. (2022). Politik hukum pembentukan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan Dan Politik Islam.

Wijayanti, N. E., & Radjawane, C. (2023). Strategi mitigasi pemulihan pendapatan nelayan Pattorani di Kabupaten Takalar. Mitigation strategy for Pattorani fishermen's income recovery in Takalar district, 5(1), 49–61.

Zainuddin, & Riza, F. (2021). Melindungi nelayan dari persoalan hukum melalui lembaga bantuan hukum. DELEGATA: Jurnal Ilmu Hukum, 6(1), 383–388.

Zarkasi, A. (2004). Pembentukan peraturan daerah berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jurnal Ilmu Hukum INOVATIF, 2(4), 104–120.

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Fathan Mubina Ramadhan Hajir, Darussalam Syamsuddin, & Sippah Chotban. (2026). Proses Pembentukan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2021 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan di Kabupaten Takalar Perspektif Dusturiyah. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(1), 915–925. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i1.8587

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.