Keselarasan Manusia dan Alam dalam Kearifan Lokal Jawa dan Batak sebagai Pembentukan Spiritualitas Ekologis Generasi Z

Authors

  • Arum Kusniati Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
  • Hadiahta Siregar Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrafi.v5i2.8780

Keywords:

Generation Z Spirituality, Habonaron Do Bona, Human–Nature Harmony, Local Wisdom, Memayu Hayuning Bawana

Abstract

This study examines the local wisdom values of the Javanese and Batak ethnic groups in maintaining harmony between humans and nature, as well as their relevance to shaping the spirituality of Generation Z. The research method used is descriptive qualitative with a library research approach. Data were obtained from books, scientific articles, and previous studies. The findings show that Memayu Hayuning Bawana and Habonaron Do Bona both emphasize balance and harmony among humans, nature, and God. These values can be applied by Generation Z to develop ecological spirituality rooted in local wisdom and aligned with modern challenges. This study contributes to strengthening the spiritual identity of young generations in the digital era through the revitalization of local wisdom values, The younger generation can find a more holistic and harmonious life guide, while strengthening their spiritual identity amidst the currents of globalization and digitalization. This research contributes to efforts to shape the character and spirituality of an environmentally conscious young generation, based on local wisdom.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ainia, D. K. (2021). Konsep metafisika dalam falsafah Jawa Hamemayu Hayuning Bawana. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(2), 195-201.

https://doi.org/10.23887/jfi.v4i2.30591

Alfioni, S. (2024). Analysis of Batak cultural values in supporting economic. 7(3), 8882-8902.

Anggraini, R. D., & Rohmatika, R. V. (2022). Konsep ekosufisme: Harmoni Tuhan, alam dan manusia dalam pandangan Seyyed Hossein Nasr. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 16(2), 1-30.

https://doi.org/10.24042/ajsla.v16i2.9971

Baihaqi, A. S., & Wiarsih, N. (2024). Analisis determinasi spiritualitas terhadap subjective well-being narapidana laki-laki di lembaga pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi. Jurnal Kommunikasi Dan Konseling Islam, IV(1), 1-11.

https://doi.org/10.30739/jkaka.v4iI.2854

D., L. I. S., & Nashori, F. (2023). Spiritualitas, regulasi diri, dan kesejahteraan subjektif siswa sekolah menengah atas. Jurnal Psikologi Islam Dan Budaya, 6(2), 95-108.

https://doi.org/10.15575/jpib.v6i2.23692

Isnaini, H. (2021). Konsep Memayu Hayuning Bawana: Analisis hermeneutika pada puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia Dan Daerah, 11(1), 8-17.

https://doi.org/10.23969/literasi.v11i1.2849

Lenni Sitorus. (2022). Nilai-nilai luhur budaya Batak Toba: Studi kasus dalam masyarakat Ugamo Malim. NALAR: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 1(2), 42-48.

https://doi.org/10.56444/nalar.v1i2.94

Noorzeha, F., & Lasiyo. (2023). Memayu Hayuning Bawana: Memahami esensi gotong royong dalam nilai kearifan lokal masyarakat Jawa. Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 14(2), 109-122.

https://doi.org/10.25078/sjf.v14i2.2986

Purba, F. A. (2024). Kajian etis deontologis berdasarkan falsafah Habonaron Do Bona dalam penanganan korupsi. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 7(1), 40-56.

https://doi.org/10.34081/fidei.v7i1.520

Raharjo, S. H., Ningrum, S. U. D., & Masbukhin, F. A. A. (2025). Harmoni manusia, alam, dan Tuhan dalam praktik Tri Hita Karana pada pendidikan lingkungan hidup di Desa Krisik. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(1), 57-70.

https://doi.org/10.37329/jpah.v9i1.3521

Rifa'i, I., Rosalina, S., & Muhtarom, I. (2024). Representasi keselarasan hidup manusia dengan alam dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan: Sebuah kajian sastra pastoral. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 13(1), 81.

https://doi.org/10.31000/lgrm.v13i1.11037

Riyanto, A., Tohar, I., & Murti, F. (2024). Kajian transformasi spasial pada perancangan museum Walisongo di Gresik dengan filosofi Memayu Hayuning Bawana. Jurnal Arsitektur DASENG, 13(2), 58.

https://doi.org/10.69749/jl.v2i1.32

Samad Umarella, D. (2021). Kearifan lokal & budaryaa urgamisasi arti, diskursus teori, dan contoh.

Saragih Riahta, Y. R. (2025). Jurnal nagur, 3(1), 61-71.

https://doi.org/10.36985/zm82zk06

Sari, M., & Asmendri. (2020). Peneltian kepustakaan (Library research). NATURAL SCIENCE; Jurnal Penelitian IPA Dan Pendidikan IPA, 6(1), 41-53.

https://doi.org/10.15548/nsc.v6i1.1555

Siallagan, G. (2021). Kesempurnaan hidup dalam upacara adat Sayur Matua Batak Simalungun. Researchgate.Net, (May).

Srinawati. (2024). Abstrak Pendahuluan Metode. Agastya, 1(2), 248-261.

Subowo, A. T. (2021). Membangun spiritualitas digital bagi generasi Z. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 5(2), 379-395.

https://doi.org/10.30648/dun.v5i2.464

Ulfa Rizqi Putri, Roekhan, R., & Maryaeni, M. (2024). Memayu Hayuning Bawana: Falsafah ekoteologi Jawa mengenai keselarasan manusia dengan alam dalam cerita pendek. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 10(4), 4110-4119.

https://doi.org/10.30605/onoma.v10i4.4563

Widiatmaka, P. (2022). Strategi dalam menjaga eksistensi kearifan lokal sebagai identitas nasional bangsa Indonesia di era disrupsi. Pancasila Jurnal Keindonesiaan, (14). Diambil kembali dari https://ejurnalpancasila.bpip.go.id/index.php/PJK/article/view/84

https://doi.org/10.52738/pjk.v2i2.84

Downloads

Published

2026-04-11

How to Cite

Arum Kusniati, & Hadiahta Siregar. (2026). Keselarasan Manusia dan Alam dalam Kearifan Lokal Jawa dan Batak sebagai Pembentukan Spiritualitas Ekologis Generasi Z. Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 5(2), 193–201. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v5i2.8780

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.