Analisis Penjatuhan Pidana di Bawah Ancaman Minimum Tindak Pidana Narkotika dalam Asas Legalitas dan Kemandirian Hakim

Studi Putusan Nomor 7853/K/Pid.Sus/2024

Authors

  • Asa Maghriza Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
  • Marwan Suliandi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i3.8586

Keywords:

Criminal Sanctions, Judicial Discretion, Minimum Sentence, Principle of Legality, Substantive Justice

Abstract

This study analyzes the juridical issues related to the implementation of criminal sanctions below the statutory minimum, as reflected in Cassation Decision Number 7853/K/Pid.Sus/2024. The focus of this research centers on the tension between the rigid provisions of Article 111 paragraph (1) of Law No. 35 of 2009 concerning narcotics and the reality of judicial practice, which often deviates from these provisions. This phenomenon raises debates regarding the extent to which the principle of legality can be compromised in pursuit of justice without undermining the pillar of legal certainty within Indonesia’s criminal justice system. Using a normative legal research method with a statutory and case study approach, this study qualitatively analyzes judges’ considerations. The findings indicate that, although the policy of imposing sentences below the minimum carries the risk of creating legal uncertainty, the Supreme Court in this case reinterpreted the principle of legality. Judges tend to prioritize proportionality and substantive justice to avoid purely mechanical punishment. The study concludes that, while judicial discretion represents a concrete expression of judicial independence, such practice requires clearer normative parameters. Without explicit regulation, deviations from the statutory minimum risk widening disparities in judicial decisions. Therefore, standardized sentencing guidelines are necessary to preserve legal integrity while maintaining a sense of justice for defendants.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arief, B. N. (2016). Kebijakan legislatif dalam penanggulangan kejahatan. Kencana.

Azzahra, S. P., & Tuan. (2023). Analisis penyalahgunaan narkotika di Indonesia ditinjau dari aspek hukum pidana. Jurnal Multilingual, 3(3), 392-401. https://doi.org/10.26499/multilingual.v3i3.448

Damun, & Suliandi, M. (2025). Analisis penerapan keadilan restoratif sebagai upaya penyelesaian perkara tindak pidana ringan. Jurnal Hukum Staatrechts, 8(2), 49-62. https://doi.org/10.52447/sr.v8i2.8731

Dewi, W. P. (2019). Penjatuhan pidana penjara atas tindak pidana narkotika oleh hakim di bawah ketentuan minimum ditinjau dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jurnal Hukum Magnum Opus, 2, 55–73. https://doi.org/10.30996/jhmo.v2i2.2181

Dworkin, R. (1986). Law’s empire. Harvard University Press.

Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura. (2020, September 15). Penemuan hukum oleh hakim (Rechtvinding).

Harahap, M. Y. (2016). Pembahasan permasalahan dan penerapan KUHAP. Sinar Grafika.

Hiariej, E. O. S. (2019). Asas legalitas dalam hukum pidana Indonesia. Erlangga.

Mahkamah Agung Republik Indonesia & Komisi Yudisial Republik Indonesia. (2009). Keputusan Bersama Ketua Mahkamah Agung RI dan Ketua Komisi Yudisial RI tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Jakarta.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2015). Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2015 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan. Jakarta: Mahkamah Agung RI.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2024). Putusan Mahkamah Agung Nomor 7853 K/Pid.Sus/2024. Retrieved from

Manan, B. (2014). Kekuasaan kehakiman Indonesia. FH UII Press.

Manan, B., & Magnar, K. (1997). Beberapa masalah hukum tata negara Indonesia (Edisi revisi). Alumni.

Mertokusumo, S. (2009). Penemuan hukum. Liberty.

Muladi, & Arief, B. N. (2010). Teori-teori dan kebijakan pidana. Alumni.

Mulingka, F. A. (2015). Fungsi dan kedudukan hakim dalam sistem peradilan pidana kaitannya dengan kemandirian hakim. Lex Administratum, III(6), 34-42.

Ngani, N. (2012). Metodologi penelitian dan penulisan hukum. Pustaka Yustisia.

Nurdin, M. (2018). Kajian yuridis penetapan sanksi di bawah sanksi minimum dalam penyalahgunaan narkotika. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 13(2), 259-274. https://doi.org/10.33059/jhsk.v13i2.924

Putra, A. B. (2025). Analisis yuridis normatif terhadap pemanfaatan dan pertanggungjawaban hukum artificial intelligence dalam aspek cybercrime di Indonesia. IKRA-ITH Humaniora, 9(2), 946-955. https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v9i2

Rahardjo, S. (2009). Hukum progresif: Sebuah sintesa hukum Indonesia. Genta Publishing.

Rahardjo, S. (2010). Hukum progresif: Hukum yang membebaskan. Kompas.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sekretariat Negara.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Sekretariat Negara.

Sirait, T. M. (2021). Hukum pidana khusus dalam teori dan penegakannya. Deepublish.

Tallesang, S. (2013). Dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan pidana bersyarat sebagai alternatif pidana penjara (Studi di Pengadilan Negeri Malang). Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

Teguh, P. (2014). Hukum pidana (Edisi revisi). PT RajaGrafindo Persada.

Downloads

Published

2026-03-07

How to Cite

Asa Maghriza, & Marwan Suliandi. (2026). Analisis Penjatuhan Pidana di Bawah Ancaman Minimum Tindak Pidana Narkotika dalam Asas Legalitas dan Kemandirian Hakim : Studi Putusan Nomor 7853/K/Pid.Sus/2024. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(3), 810–826. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i3.8586

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.