Implikasi Hukum Kebijakan Vaksinasi di Indonesia: Analisis Studi Kasus Peredaran Vaksin Ilegal dan Palsu

Authors

  • Dielasy Budiarti Universitas Sari Mulya Banjarmasin
  • Dede Mahdiyah Universitas Sari Mulya Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i4.6449

Keywords:

Consumer Protection, Counterfeit Vaccines, Criminal Acts, Electronic Information, Health Law

Abstract

The COVID-19 pandemic has accelerated the vaccination program in Indonesia as an effort to mitigate the health crisis. However, this emergency has also opened up opportunities for the widespread circulation of illegal and counterfeit vaccines, threatening public safety. This article aims to analyze the legal implications of this phenomenon through a normative-empirical approach using case studies. Three main cases are analyzed: the 2016 national counterfeit vaccine case, the 2021 illegal COVID-19 vaccine sales case in North Sumatra, and the falsification of COVID-19 vaccine certificates that occurred between 2021 and 2022. The analysis focuses on identifying legal loopholes, weaknesses in the oversight system, and their consequences for human rights protection and the integrity of public health programs. The results show fragmented oversight of vaccine distribution, weak transparency in the vaccine supply chain, and legal sanctions that have not provided a significant deterrent effect on perpetrators of health crimes. These conditions not only threaten individual safety but also undermine public trust in the national vaccination program. Inconsistent law enforcement and weak inter-agency coordination have exacerbated the situation. Therefore, efforts are needed to strengthen stricter regulations, increase synergy between supervisory and law enforcement agencies, and secure an integrated and transparent health information system. These measures are expected to ensure the security of vaccine distribution and enhance the accountability of the vaccination program in Indonesia, thus optimally protecting the public's right to health.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andi Hamzah. (2005). Hukum pidana Indonesia. Sinar Grafika.

Antara. (2021, Desember 16). Perkara suntik vaksin COVID, hakim vonis dokter Gita 3 bulan penjara. Antara News Bengkulu. https://bengkulu.antaranews.com/berita/300720/perkara-suntik-vaksin-covid-hakim-vonis-dokter-gita-3-bulan-penjara

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2016, Juli 19). Siaran pers bersama tentang vaksin palsu.

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2016, Juni 24). Vaksin palsu, masyarakat tidak perlu panik.

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) jo. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021.

Geovanie, D. G., & Dana, K. B. R. A. (2021). Perlindungan konsumen terhadap kasus vaksin palsu dalam perspektif undang-undang. Jurnal Locus Delicti, 2(1), 1–12. https://doi.org/10.23887/jld.v2i1.454

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016, Juni 24). Langkah pemerintah dalam penanganan vaksin palsu.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Tahun 2016.

Kepolisian Negara Republik Indonesia. (2021). Buletin Edisi 109 Tahun 2021.

Moeljatno. (2008). Asas-asas hukum pidana (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Pengadilan Negeri Bekasi. (2016). Putusan Nomor 1508/Pid.Sus/2016/PN.Bks: Perkara Hidayat Taufiqurrohman dan Rita Agustina. https://putusan3.mahkamahagung.go.id

Pengadilan Negeri Bekasi. (2016). Putusan Nomor 1509/Pid.Sus/2016/PN.Bks: Perkara Mirza. https://putusan3.mahkamahagung.go.id

Pengadilan Negeri Bekasi. (2016). Putusan Nomor 1500/Pid.Sus/2016/PN.Bks:

Pengadilan Negeri Medan. (2021). Putusan perkara Silviawaty terkait jual beli vaksin COVID-19 ilegal. https://news.detik.com/berita/d-5807643

Pengadilan Negeri Medan. (2022). Putusan perkara Suhadi dalam kasus vaksin COVID-19 ilegal. https://medanbisnisdaily.com/news/online/read/2022/01/31/150163

Pengadilan Negeri Medan. (2023). Putusan perkara dr. Tengku Gita Aisyaritha: Vonis vaksin ilegal. https://bengkulu.antaranews.com/berita/300720

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi

Perkara Nilna Farida. https://putusan3.mahkamahagung.go.id

Pengadilan Negeri Pekanbaru. (2016). Putusan Nomor 1085/Pid.Sus/2016/PN.Pbr: Perkara Wiwit Mulyono alias Wino. https://putusan3.mahkamahagung.go.id

Rinukti, N. S., Rastika, D. G. B., & Triwinanti, N. (2023). Distribution potential analysis of falsified Corona Virus Disease-19 (COVID-19) vaccine in Indonesia. Eruditio: Indonesia Journal of Food and Drug Safety, 3(2), 119–135. https://doi.org/10.54384/eruditio.v3i2.111

Shidarta. (2006). Hukum perlindungan konsumen Indonesia. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Sidharta, A. (2010). Hukum perlindungan konsumen Indonesia. Mandar Maju.

Silalahi, F. G., & Yang, R. (2020). Pertanggungjawaban pidana terhadap tindak pidana penyebaran vaksin palsu oleh petugas farmasi pada masyarakat (Studi Putusan Nomor 1508/Pid.Sus/2016/PN Bks). TAQNIN: Jurnal Syariah dan Hukum, 1(2), 1–15. https://doi.org/10.30821/taqnin.v1i2.6474

Silitonga, I. (2022, Januari 31). Kasus jual beli vaksin, mantan pejabat Dinkes Sumut diganjar 1 tahun bui. MedanBisnisDaily. https://medanbisnisdaily.com/news/online/read/2022/01/31/150163/kasus_jual_beli_vaksin_mantan_pejabat_dinkes_sumut_diganjar_1_tahun_bui/

Suryani, L. K. (2014). Hukum kesehatan: Aspek tanggung jawab hukum tenaga kesehatan dan institusi pelayanan kesehatan. Kencana.

Syahputra, I. (2021, Desember 21). Perantara jual beli vaksin Corona ilegal di Medan divonis 20 bulan bui. DetikNews. https://news.detik.com/berita/d-5806444/perantara-jual-beli-vaksin-corona-ilegal-di-medan-divonis-20-bulan-bui

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 jo. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Downloads

Published

2025-08-07

How to Cite

Dielasy Budiarti, & Dede Mahdiyah. (2025). Implikasi Hukum Kebijakan Vaksinasi di Indonesia: Analisis Studi Kasus Peredaran Vaksin Ilegal dan Palsu. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 4(4), 164–172. https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i4.6449

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.