Pengelolaan Limbah Jantung Pisang Menjadi Keripik di Desa Melati II, Pasar 6, Dusun Pala, Kecamatan Perbaungan

Authors

  • Dinda Ameliya Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
  • Geby Fatmawati Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
  • Mawaddah Syafitri Lubis Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
  • Priska Amalia Sipayung Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
  • T. Khairani Nada Syavah Harumy Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah

DOI:

https://doi.org/10.55606/nusantara.v6i2.7999

Keywords:

Banana Blossom, Chips, Community Service, Diversification, Organic Waste

Abstract

Banana blossoms are often considered waste and rarely utilized by the community, even though this material is easily obtained, has nutritional value, and has the potential to be processed into economically valuable food products. This community service activity was carried out in Melati II Village, Pasar 6, Pala Hamlet, Perbaungan District, with the aim of providing assistance to the community in processing banana blossoms into chips as an alternative snack. The implementation method included a brief counseling on the potential and benefits of banana blossoms, training in processing techniques, hands-on practice in making chips, and a simple evaluation of the quality of the resulting product. The results of the activity showed that the community was able to process banana blossoms into chips with a crispy texture, acceptable taste, and an attractive appearance. In addition to improving community skills and creativity, this activity also helped reduce organic waste and opened up sustainable household-scale business opportunities for the local community.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifin, Z., & Susanto, H. (2021). Pemanfaatan limbah pertanian sebagai produk pangan bernilai ekonomi. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 87–95.

Astuti, R., & Handayani, S. (2020). Diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 45–53.

Badan Ketahanan Pangan. (2022). Diversifikasi pangan lokal untuk ketahanan pangan nasional. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2021). Potensi tanaman pisang sebagai sumber pangan alternatif. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Hidayat, T., & Nurhayati, E. (2021). Pengolahan jantung pisang sebagai produk pangan fungsional. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 14(2), 101–109.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2022). Diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kurniawan, A., & Lestari, D. (2019). Teknologi pengolahan keripik berbasis bahan pangan lokal. Jurnal Agroindustri, 8(1), 33–41.

Mulyani, S., & Wibowo, A. (2020). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan pangan lokal. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(2), 112–120.

Nurhalimah, S. (2022). Potensi jantung pisang sebagai sumber pangan lokal dan pengelolaan limbah organik rumah tangga. Jurnal Pangan dan Gizi, 13(1), 25–33.

Nuryati, N., & Prasetyo, B. (2021). Pengelolaan limbah organik rumah tangga berbasis ekonomi kreatif. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 6(1), 55–63.

Prasetyo, B., & Wulandari, S. (2023). Diversifikasi olahan berbasis pisang sebagai upaya peningkatan nilai tambah ekonomi masyarakat pedesaan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 8(2), 101–109.

Putri, A. R., & Sari, M. P. (2022). Inovasi produk keripik dari bahan nabati lokal sebagai peluang usaha rumah tangga. Jurnal Kewirausahaan, 10(2), 89–98.

Putri, A. R., Sari, D. P., & Hidayat, R. (2021). Kandungan gizi dan potensi pemanfaatan jantung pisang sebagai pangan fungsional. Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian, 5(2), 78–86.

Sari, M., & Yuliana, N. (2024). Pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan pangan lokal berbasis limbah organik. Jurnal Abdimas Berdaya, 6(1), 45–53.

Siregar, R., & Harahap, F. (2023). Pemanfaatan jantung pisang sebagai alternatif bahan pangan olahan. Jurnal Ilmu Pangan dan Gizi, 5(1), 24–31.

Sudrajat, A. (2020). Teknologi pengolahan hasil pertanian. Penerbit Andi.

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

Dinda Ameliya, Geby Fatmawati, Mawaddah Syafitri Lubis, Priska Amalia Sipayung, & T. Khairani Nada Syavah Harumy. (2026). Pengelolaan Limbah Jantung Pisang Menjadi Keripik di Desa Melati II, Pasar 6, Dusun Pala, Kecamatan Perbaungan. Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 286–294. https://doi.org/10.55606/nusantara.v6i2.7999

Similar Articles

<< < 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.