Collaborative Governance Dalam Perbaikan Infrastruktur Jalan di Kota Pekanbaru Provinsi Riau

Authors

  • Dio Bella Yung Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Afni Nooraini Institut Pemerintahan Dalam Negeri

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i2.7133

Keywords:

Collaborative Governance, Road Improvement, Pekanbaru City

Abstract

This study investigates collaborative governance in road infrastructure repair in Pekanbaru City, Riau Province, driven by the urgent need to address the high number of damaged roads and the limitations of local government capabilities. Utilizing a qualitative method with a descriptive approach, data were gathered from interviews with five stakeholders, field observations, and supporting documents. The study applies collaborative governance theory by Emerson and Nabatchi to analyze road repair efforts in Pekanbaru, highlighting effective collaborative dynamics. Key findings reveal the establishment of a Coordination Team, role clarity, trust, and commitment among stakeholders as factors of success. Essential contributing elements include shared cooperation needs, consequential incentives, leadership support, and sufficient resources. However, challenges such as a volatile political climate, unequal information distribution, and power imbalances pose barriers to collaboration. Overall, the study concludes that collaborative governance in Pekanbaru's road infrastructure enhancement has yielded positive outcomes but calls for improvements in transparency, communication strategies, and the establishment of an integrated information system for effective progress monitoring. Additionally, independent oversight mechanisms are recommended to sustain equitable role distribution and responsibilities among all parties involved.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amin, A., Sari, R., & Putra, D. (2021). Handling COVID-19 from a collaborative governance perspective in Pekanbaru City. Jurnal Pemerintahan, 15(2), 120–134.

Amin, M., Putri, L. A., & Safitri, R. (2021). Tata kelola kolaboratif dalam penanganan COVID-19 di Kota Pekanbaru. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 9(2), 125–138.

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18, 543–571. Oxford: Oxford University Press.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2009). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approach (3rd ed.). Los Angeles: Sage Publications, Inc.

Damanik, M. D., & Rahayu, E. D. (2021). Analisis kolaborasi multipihak dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Jurnal Analisis Kebijakan, 11(1), 45–60.

Damanik, M., & Rahayu, S. (2021). Kolaborasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau ditinjau dari model tata kelola kolaboratif. Jurnal Tata Kelola, 8(1), 45–59.

Emerson, K. dan T. Nabatchi. 2015. Collaborative Governance Regimes. Washington: Georgetown University Press.

Islamy, M. I. (2018). Prinsip-prinsip perumusan kebijakan negara. Jakarta: Bumi Aksara.

Latib, M., & Khoiri, A. (2022). Strategi pemerintah pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Jember. Jurnal Infrastruktur, 9(3), 78–89.

Lestari, I., Kurniawan, H., & Sari, D. N. (2023). Peran pemerintah daerah dalam penanganan infrastruktur jalan: Studi di Kabupaten Banyumas. Jurnal Pembangunan Daerah, 5(1), 66–79.

Lestari, N., Saputra, I., & Harahap, R. (2023). Peran pemerintah dalam menanggulangi kerusakan infrastruktur jalan di Desa Bah Tobu Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun. Jurnal Pembangunan Daerah, 10(1), 99–110.

Moleong, L. J. (2004). Metode penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyana, A. (2023). Strategi collaborative governance dalam peningkatan pendapatan pada BPKPD Kota Banjar. Jurnal Administrasi Publik, 17(2), 66–79.

Mulyana, D. (2023). Kolaborasi pemerintah daerah dan swasta dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD): Studi di Kota Banjar. Jurnal Tata Kelola Pemerintahan, 6(2), 101–113.

Nisaa, F., Putri, L., & Adi, H. (2023). Perencanaan perbaikan infrastruktur jalan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru tahun 2023. Jurnal Perencanaan Kota, 12(1), 50–62.

Silalahi, U. (2010). Metode penelitian sosial. Bandung: PT Refika Aditama.

Simangunsong, F. (2017). Metodologi penelitian pemerintahan. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wahyuningsih, E., Prabowo, R. A., & Fitriani, Y. (2024). Peran pemerintah daerah dalam pengembangan infrastruktur jalan: Studi kasus di Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Infrastruktur dan Pembangunan, 8(1), 22–35.

Wahyuningsih, R., Dewi, S., & Hidayat, T. (2024). Peran pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur jalan di Kota Batam. Jurnal Infrastruktur dan Wilayah, 13(1), 101–115.

Widyowati, S., & Utomo, A. W. (2023). Collaborative governance dalam penurunan stunting di Kabupaten Wonogiri. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 11(1), 89–102.

Widyowati, S., & Utomo, B. (2023). Tata kelola pemerintahan kolaboratif dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Wonogiri. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(4), 210–222.

Downloads

Published

2026-04-02

How to Cite

Dio Bella Yung, & Afni Nooraini. (2026). Collaborative Governance Dalam Perbaikan Infrastruktur Jalan di Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(2), 134–151. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i2.7133

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.