Identitas, Tubuh, dan Media Sosial: Kritik Konsep Haecceitas Duns Scotus terhadap Degradasi Moral Digital

Authors

  • Silvinus Hayon Bening Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Yohanes Kurniawan Oban Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrafi.v5i2.9038

Keywords:

Body, Digital Morals, Haecceitas, Identity, Social Media

Abstract

Nowadays, social media has shaped a new interaction space for human to communicate and access information broadly within a new reality phenomenon called the (global village), a term popularized by Marshall McLuchan. Although it open opportunities for limitless relationship, this phenomenon also frequently gives rise to several moral issues, such as consumerist culture, body exploitation, and the tendency of individuals to build self-identity based on social judgment. This situation aligns with Charles Horton Cooley’s idea., which asserts that self-identity is often formed through the perspective of others. Based on this context, this study aims to examine the relevance of the concept of haecceitas in John Duns Scotus thought as a basis for criticizing moral degradations in social media practices. This research uses a qualitative method through literature study and philosophical analysis of the digital identity phenomenon. The results of the study show that the concept of haecceitas emphasizes the uniqueness and dignity of every person as an individual who cannot be reduced by social construction or the demand of popularity on social media. This concept can serve as a basis for ethical reflection to strengthen the awareness of one’s distinctive identity and respect for the human body in the digital space.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astrid, I., Monika, F., Nabyal, S., Pahabol, E., & Seno, A. (2025). Teologi Kristen dan etika pergaulan sebagai fondasi alkitabiah dalam membangun interaksi sosial yang baik. HUMANITAS: Jurnal Humaniora, Sosial Dan Bisnis, 3(2), 403.

Atawolo, A. B. (2023). Duns Scotus: Makna kesendirian parnipurna manusia sebagai persona. Gita Sang Surya, 18(3), 11.

Budiarti, F., Irhamdesetya, H., & Irawati, A. C. (2026). Urgensi kesadaran digital dalam mewujudkan ruang aman melalui literasi digital dan penerapan proporsional Undang-Undang ITE. IURIS STUDIA: Jurnal Kajian Hukum, 7(1), 145.

Eygiyasitepu, A., & Stanislaus, S. (2025). Politik yang berkeutamaan menurut Thomas Aquinas: Tinjauan filsafat politik dalam De Regimine Principium. Rajawali: Jurnal Flsafat Dan Teologi, 3(1), 28.

Feriyansyah, & Supartiningsih. (2024). Isu-isu Kontemporer filsafat sosial dalam perpektif aliran eksistensialis. Jurnal Filsafat Indonesia, 7(1), 25.

Ginting, Y., Sembiring, L. B., & Tarigan, M. S. (2026). Analisis pandangan John Duns Scotus mengenai Predestinasi berdasarkan perspektif John Calvin. Diligentia: Journal of Theology and Christian Education, 8(1), 2.

Gracea, M., Marsali, Dwi, P., & Sarmauli. (2025). Iman dan perbuatan baik dalam perspektif keselamatan kristen. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(5), 632.

Gulo, E., & Taliak, H. P. (2024). Pembentukan iman dalam tradisi gereja perdana: Nilai-nilai moral dalam ajaran Agustinus, Benediktus, dan Hieronymus. Jurnal Semper Performanda, 6(1), 5.

HadityoTriesadi, B. A., & Atawolo, A. B. (2025). Menemukan Kekatolikan baru: Telaah pemikiran Ilia Delio tentang teologi, sains dan teknologi. FOCUS, 6(2), 134–136.

Haq, F., & Amirah. (2026). Ketergantungan pada validasi sosial melalui like, comment, followers di media sosial: Literature review. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(1), 1246.

Hilyatunisa, N. (2024). Algorithms of social media as agents of social dynamics: Polarization, popularity, and public participation in Indonesia. Smart: Journal of Media Communication and Social Dynamic, 2(1), 28.

Hutagalung, N. G. (2018). The important place of people with disabilities in society. Jurnal Ledalero, 17(2), 165.

Jacobs, J. J., Tombeng, I. M., & Mawuntu, M. L. (2026). Imago Dei dalam lensa Yohanes Calvin sebagai pendekatan terhadap kaum disabilitas. IMITATIO CHRISTO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 2(1), 87.

