Tugas dan Fungsi Badan Keuangan dan Aset Daerah dalam Mengimplementasikan Desentralisasi Kebijakan demi Menjamin Efisiensi dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah di Kota Kupang
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i1.5062Keywords:
BKAD, Decentralization, Efficiency, Regional Financial Management, TransparencyAbstract
The management of regional finances aims to realize good governance that includes efficiency and transparency in meeting public needs. Efficiency and transparency in the decentralization of financial management policy by the Financial and Asset Management Agency (BKAD) of Kupang City are key factors in ensuring proper regional financial management. This study uses an empirical research method. After data collection, the researcher categorized the data based on the sources and analyzed them. The results of this study indicate that Efficiency has not been fully achieved due to mismatches in budget allocation. Meanwhile, transparency remains suboptimal because the existing system often experiences disruptions, limiting open access to information. The most dominant inhibiting factor affecting implementation effectiveness is human resources (HR). In addition, dependency on central government funding hampers flexibility and independence in regional financial management. The study suggests that BKAD should conduct technical competency training and development for staff, the Kupang City Government should increase local revenue (PAD), and the public should actively participate in budget public consultations.
Downloads
References
Ahmad Lutfi, & Balqis Mira Firdaus. (2023). Efektivitas Organisasi Perangkat Daerah dalam Pengelolaan Aset Kota: Studi Badan Keuangan Daerah Kota Depok (hlm. 50).
Karim, A. (2016). Manajemen kebijakan desentralisasi fiskal dalam peningkatan pendapatan asli daerah Kabupaten Enrekang.
Khusaini, M. (2018). Keuangan daerah (hlm. 2). Malang: UB Press.
Laoli, M. I., Ndraha, A. B., & Telaumbanua, Y. (2022). Implementasi SIPD dalam pengelolaan keuangan daerah di pemerintah Kabupaten Nias (Studi kasus BPKPD sebagai leading sektor penganggaran). Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 10(4), 1381–1389. https://doi.org/10.35794/emba.v10i4.42014 (Tambahkan DOI atau URL jika tersedia)
Larasti, P. A., & Handayani, N. (2021). Analisis transparansi, akuntabilitas, efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan dana dan alokasi khusus bantuan operasional PAUD di KB Negeri Pelangi (hlm. 15).
Mardiasmo. (2004). Efisiensi dan efektivitas (hlm. 4).
Monteiro, J. M. (2023). Metode penelitian dan penulisan hukum. Malang: Setara Press.
Noor, M. (2012). Memahami desentralisasi Indonesia. Yogyakarta: Interpena.
Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.
Peraturan Walikota Kupang Nomor 60 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang.
Simanjuntak, K. M. (2015). Implementasi kebijakan desentralisasi pemerintahan di Indonesia. Jurnal Bina Praja, 7(2), 111–130. https://doi.org/10.21787/jbp.07.2015.111-130 (Tambahkan DOI atau URL jika tersedia)
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Undang-Undang Otonomi Daerah Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. (2004). Jakarta: CV. Tamita Utama. (hlm. 97).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





