Perlindungan Hukum terhadap Harta Bawaan yang Bercampur dengan Harta Bersama Akibat Pengelolaan Bersama

Studi Kasus dan Analisis Yuridis

Authors

  • Parlaungan Gabriel Siahaan Universitas Negeri Medan
  • Ramona Febiola Simorangkir Universitas Negeri Medan
  • Adelia Br Aritonang Universitas Negeri Medan
  • Grace Claudia Valerina Saragih Universitas Negeri Medan
  • Joya Urmila Lubis Universitas Negeri Medan
  • Peter Patiangbanua Purba Universitas Negeri Medan
  • Trima Uasito Tampubolon Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i1.5341

Keywords:

Property, Marriage, Protection

Abstract

This study aims to examine the legal protection of property brought into marriage that is mixed with joint property as a result of joint management in a marriage. In many cases, this mixing causes unclear legal status of the assets, especially during divorce or inheritance division. This study uses empirical normative legal methods with a qualitative descriptive approach. The data obtained were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. This study shows that legal regulations in Indonesia related to the protection of property brought into marriage that is mixed with joint property due to joint management in marriage, and highlights the inconsistency of court decisions in such disputes and their impact on household economic stability. Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and the Compilation of Islamic Law have distinguished between property brought into marriage and joint property, practice in the field shows that mixing of property due to joint management often causes conflict during divorce. Inconsistency in court decisions arises due to the unclear norms in Article 37 of the Marriage Law which provide room for different interpretations by judges. This has an impact on legal uncertainty and potential injustice, especially for parties who are socially or economically weaker. Mixed property disputes also affect household economic stability, exacerbate social inequality, and cause psychological burdens for family members, including children. This study recommends the need for more detailed regulatory updates, the issuance of technical guidelines by the Supreme Court to unify decision standards, and increased legal education for the community to prevent conflicts through marriage agreements.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abror, H. K., & Mh, K. H. A. (2020). Hukum perkawinan dan perceraian.

Andayani, L., Slamet, S. M. I., & Dwiprigitaningtias, I. (2024). Kedudukan harta bawaan (harta asal) dalam proses peralihan hak menurut perspektif Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Jurnal Academia Praja: Jurnal Magister Ilmu Pemerintahan, 7(1), 111–124.

Asnawi, M. N. (2022). Hukum harta bersama: Kajian perbandingan hukum, telaah norma, yurisprudensi, dan pembaruan hukum. Prenada Media.

Aurelia, N. G. (2025). Prinsip keadilan dalam pembagian harta gono-gini setelah terjadinya perceraian dari perspektif teori perjanjian. Jurnal Kertha Desa, 13(1), 51–65.

Cahyani, T. D. (2020). Hukum perkawinan (Vol. 1). UMM Press.

Dwi Atmoko, S. H., Baihaki, M. A., & SHI, M. (2022). Hukum perkawinan dan keluarga. CV Literasi Nusantara Abadi.

Fauzy, A., et al. (2022). Metodologi penelitian. CV Pena Persada.

Hardani, A. H., Utiawaty, J., Utami, F. E., Istiqomah, R. R., Fardani, A. R., Sukmana, J. D., & Auliya, H. N. (2020). Buku metode penelitian kualitatif & kuantitatif. CV Pustaka Ilmu.

Harimurti, D. A. (2021). Perbandingan pembagian harta bersama menurut hukum positif dan hukum Islam. Jurnal Gagasan Hukum, 3(2), 149–171.

Haryoko, S., Bahartiar, & F. A. (2020). Analisis data penelitian kualitatif (Konsep, teknik, & prosedur analisis).

Hendriyadi, Saputra, M. A., & Azizah, L. N. (2024). Harta gono gini dalam perspektif normatif yuridis, psikologis dan ekonomis. Jurnal Az-Zayyan, 1(2), 86–107.

Indriyani, K., Agung, A., & Indrawati, S. (2021). Pengalihan harta bersama ditinjau dari perspektif KUHPerdata dan Undang-Undang Perkawinan. Jurnal Kertha Semaya, 9(5), 886–894.

