Perkembangan Historis Ilmu Shorof : Analisis Kontribusi Ulama Klasik Terhadap Sistematika Morfologi Bahasa Arab

Authors

  • Neng Suryanti Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrafi.v4i1.4466

Keywords:

infaʽala, muṭāwaʽah, shorof

Abstract

This study aims to examine the historical development of the science of shorof with a focus on the contribution of classical scholars to the systematics of Arabic morphology, especially in the infaʽala verb pattern. Using a qualitative approach and literature study methods, this study traces the linguistic thoughts of figures such as Sībawayh, al-Mubarrid, Ibn Jinnī, to al-Raḍī. The results of the study show that the majority of classical scholars determine the infaʽala pattern as a non-transitive verb (lāzim) that contains the meaning of muṭāwaʽah, and is closely related to the basic pattern of faʽala. In addition, there were restrictions on certain letters as basic letters in this pattern to avoid sound assimilation (idghām). This study confirms that the Arabic morphological system is built on regular and logical rules, and the contribution of classical scholars is very significant in laying the scientific foundations of the science of shorof which are still relevant today

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aliyah, A. (2018). Pesantren tradisional sebagai basis pembelajaran Nahwu dan Sharaf dengan menggunakan kitab kuning. Al-Ta’rib: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Palangka Raya, 6(1), 1–25. https://doi.org/10.23971/altarib.v6i1.966

Amirudin, N. (2023). Problematika pembelajaran Bahasa Arab.

Baso, Y. S., Rahman, F., & Safa, N. A. (2016). Hubungan penguasaan mufradat dan tingkat pemahaman mahasiswa dalam membaca teks asli Bahasa Arab. Journal of Arabic Studies.

Fachrina, Z. F., Haery, I. M., Nazilla, K., & Zahrah, F. N. (2025). Pemikiran gramatikal al-Sibawaih: Telaah historis, metodologis, dan implikasinya terhadap linguistik Arab kontemporer.

Fu’adah, S. (2020). Penggunaan strategi mind mapping dalam pembelajaran kosakata Bahasa Arab, 1(2).

Ghoffar, A. M., & Muid, F. A. (2024). Strategi efektif untuk meningkatkan pemahaman Nahwu dalam pembelajaran Bahasa Arab. Journal of Practice Learning and Educational Development, 4(4). https://doi.org/10.58737/jpled.v4i4.313

Hafid, K. (2016). Relevansi kaidah Bahasa Arab dalam memahami Al-Qur’an, 4.

Hapianingsih, E., & Fadli, A. (2024). Analisis kajian linguistik modern dalam pembelajaran Bahasa Arab. Al-Lahjah: Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab, 7(2), 804–816. https://doi.org/10.32764/lahjah.v7i2.4638

Ilma, L. N., & Numan, M. (2023). Sejarah transmisi keilmuan ke dalam Bahasa Arab. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam, 10(2), 202–210. https://doi.org/10.33507/an-nidzam.v10i2.1788

Khasanah, U. (2021). Manajemen pembelajaran Nahwu Shorof di Pondok Pesantren Apik Kesugihan. Cakrawala: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam dan Studi Sosial, 5(1), 107–133. https://doi.org/10.33507/cakrawala.v5i1.291

Manan, A., & Nasri, U. (2024). Tantangan dan peluang pendidikan Bahasa Arab: Perspektif global. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(1), 256–265. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i1.2042

Nur, S. (2018). Problematika linguistik (Ilmu al-Lughah) dalam penerjemahan Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan. https://doi.org/10.35931/aq.v0i0.52

Ridwan, M. (2023). Membuka wawasan keislaman: Kebermaknaan Bahasa Arab dalam pemahaman Islam. Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan, 4(2), 102–115. https://doi.org/10.51190/jazirah.v4i2.100

Subhan Hi Ali Dodego. (2022). Pentingnya penguasaan Bahasa Arab dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 1(2), 55–70. https://doi.org/10.56799/peshum.v1i2.48

Downloads

Published

2025-04-25

How to Cite

Neng Suryanti. (2025). Perkembangan Historis Ilmu Shorof : Analisis Kontribusi Ulama Klasik Terhadap Sistematika Morfologi Bahasa Arab. Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 4(1), 204–220. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v4i1.4466