Harmonisasi dan Disparitas: Pembagian Warisan bagi anak Angkat dalam Hukum Islam dan Hukum Perdata

Authors

  • M. Iqbal Universitas Negeri Medan
  • Andina Larasati Universitas Negeri Medan
  • Anisa Putri Universitas Negeri Medan
  • Dewi Wulandari Universitas Negeri Medan
  • Enjelita Dwi Maharani Universitas Negeri Medan
  • Fahira Silva Dilla Nst Universitas Negeri Medan
  • Lisa Alfira Andini Universitas Negeri Medan
  • Nia Anjunita Sari Purba Universitas Negeri Medan
  • Sri Muallimah Universitas Negeri Medan
  • Theresia Mardiyana Tamba Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrafi.v4i3.6914

Keywords:

Adopted Children, Civil Law, Disparity, Harmonization, Inheritance, Islamic Law

Abstract

Inheritance involving adopted children often becomes a complex and controversial issue in Indonesia’s dual legal system. In Islamic law, inheritance is strictly based on blood and marital relationships; therefore, adopted children are not considered legal heirs. To address this limitation, Article 209 of the Compilation of Islamic Law (KHI) introduces the concept of a wasiat wajibah or mandatory will, allowing adopted children to receive up to one-third of the adoptive parents’ estate. In contrast, civil law treats adopted children as equivalent to biological children if the adoption is legally recognized, granting them full inheritance rights. These contrasting provisions create legal disparities and confusion within society. This study aims to explore the different legal treatments of adopted children under both systems, identify the challenges they face, and analyze efforts toward harmonization. Using a qualitative, normative-juridical approach through literature and regulatory analysis, the study finds that Islamic law restricts inheritance through gifts and wills, while civil law ensures equal rights. Challenges include legal uncertainty, inconsistent judicial interpretations, and potential conflicts between adopted and biological heirs. Harmonization efforts are reflected in KHI provisions, legal reforms on adoption, and judicial practices seeking to balance sharia principles, social justice, and legal certainty.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Armaini, A. (2024). Analisis yuridis kedudukan anak angkat terhadap harta warisan orang tua angkat menurut Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Ilmiah Metadata, 6(3), 95–107. https://doi.org/10.47652/metadata.v6i3.527

Aziz, A., Kuncoro, A. T., & Ardi, M. N. (2023). Pembagian harta waris anak angkat dalam perspektif hukum Islam. Jurnal Ilmiah Sultan Agung, 243–253.

Bachtiar, M. A., & Wahjoehono, D. (2023). Wasiat wajibah ditinjau dari hukum Islam dan hukum positif (BW). Bureaucracy Journal: Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance, 3(1), 797–818.

Bagenda, C., & Dkk. (2023). Hukum perdata. Bandung: Widina Bhakti Persada.

Budoyo, S. (2014). Konsep langkah sistemik harmonisasi hukum dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Jurnal Ilmiah CIVIS, 4(2), 607–622.

Bula, D. F., Dungga, W. A., & Sarson, M. T. (2023). Analisis yuridis warisan anak angkat ditinjau dari Kompilasi Hukum Islam dan hukum perdata. Aufklarung: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 3(1), 42–55.

Burhanuddin. (2024). Anak angkat dalam perspektif hukum Islam: Kebijakan dan tantangan. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(2), 35–51. https://doi.org/10.53948/samawa.v4i2.150

Darmawan, M. I., Rizki, M., Nadilah, Antyesti, Putri, M. A., Vidyasari, V., ... Noviani, D. (2025). Tinjauan fiqih waris Islam terhadap anak angkat menggunakan pendekatan normatif. NAAFI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(3), 1–16.

Fitriyani, N. A. (2021). Waris anak angkat dalam perspektif hukum Islam. Jurnal Studi Hukum Islam, 7(2), 232–248. https://doi.org/10.34001/istidal.v7i2.2592

Gote, G., Timomor, A., & Kasenda, M. A. (2025). Kedudukan hak waris anak angkat menurut hukum perdata. Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 4(3), 174–189. https://doi.org/10.55606/inovasi.v4i3.4241

Ismawati, G. M., & Afra, T. H. (2024). Wasiat wajibah terhadap anak angkat pada hukum Islam. SAMAWA: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(1), 59–69. https://doi.org/10.53948/samawa.v4i1.120

Kunadi, L. C. (2020). Perlindungan hukum terhadap hak waris anak angkat di Indonesia. Jurnal Privat Law, 8(2), 281–286. https://doi.org/10.20961/privat.v8i2.48421

Kurniawan, R. (2013). Harmonisasi hukum sebagai perlindungan hukum bagi pekerja pada perusahaan pailit ditinjau dari perspektif Pancasila sila ke lima. Jurnal Wawasan Hukum, 28(1), 687–704.