Jamaluddin, J., & Nanda, A. (2016). Buku ajar hukum perkawinan.

Kenedi, J. (2018). Penyelesaian sengketa harta bersama dengan harta bawaan ketika terjadi perceraian. Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 3(1), 92–106.

Kenedi, J. (2020). Perjanjian perkawinan.

Marbun, Y. R. D., & Silaen, A. P. (2024). Analisis yuridis legalitas perjanjian perkawinan pisah harta sebagai perlindungan hukum bagi suami dan istri dalam proses perceraian (Studi penelitian Kantor Rudolf Naibaho Law Firm). Hukum Dinamika Ekselensia, 6(4).

Nafisa, F., & Suparto, S. (2024). Pemisahan harta bersama melalui perjanjian perkawinan yang dibuat oleh pasangan perkawinan campuran setelah perkawinan dilangsungkan dikaitkan dengan Undang-Undang Perkawinan dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015. Birokrasi: Jurnal Ilmu Hukum dan Tata Negara, 2(1), 28–40.

Ndraha, S., Daya, T. T., Silaban, R., & Nurita, C. (2025). Perlindungan hukum terhadap harta bawaan dengan membuat akta perjanjian perkawinan. DIKTUM, 3(3), 98–104.

Royani, E. (2021). Pembagian harta bersama akibat perceraian yang berkeadilan Pancasila. Zahir Publishing.

Saat, S., & Mania, S. (2020). Pengantar metodologi penelitian: Panduan bagi peneliti pemula. Pusaka Almaida.

Sari, N. P., Waid, A., & Nurseha, M. A. (2024). Analisis yuridis pertimbangan hakim Putusan No. 1055/Pdt.G/2021/PA.Kbm dalam penolakan gugatan rekonvensi. KAWRUH: Jurnal Kajian Syariah, Ushuluddin, dan Dakwah, 2(1), 73–86.

Siringoringo, P., Saragi, P., & Januar, I. (2023). Hasil dari harta bawaan, hadiah dan warisan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Honeste Vivere, 33(2), 142–151.

Swislyn, V., & Kn, M. (2021). Ke mana larinya harta bersama setelah perceraian? Elex Media Komputindo.

Syafrizal, R. (n.d.). Analisis yuridis terhadap penggabungan harta bawaan suami ke dalam harta bersama dalam Perkara Nomor: 2032/Pdt.G/2015/PA.Ngj.

Usanti, T. P., & Anand, G. (2019). Hukum keluarga dan harta benda perkawinan.

Waluyo, B. (2020). Sahnya perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(1), 193–199.

Wardani, N. I., Wijayanti, L. A., Siburian, U. D., Prayogi, A., Faisal, A. D., Ria, M. B., & Ujung, R. M. (2023). Ilmu sosial budaya dasar untuk kebidanan. Global Eksekutif Teknologi.

Yasir, M., & Ramadhan, R. (2024). Pemeriksaan perkara gugatan pembagian harta bersama melalui badan peradilan agama. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(3), 14362–14373.

Zaelani, A. A., & Nugrehi, D. (2024). Surat pernyataan kerelaan dari janda dalam peristiwa turun waris terhadap harta bawaan pewaris. Jurnal Hukum To-Ra: Hukum untuk Pengaturan dan Melindungi Masyarakat, 10(1), 151–164.

Downloads

Published

2025-06-10

How to Cite

Parlaungan Gabriel Siahaan, Ramona Febiola Simorangkir, Adelia Br Aritonang, Grace Claudia Valerina Saragih, Joya Urmila Lubis, Peter Patiangbanua Purba, & Trima Uasito Tampubolon. (2025). Perlindungan Hukum terhadap Harta Bawaan yang Bercampur dengan Harta Bersama Akibat Pengelolaan Bersama: Studi Kasus dan Analisis Yuridis. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 4(1), 686–696. https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i1.5341

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)