Akibat Hukum terhadap Akta Pernyataan Keputusan Rapat yang Tidak Sesuai Antara Agenda Rapat dan Pelaksanaan Rapat Pembina Yayasan

(Studi Kasus Putusan Nomor: 389/Pdt.G/2019/Pn Bdg)

Authors

  • Anna Loist Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Triono Eddy Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Juli Moertino Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i1.6933

Keywords:

Foundation, Legal Consequences, Notarial Deed, Notarial Law, Procedural Defect

Abstract

This study aims to analyze the legal status of the Deed of Decision of the Foundation's Board of Trustees Meeting which was made not in accordance with the meeting agenda, identify legal problems arising from procedural defects, and examine the legal responsibility of notaries and foundation trustees as reflected in the Decision of the Bandung District Court Number 389/Pdt.G/2019/PN Bdg. The method used is normative juridical with a case approach and statute approach. Primary data was obtained from the court decision, while secondary data came from Law Number 28 of 2004 concerning Foundations, its implementing regulations, and related legal literature. The results of the study indicate that the deed of decision of the board of trustees meeting which was not in accordance with the meeting agenda in this case was declared invalid and not binding because it contained procedural defects and was contrary to the principle of justice. As a result, various legal problems arose, such as unlawful acts, flawed meeting decisions, notarial deeds that lost their force, and potential sanctions for notaries. Legal responsibility in this case rests with both the notary and the foundation's trustees, who can be held civilly liable for damages and immaterial losses.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adjie, H. (2011). Hukum yayasan di Indonesia: Regulasi, perkembangan, dan praktik. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Budiharjo, M. (1985). Dasar-dasar ilmu politik. Jakarta: Gramedia.

Fatmawati, I. (2020). Hukum yayasan pendidikan (Prinsip transparansi pengelolaan kegiatan usaha yayasan menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 jo Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004). Yogyakarta: Deepublish.

Harahap, Y. (2015). Hukum perseroan terbatas. Jakarta: Sinar Grafika.

Ibrahim, J. (2005). Teori dan metode penelitian hukum normatif. Malang: Bayumedia Publishing.

Kie, T. T. (2007). Studi notariat dan serba-serbi praktek notaris. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.

Lubis, I., et al. (2023). Cyber notary as a mean of Indonesian economic law development. Sriwijaya Law Review, 7(1), 62–72. https://doi.org/10.28946/slrev.Vol7.Iss1.1972.pp62-72

Mansyur, E. (1994). Dimensi dan dinamika hak asasi manusia dalam hukum nasional dan internasional. Jakarta: Penerbit Ghalia.

Moegni Djojodirdjo. (1982). Perbuatan melawan hukum. Jakarta: Pradnya Paramitha.

Muchsin. (2003). Perlindungan dan kepastian hukum bagi investor di Indonesia (Disertasi Fakultas Hukum). Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Nurdin, N., & Athahira, A. U. (n.d.). HAM, gender dan demokrasi (sebuah tinjauan teoritis dan praktis). Semarang: CV Sketsa Media.

Prodjodikoro, W. (2000). Perbuatan melanggar hukum dipandang dari sudut hukum perdata. Yogyakarta: Mandar Maju.

Rahardjo, S. (2003). Sisi lain dari hukum di Indonesia. Jakarta: Kompas.

Republik Indonesia. (2001). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 112.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 115.

Setiawan, R. (1982). Tinjauan elementer perbuatan melanggar hukum. Bandung: Alumni.

Sutedi, A. (2008). Tanggung jawab produk dalam hukum perlindungan konsumen. Bogor: Ghalia Indonesia.

Usmani, R. (2012). Mediasi di pengadilan: Dalam teori dan praktik. Jakarta: Sinar Grafika.

Widjaja, G. (2002). Alternatif penyelesaian sengketa. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Winarta, F. H. (2012). Hukum penyelesaian sengketa arbitrase nasional Indonesia dan internasional. Jakarta: Sinar Grafika.

Wojowasito, S. (1981). Kamus umum bahasa Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru.

Zainal Arifin Hoesein & Ridwan, M. (2018). HAM dalam Piagam Madinah. Jakarta: LP2-AB (Lembaga Pengembangan Pendidikan Anak Bangsa).

Downloads

Published

2025-11-06

How to Cite

Anna Loist, Triono Eddy, & Juli Moertino. (2025). Akibat Hukum terhadap Akta Pernyataan Keputusan Rapat yang Tidak Sesuai Antara Agenda Rapat dan Pelaksanaan Rapat Pembina Yayasan: (Studi Kasus Putusan Nomor: 389/Pdt.G/2019/Pn Bdg). Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(1), 611–638. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i1.6933

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.