Membangun Kesadaran Masyarakat tentang Gizi Seimbang sebagai Upaya Mengatasi Stunting di Desa Cangguek Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara

Authors

  • Quranayati Quranayati Universitas Abulyatama
  • Srie Wahyuni Universitas Abulyatama
  • Rouzatul Nafisah Universitas Sumatera Utara
  • Putri Ayu Ariska Universitas Abulyatama
  • Meli Sahara Universitas Abulyatama

DOI:

https://doi.org/10.55606/nusantara.v6i1.7659

Keywords:

Balanced nutrition, golden period, nutritional status, Stunting, toddlers

Abstract

Toddler age is often called the golden period because during this period brain nerve development occurs, especially myelination, as well as a critical period. The golden period can be achieved if toddlers' nutritional needs are optimally met. On the other hand, if babies and toddlers do not get the food they need, the golden period will change into a critical period, thus disrupting their growth and development. The level of education of parents will affect the health and well-being of children, because this is inseparable from the nutritional status of children. Mothers with a high level of education will have a clearer opportunity to absorb information compared to mothers with less or no education. With a good level of education, it is hoped that a mother will be willing and able to behave well in order to improve her child's nutritional status. This Community Service activity aims to provide health education on balanced nutrition to reduce stunting in the community, especially mothers with toddlers in Desa Cangguk, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara. This activity used a participatory approach involving lecturers, students, health workers, and the community. The results showed an increase in public understanding and awareness of stunting prevention. It is hoped that this activity will raise public awareness about balanced nutrition for children

Downloads

Download data is not yet available.

References

Annisa Fitri Rahmadini, Andirni, A., Putri, A., Destiara, A., & Pramesti, N. B. (2024). Edukasi pencegahan stunting pada calon ibu, ibu hamil, bayi, dan balita. Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan, 4(1). https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jppk/article/view/1303

Aurima, J., Susaldi, S., Agustina, N., Masturoh, A., Rahmawati, R., & Madhe, T. M. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 1(2), 43–48. https://doi.org/10.53801/oajjhs.v1i3.23

Azizah, A., Pamungkas, A. T., Puspaningrum, D. A., Ulfanny, N., Ghufron, S., & Hasan, F. (2024). Upaya pencegahan stunting melalui program penyuluhan pada wanita usia produktif di Dusun Guntur. Penamas: Journal of Community Service, 4(1), 90–98. https://doi.org/10.53088/penamas.v4i1.800

Diana. (2016). Pengaruh asupan energi terhadap perubahan berat badan pada pasien gizi buruk selama perawatan di bangsal anak RSUP Dr. M. Djamil Padang (Tugas akhir, Program Studi D-IV Ilmu Gizi dan Kesehatan, Universitas Gadjah Mada).

Kadir, A., Murniasi, E., Yusran, S., & Safei, N. H. (2024). Edukasi dan pendampingan stunting pada masyarakat daerah pesisir di Desa Labengki. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 1445–1450.

Khoirunisak, N. (2021). Penanganan stunting dan AKI AKB era pandemi COVID-19 dengan 3M di Desa Trewung Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Academia.edu.

Nur Fadhila, R. (2021). Pencegahan stunting dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat. Academia.edu.

Nuryanto, Adriyan, P., Puruhita, N., & Muis, S. F. (2014). Pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan sikap tentang gizi anak sekolah dasar. Jurnal Gizi Indonesia, 3(1), 1–8.

Rizqi, A. (2018). Pengaruh focus group discussion (FGD) dan peer group discussion (PGD) tentang infeksi terhadap pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki balita stunting. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI), 4(2), 136–149. https://doi.org/10.31290/jiki.v4i2.2018

Santriawan, E. (2018). Strategi nasional percepatan pencegahan stunting 2018–2024. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia.

Sari, D., Ningsih, A. D., & Azzahra. (2023). Pencegahan stunting pada anak usia dini serta dampaknya pada faktor pendidikan dan ekonomi. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Nusantara (JPKMN), 4(3), 2678–2679.

Sulastri, D. (2012). Faktor determinan kejadian stunting pada anak usia sekolah di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang. Majalah Kedokteran Andalas, 36(1), 39–50.

Sulistyaningsih, E. (2021). Peningkatan kemampuan mengatasi masalah stunting dan kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat Desa Sukogidri, Jember. Academia.edu.

World Health Organization. (2014). Global nutrition targets 2025: Stunting policy brief. World Health Organization. https://apps.who.int/iris/handle/10665/149019

Yusran, R., Nanda, A., Amalda, A., Luthvia, R., & Fadlan, R. (2023). Upaya pemenuhan kesadaran masyarakat dan gizi seimbang untuk mencegah peningkatan angka stunting di Nagari Pariangan. Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 131–140. https://doi.org/10.54082/ijpm.138

Downloads

Published

2026-01-05

How to Cite

Quranayati Quranayati, Srie Wahyuni, Rouzatul Nafisah, Putri Ayu Ariska, & Meli Sahara. (2026). Membangun Kesadaran Masyarakat tentang Gizi Seimbang sebagai Upaya Mengatasi Stunting di Desa Cangguek Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara. Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 337–343. https://doi.org/10.55606/nusantara.v6i1.7659

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.