Kristanto, P. E. (2023). Resensi buku: Yang tak berhingga menurut Duns Scotus. In Gema Teologika: Jurnal Teologi (Vol. 8, Issue 2). Penerbit Ledalero.

Kurniawan, F. (2022). Yang tak berhingga: Menurut Duns Scotus. Penerbit Ledalero.

Laia, H. Z., & Sugiarto, T. D. (2024). Historis konsep prapengetahuan Allah dan hubungannya dengan predestinasi (dari abad ke 11-15). Kaluteros: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 6(1), 101.

Luqmansyah, A., & Oktaviani, T. U. (2025). Martabat manusia dan komodifikasi diri: Melihat fenomena self-branding di media sosial melalui mata Immanuel Kant. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS), 4(4), 6496.

Meilana, M. S. (2021). Media sosial bagi penerimaan diri, harga diri dan kebahagiaan remaja: Apakah akan merusak atau membangun? Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan Dan Konseling Serta Psikologi Pendidikan, 4(2), 134.

Melaty, A. P. (2025). Sejarah perkembangan ilmu di Barat dan dunia Islam: Dari abad kuno, pertengahan, modern hingga kontemporer. Jurnal Pesona Indonesia, 2(2), 89.

Murtadlo, A., & Muhid, A. (2021). Kesantunan bahasa da’i: Memahami etika komunikasi di ruang publik. Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah Dan Masyarakat Islam, 11(1), 8.

Ningtiyas, A., Munir, & Sukardi, I. (2026). Ontology sosial: Bagaimana masyarakat menciptakan realitas. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(01), 30.

Nur, A., Novela, D., Dona, R., & AS, M. A. I. (2025). Transformasi konseptual masyarakat kontemporer: Dialektika neoliberalisme dan postmodernisme terhadap rasionalitas dan emansipasi sosial di era digital. DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement, 4(1), 300.

Putri, I., Dendi, Syukerti, N., Mulyadi, A. I., & Maulana, I. (2022). Media sosial sebagai media pergeseran interaksi sosial remaja. Jurnal Imu Komunikasi Balayudha, 2(2), 4.

Scotus, J. D. (1986). Duns Scotus on the Will and Morality (A. B. Wolter (ed.)). The Catholic Uneversity of America Press.

Selviandani;, S., Elizar;, S. P., Songaneka;, S. L., & Pratama, M. A. (2024). Hukum dan keadilan alamiah dalam Duns Scotus. Praxis: Jurnal Filsafat Terapan, 1(2), 2.

Selviandani, S., & Syaefudin. (2024). Hukum dan keadilan alamiah dalam Duns Scotus. Praxis: Jurnal Filsafat Terapan, 1(2), 9–10.

Sidiq, R. M., & Saputra, W. (2023). Pengaruh teori kebajikan Aristoteles terhadap penanganan kenakalan remaja di Indonesia. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains Dan Sosial Humaniora, 2(1), 13.

Simanjuntak, M. A. (2025). Inses digital dan budaya narsistik: Krisis teologi tubuh dalam gereja kontemporer. Epigraphe: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 9(2), 175.

Sugitanata, A., Hasan, F., & Amimah, S. (2024). Efek cermin digital: Fenomena di media sosial yang mempengaruhi konstruksi diri perempuan. Fatayat: Journal of Gender and Children Studies, 2(1), 13.

Sumiyati, & Mulyati, Y. (2025). Digitalisasi sastra Indonesia: Demokratisasi akses atau dehumanisasi pembacaan? Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 11(3), 2784.

Syifa, A. N., & Irwansyah. (2022). Dampak media sosial Instagram terhadap kepercayaan diri anak remaja. Jurnal Penelitian Dan Studi Ilmu Komunikasi, 3(2), 107.

Downloads

Published

2026-05-25

How to Cite

Silvinus Hayon Bening, & Yohanes Kurniawan Oban. (2026). Identitas, Tubuh, dan Media Sosial: Kritik Konsep Haecceitas Duns Scotus terhadap Degradasi Moral Digital. Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 5(2), 483–497. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v5i2.9038

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.