Porsi Waris Anak Laki-Laki dan Perempuan Masyarakat Tionghoa

Kajian Putusan Mahkamah Agung Nomor 147 K/Pdt/2017

Authors

  • Yuni Kamilaini Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Muhammad Arifin Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Isnina Isnina Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i1.6920

Keywords:

Boys, Chinese Community, Girls, Inheritance, Supreme Court Decision

Abstract

Inheritance law in Indonesia is pluralistic because it is influenced by three legal systems, namely customary law, Islamic law, and western civil law (Burgerlijk Wetboek) which is a legacy of the Dutch colonial era and divides the population based on legal classes. This diversity of legal systems also influences inheritance practices in Chinese society which traditionally adheres to a patrilineal system, where sons are prioritized over daughters in the distribution of inheritance. This study aims to analyze the inheritance law regulations for Chinese society, the development of inheritance practices that occur, and the legal considerations used by judges in the Supreme Court Decision Number 147K/Pdt/2017. The research method used is normative-empirical legal research with a statutory approach, cases, and legal identification, as well as assessing the effectiveness of legal implementation through literature studies and interviews. The results of the study indicate that the Supreme Court decision confirms the equality of inheritance rights between sons and daughters. This marks a shift in the Chinese inheritance system from patrilineal customs to the application of the provisions of the Civil Code, which upholds the values ​​of justice and gender equality.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, H. Z. (2008). Pelaksanaan hukum waris di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Amin, M. (2014). Konsep keadilan dalam perspektif hukum Islam. Al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam, 4(2), 322–343. https://doi.org/10.15642/ad.2014.4.02.322-343

Apriliani Kudadari, D., et al. (2023). Hak waris anak perempuan dalam pewarisan lingkungan masyarakat adat Tionghoa. Acta Law Journal, 2(1). https://doi.org/10.32734/alj.v2i1.14307

Benni, B. (2015). Pewarisan pada etnis Tionghoa dalam pluralitas hukum waris di Indonesia. Jurnal Masalah-Masalah Hukum, 44(1), 1–10. https://doi.org/10.14710/mmh.44.1.2015.1-10

Bisri, I. (2004). Sistem hukum Indonesia: Prinsip-prinsip & implementasi hukum di Indonesia. Jakarta: Rajawali Press.

Buana, M. S. (2010). Hubungan tarik-menarik antara asas kepastian hukum (legal certainty) dengan asas keadilan (substantial justice) dalam putusan-putusan Mahkamah Konstitusi (Tesis Magister Ilmu Hukum). Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Dewi, A. S., et al. (2025). Hukum waris menurut KUHPerdata. Semarang: CV. Eureka Media Aksara.

Effendi, R. (2008). Pelaksanaan pendaftaran peralihan hak atas tanah karena warisan berkaitan dengan pembuatan akta pembagian hak bersama. Semarang: Universitas Diponegoro.

Fahrullah, A. F. (2021). Ahli waris dalam perspektif hukum Islam dan KUHPerdata (Burgerlijk Wetboek). Hukum Islam, 21(1). https://doi.org/10.24014/jhi.v21i1.9321

Fitri Suhartono, D. A. (2022). Sistem pewarisan menurut hukum perdata. Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial (JHPIS), 1(3). https://doi.org/10.55606/jhpis.v1i3.921

Indrawati, O. D. (2022). Keberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan peran notaris terhadap pembuatan surat keterangan waris bagi keturunan Tionghoa beragama Islam. Justicia Sains: Jurnal Ilmu Hukum, 7(2). https://doi.org/10.24967/jcs.v7i2.1921

Judiasih, S. D., et al. (2020). Pergeseran norma hukum waris adat di Indonesia. Sumedang: Unpad Press.

Julyano, M., & Sulistyawan, A. Y. (2019). Pemahaman terhadap asas kepastian hukum melalui konstruksi penalaran positivisme hukum. Jurnal Crepido, 1(1), 13–22. https://doi.org/10.14710/crepido.1.1.13-22

Melisa Ongkowijoyo. (2018). Pembagian harta warisan bagi ahli waris keturunan Tionghoa. Volume IV, 2, September.

Mirsa Astuti. (2022). Hukum adat dan antropologi. Medan: Pustaka Prima.

Naris, Y. (n.d.). Pembagian warisan Tionghoa, laki-laki lebih banyak. Jambi Independent.

Palayukan, Y. (2021). Tanggung jawab ahli waris terhadap harta warisan pewaris menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Lex Privatum, 9(4).

Putra, Y. A. (2014). Dasar permohonan kasasi oleh penuntut umum serta pertimbangan Judex Juris dalam permohonan kasasi oleh penuntut umum (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 1249 K/Pid/2015). Jurnal Verstek, 8(1).

Putusan Pengadilan Negeri Gunung Sitolis Nomor 23/Pdt.G/2015/Pn.Gst.

Putusan Pengadilan Tinggi Negeri Medan Nomor 94/Pdt/2016/PT.Mdn.

Rosdinar Sembiring. (2021). Hukum waris adat. Depok: PT RajaGrafindo Persada.

Salim, H. S. (2011). Pengantar hukum perdata tertulis (BW) (Cet. ke-7). Jakarta: Sinar Grafika.

Suparman, E. (2014). Hukum waris Indonesia dalam perspektif Islam, adat, dan BW. Bandung: Refika Aditama.

Suparman, E. (2018). Hukum waris di Indonesia. Bandung: Refika Aditama.

Suryadinata, L. (2005). Pemikiran politik etnis Tionghoa Indonesia. Jakarta: Pustaka LP3ES.

Tan, M. G. (2008). Etnis Tionghoa di Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Peradilan. (2013). Mahkamah Agung sebagai Judex Juris ataukah Judex Factie: Kajian terhadap asas, teori dan praktek. Bogor.

Tjung, E. (2025, Juni 20). Masyarakat Tionghoa (bermarga Tjung), Aceh Tengah.

Trisno, A., Lapian, M., & Pangemanan, S. (2017). Penerapan prinsip-prinsip good governance dalam pelayanan publik di Kecamatan Wanea Kota Manado. Jurnal Eksekutif, 1(1).

Turnip, E. S. (2021). Implementasi pembagian harta waris secara hukum adat pada masyarakat Tionghoa (Studi di Kelurahan Badak Bejuang Kota Tebing Tinggi). Volume 1(3), November.

Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung.

Vicaro, I. (2025, Juni 10). Masyarakat Tionghoa (bermarga Lee), Medan Perjuangan.

Zainuddin Ali, H. (2008). Pelaksanaan hukum waris di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Downloads

Published

2025-11-06

How to Cite

Yuni Kamilaini, Muhammad Arifin, & Isnina Isnina. (2025). Porsi Waris Anak Laki-Laki dan Perempuan Masyarakat Tionghoa : Kajian Putusan Mahkamah Agung Nomor 147 K/Pdt/2017. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(1), 571–599. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i1.6920

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.