Peran Kedudukan Parboru dan Hula-hula dalam Penyelesaian Sengketa Perceraian Adat Batak Toba
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i1.5429Keywords:
Custom, Hula-hula, ParboruAbstract
This study is entitled "The Role of Parboru and Hula-Hula in the Settlement of Divorce Disputes in Batak Toba Customs". The main focus of this study is to analyze the role and position of Parboru (the woman's family) and Hula-Hula (the wife's family) in the divorce settlement process according to Batak Toba customs. This study also presents the dynamics of the interaction of the two elements in customary mediation, as well as how customary values and norms are implemented to maintain the harmony and dignity of the extended family. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. Data obtained through interviews and library studies of relevant literature on Batak Toba customary law, Dalihan Na Tolu, and the role of Parboru and Hula-Hula in traditional ceremonies and the resolution of marital conflicts in Batak Toba customs. The results of the study indicate that Hula-Hula has a central position as a decision maker and mediator, while Parboru plays a role as a technical implementer, mediator, and balancer in the customary deliberation forum. The active involvement of both parties is very important to ensure that the divorce process runs according to customary norms and maintains the social harmony of the Batak Toba community. This study is expected to enrich the literature on Batak customary law and become a reference for students, the community, and customary leaders in understanding the importance of the role of kinship in resolving divorce.
Downloads
References
Admin. (2021, June 4). Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu Suku Batak. Stakpnsentani.ac.id. https://stakpnsentani.ac.id/menilik-falsafah-dalihan-na-tolu-suku-batak/
Ahmad, & Muslimah. (2021). Memahami teknik pengolahan dan analisis data kualitatif. Proceedings, 1(1), 173–186.
Anggita, O., & Berti, Y. (2018). Penyelesaian sengketa perceraian dalam adat Batak Toba “Dalihan Na Tolu” di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. JOM Fakultas Hukum, 2, 1–10.
Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jurnal IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57
Enjelysa, E. P. (2024). Peran Dalihan Na Tolu dalam menyelesaikan konflik generasi di keluarga Batak Toba modern. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 43625–43628.
Firmando, H. B. (2022). Konflik kultural dalam masyarakat Batak Toba dan resolusinya di kawasan Danau Toba. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 3(2), 311. https://doi.org/10.29103/jspm.v3i2.8982
Harahap, R. B. (2019). Sosiologi: Jurnal ilmiah kajian ilmu sosial dan budaya. Jurnal Kesyariahan dan Keperdataan. http://jurnalsosiologi.fisip.unila.ac.id/index.php/jurnal
Kembaren, & Claudia, R. C. (2022). Peran dan fungsi Tulang sebagai Paniroi dalam mengatasi konflik pembagian harta warisan dalam keluarga Batak Toba (Studi kasus di Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar).
Khoirun, A., Sekolah, N., Agama, T., Negeri, I., & Natal, M. (2021). Pembagian harta bersama karena perceraian bagi masyarakat adat Batak Toba. Jurnal Hukum Ekonomi, 7(1).
Manihuruk, C. (2019). Panduan acara adat Batak Toba sejak lahir sampai dengan meninggal dunia. Jakarta.
Millah, A. S., Apriyani, A., Arobiah, D., Febriani, E. S., & Ramdhani, E. (2023). Analisis data dalam penelitian tindakan kelas. Jurnal Kreativitas Mahasiswa, 1(2), 140–153.
Nurlizawati. (2017). Perceraian secara adat (Cerai Dusun). Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 50–60.
Purba, S. S. (2013). Peranan Hula–Hula dalam pelaksanaan perkawinan menurut adat Batak Toba di Desa Lumban Purba Saitnihuta Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasudutan.
Resdati. (2022). Eksistensi nilai Dalihan Na Tolu pada generasi muda Batak Toba di perantauan. Sosial Budaya, 19(1), 58–63. https://doi.org/10.24014/sb.v19i1.16624
Sahrul, & Daulai, A. F. (2018). Peranan Dalihan Na Tolu, Ninik Mamak dan Kerapatan Adat Nagari dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Sari, M. P., Wijaya, A. K., Hidayatullah, B., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Penggunaan metode etnografi dalam penelitian sosial. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 3(1), 84–90. https://doi.org/10.47709/jpsk.v3i01.195
Siahaan, P. (2012, March 12). Parhobas: Relawan yang selalu ada di acara adat Batak. Kompasiana. https://www.kompasiana.com
Simanjuntak, R. M., P, N. D., Pattora, M., Soegijono, H., & Nugroho, S. H. (2021). Kesetaraan Hula-Hula dengan Boru dalam budaya Batak Toba: Tinjauan sosio-teologis Galatia 3:28. KURIOS, 7(2). https://doi.org/10.30995/kur.v7i2.354
Suanti, D. (2019). Pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga adat dalam melestarikan kebudayaan adat Dayak Lundayeh di Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Journal Ilmu Pemerintahan, 7(4), 1619–1628.
Swislyn, V., & Narsudin, U. (2021). Pembagian harta bersama dalam perceraian Suku Batak Toba yang menganut kepercayaan Parmalim. Jurnal Nuansa Kenotariatan, 4.
Tamba, V., Isjoni, & Kamaruddin. (2008). Dalihan Na Tolu role in traditional marriage Portland, Oregon Sekar Rose Village of Sand Turtle Indragiri Upstream, 1–10.
Yekholia Anggita, B. (2018). Penyelesaian sengketa perceraian dalam adat Batak Toba “Dalihan Na Tolu” di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. JOM Fakultas Hukum, 5(2), 1–15.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