Miles, & Huberman. (2022, Desember 12). Pengertian reduksi data. Penerbit Deepublish. https://penerbitdeepublish.com/reduksi-data-adalah/

Nabillah, S., Sembiring, R., & Barus, U. M. (2025). Hak anak angkat terhadap warisan dalam waris perdata dan Islam (Studi kasus putusan Pengadilan Negeri Palangkaraya No. 27/PDT.G./2019/PN.PLK). Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(6), 1–29.

Pratama, M. A., Pardede, Y. P., Sibarani, B. J., & Silangit, I. G. (2024). Tinjauan yuridis terhadap hak waris anak angkat dalam pembagian harta berdasarkan hukum waris Islam dan perdata. Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi, 1(3), 84–95.

Rachman, M. N., Junus, N., & Mandjo, J. T. (2023). Implementasi perlindungan hukum terhadap hak-hak anak angkat setelah penceraian orang tua angkatnya menurut UU No. 23 Tahun 2002 dalam perspektif hak asasi anak. Journal of Comprehensive Science, 2(5), 1161–1168. https://doi.org/10.59188/jcs.v2i5.332

Rahman, S. D. (2023). Perlindungan hak waris anak angkat dalam pewarisan harta waris menurut hukum perdata. Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum dan Masyarakat, 2(2), 1–25.

Ramadhanty, K. A., Latifiani, D., & Arifin, R. (2018). Hak anak angkat dalam mendapatkan warisan ditinjau dari hukum waris Indonesia. Jurnal Normative, 6(2), 66–77.

Rasyid, L. M., & Herinawati. (2015). Hukum acara perdata. Sulawesi: Unimal Press.

Rezekia, S. M. (2020, September 11). Langkah-langkah menggunakan teknik analisis data kualitatif. DQLab. https://dqlab.id/data-analisis-pahami-teknik-pengumpulandata

Sitorus, R., & Sadat, A. (2025). Tinjauan yuridis terhadap hak waris anak angkat dalam pembagian harta berdasarkan hukum waris Islam dan perdata. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(3), 2316–2323.

Suryaatmadja, L., & Sarjana, I. (2024). Anak angkat dan kedudukannya terhadap harta peninggalan orang tua angkat menurut hukum perdata di Indonesia. Ethics and Law Journal: Business and Notary (ELJBN), 2(3), 1–13. https://doi.org/10.61292/eljbn.233

Syarief, N., & Sabri, F. A. (2025). Pemberian harta waris terhadap anak angkat ditinjau dari Kompilasi Hukum Islam dan hukum perdata. Jurnal Al-Muqaranah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Islam, 3(2), 1–8.

Tresnadipangga, B., Fuad, F., & Suartini. (2023). Harmonisasi peraturan perundang-undangan dalam pelaksanaan bantuan sosial di Republik Indonesia. Binamulia Hukum, 12(1), 213–226. https://doi.org/10.37893/jbh.v12i1.438

Usman, S. S. (2016). Analisis wasiat terhadap anak angkat di Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Jurnal Tahkim, 12(2), 104–115.

Verihubs. (2022, Agustus 8). Pengertian verifikasi data. Verihubs.com. https://verihubs.com/blog/verifikasi-data-adalah/

Yusmadi. (2024). Faktor terjadinya disparitas terhadap penjatuhan sanksi pidana. Jurnal Tahqiqa, 18(1), 89–97. https://doi.org/10.61393/tahqiqa.v18i1.215

Zahrah, A., Eprianty, C. N., Puspita, S. A., Putri, N. E., & Adelina. (2025). Analisis adopsi anak: Tinjauan hukum Islam dan hukum positif. Jurnal Sahabat ISNU-SU, 11(1), 66–72.

Downloads

Published

2025-10-07

How to Cite

M. Iqbal, Andina Larasati, Anisa Putri, Dewi Wulandari, Enjelita Dwi Maharani, Fahira Silva Dilla Nst, … Theresia Mardiyana Tamba. (2025). Harmonisasi dan Disparitas: Pembagian Warisan bagi anak Angkat dalam Hukum Islam dan Hukum Perdata. Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 4(3), 320–338. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v4i3.6914

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.