Analisis Pendidikan Non Formal Komunitas San’t Egidio pada Anak Pemulung di Kampung Pemulung Blok O Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurripen.v4i2.5784Keywords:
Education Services, Lifelong Learning, Scavenger ChildrenAbstract
Until now, scavenger children are still often underestimated because of their various problems, including education. In fact, in accordance with the concept of lifelong learning, there is no such thing as too young, too old, anywhere, anytime, and anyone, including children of scavengers, can learn. This research aims to determine the extent of the implementation of non-formal education services by the San't Egidio community to realize lifelong learning for scavenger children in Block 0 Yogyakarta. The method used in this research is qualitative with descriptive analysis. Data collection through observation and interviews. The subjects in this research were scavenger children who attended non-formal education and the informant subjects were parents and members of the San't Egidio community. This research resulted in the finding that the non-formal education services provided by members of the San't Egidio community were in the form of tutoring for scavenger children. By providing tutoring, scavenger children become accustomed to learning, and can develop their knowledge and creativity.
Downloads
References
Bukhori, M. (2017). Pendidikan nonformal: Konsep dan implementasinya dalam pemberdayaan masyarakat marginal. Remaja Rosdakarya.
Depdikbud. (1988). Tata bahasa baku bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
Finocchiaro, M. (1974). English as a second language: From theory to practice. Regents Publishing Company.
Gorys, K. (1980). Komposisi. Nusa Indah.
Haryanto, S. (2015). Pendidikan alternatif bagi anak jalanan: Studi kasus di Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 9(2), 121–135. https://doi.org/10.21009/jpls.092.03
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Profil pendidikan nonformal di Indonesia. Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus.
Ma’arif, S. (2019). Peran komunitas keagamaan dalam mendampingi anak jalanan: Studi kasus pada komunitas San’t Egidio. Jurnal Sosiologi Agama, 4(1), 22–34. https://doi.org/10.24042/jsa.v4i1.1456
Moeliono, M. A. (2003). Kamus besar bahasa Indonesia. Depdikbud.
Nurhadi, A., & Farida, U. (2020). Pendidikan berbasis komunitas dalam penanganan anak pemulung. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Komunitas, 7(1), 45–56. https://doi.org/10.21831/jppk.v7i1.31455
Pakpahan, P. L., & Habibah, U. (2021). Manajemen program pengembangan kurikulum PAI dan budi pekerti dalam pembentukan karakter religius siswa. Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education, 2(1), 1–20. https://doi.org/10.31538/tijie.v2i1.19
Rohman, A. (2022). Pendidikan karakter di komunitas marjinal: Studi etnografi pada pendidikan informal berbasis nilai. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora, 12(3), 100–115.
Rusman. (2011). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru. RajaGrafindo Persada.
Sant’Egidio Community. (n.d.). Our work with street children. https://www.santegidio.org/
Sugihartono, T., & Azizah, N. (2021). Dinamika kehidupan anak pemulung dan akses pendidikan di kawasan Blok O Yogyakarta. Jurnal Penelitian Sosial Humaniora, 6(2), 77–89.
Supriadi, D. (2018). Pendidikan untuk kaum miskin kota: Strategi komunitas berbasis nilai spiritual. Pustaka Pelajar.
UNICEF Indonesia. (2020). Anak-anak di pinggir jalan: Tantangan dan kebijakan inklusif pendidikan. UNICEF Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
_001.jpg)




