Implementasi Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD serta Dampaknya terhadap Program Prioritas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT

Authors

  • Esda Gracia Hina Kanni Universitas Nusa Cendana
  • Saryono Yohanes Universitas Nusa Cendana
  • Josef Mario Monteiro Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i4.9441

Keywords:

Budget Efficiency, Education Rights, Presidential Instruction, Regional Budget, State Budget

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Presidential Instruction Number 1 of 2025 concerning expenditure efficiency in the implementation of the State Budget (APBN) and Regional Budget (APBD) at the Department of Education and Culture of East Nusa Tenggara Province, as well as its impact on priority educational programs. The research employs an empirical legal method with a socio-juridical approach through interviews, observations, and document analysis. The findings indicate that the efficiency policy has been implemented through the establishment of an Expenditure Efficiency Team, administrative service digitalization, procurement consolidation, and the refinement of priority programs. Although the policy has been administratively effective and has generated significant budget savings, its implementation continues to face challenges, including limited digital infrastructure, archipelagic geographical conditions, and human resource capacity constraints. The efficiency measures have also affected several priority programs, particularly school infrastructure rehabilitation, teacher competency development, character education, and local cultural preservation. Therefore, more adaptive and affirmative policies are required to ensure that budget efficiency measures do not undermine the constitutional right of citizens to access quality education.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A.S. Sumenge. (2013). Analisis Efektivitas dan Efisiensi Pelaksanaan Anggaran Belanja BAPPEDA Minahasa Selatan. Jurnal EMBA, 1(3), 74–81.

Abdul Halim dan Muhammad Syam Kusufi. (2018). Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. (2024). Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2023. Jakarta: BPK RI.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT. (2025). Laporan Evaluasi Pelaksanaan Efisiensi Belanja Semester I Tahun 2025 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Kupang, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT.

Badan Pusat Statistik. (2024). Indeks Pembangunan Manusia Indonesia 2024. Jakarta: BPS.

Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024. Jakarta: BPS.

Badan Pusat Statistik Provinsi NTT. (2023). Statistik Keuangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kupang: BPS NTT.

BPS Provinsi NTT. (2024). Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2024. Kupang: BPS NTT.

Dampak Inpres Efisiensi Terhadap Sektor Pendidikan Di Daerah Tertinggal (2025).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi. (2024). Statistik Pendidikan Provinsi NTT Tahun 2024. Kupang: Disdikbud Provinsi NTT.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. (2025). Laporan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMDIK. Kupang: Bidang Data dan Teknologi Informasi.

Disdikbud NTT Umumkan Langkah Implementasi Inpres Efisiensi (2025).

Donald S. Van Meter dan Carl E. Van Horn. (1975). The Policy Implementation Process: A Conceptual Framework. Administration Dan Society, 6(4), 447–452.

E. Dima. (2013). Analisis Efisiensi Belanja Langsung Pendidikan di Provinsi NTT. Jurnal Mitra Ekonomi Dan Manajemen Bisnis, 4(1), 30–35.

H.A.R. Tilaar. (2019). Kebijakan Pendidikan: Pengantar untuk Memahami Kebijakan Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan sebagai Kebijakan Publik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Handayani, K.S., Sinarwati, N.K., dan R. (2022). Pengaruh Perencanaan Anggaran, Pelaksanaan Anggaran, dan Kompetensi Sumber Daya Manusia terhadap Realisasi Anggaran di Universitas Pendidikan Ganesha.

Hans Kelsen. (1967). Pure Theory of Law. Berkeley: University of California Press.

Inpres Efisiensi: Guru Di Daerah Terpencil Khawatir Pelatihan Terhenti (2025).

John Rawls. (1971). A Theory of Justice. Cambridge: Harvard University Press.

Lawrence M. Friedman. (1975). The Legal System: A Social Science Perspective. New York: Russell Sage Foundation.

Nordiawan, D. dan A. H. (2019). Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat.

Pemerintah NTT: Efisiensi Anggaran Tidak Akan Mengorbankan Pendidikan (2025).

Pemerintah Provinsi NTT. (2023). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTT 2023-2028. Kupang: Bappeda Provinsi NTT.

Pemerintah Provinsi NTT. (2024). Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 8 Tahun 2024 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024. Kupang: Sekretariat Daerah Provinsi NTT.

Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kemendikbudristek. (2023). Laporan Hasil Asesmen Nasional 2023. Jakarta: Pusmenjar.

Soerjono Soekanto. (2008). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Esda Gracia Hina Kanni, Saryono Yohanes, & Josef Mario Monteiro. (2026). Implementasi Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD serta Dampaknya terhadap Program Prioritas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(4), 621–640. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i4.9441

Similar Articles

<< < 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)