Kajian Yuridis Warisan Tanpa Kejelasan Ahli Waris
(Studi Putusan No. 200/Pdt.P/2023/PN Jkt.Tim)
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i1.5423Keywords:
Absence, Heirs, InheritanceAbstract
An heir whose whereabouts are unknown refers to a person presumed missing, with no confirmation of life or death. This thesis examines the juridical settlement of inherited assets under civil law, focusing on Case Study Decision Number: 200/Pdt.P/2023/PN Jkt.Tim. The research employs a normative legal method, analyzing statutory regulations (law in book). According to Article 463 of the Civil Code, an heir whose whereabouts cannot be confirmed still retains inheritance rights, supported further by Article 467. However, if the court officially declares the missing person as deceased, their legal status as an heir ceases, and their position is transferred to a substitute heir. This substitution is governed by Article 841 of the Civil Code, which assigns all rights and obligations of the original heir to the replacement. Importantly, the substitute heir may only assume control of the inherited assets after a court decision has declared the original heir legally missing or deceased. Without such a ruling, no transfer or control of inheritance can occur. This ensures legal certainty and protects the rights of all parties involved in the inheritance process.
Downloads
References
Ade Fahrullah, A. (2021). Ahli waris dalam perspektif hukum Islam dan KUHPerdata (Burgerlijk Wetboek). Hukum Islam, 21(1), 59. https://doi.org/10.24014/jhi.v21i1.9321
Akbar, A. (2022, Desember 23). Begini cara membagi harta warisan pakai hukum perdata. CNBC Indonesia. Diakses 21 Maret 2024, dari https://www.cnbcindonesia.com/mymoney/20221223071317-72-399442/begini-cara-membagi-harta-waris-pakai-hukum-perdata
Arifin Haji Munir, Z. (2023). Kewarisan dan problematikanya di Indonesia. Tangerang Selatan: Lembaga Kajian Dialektika.
Dewi, A. A. K. K., Budiartha, I. N. P., & Sudibya, D. G. (2020). Hak waris bagi ahli waris yang tidak dapat ditentukan keberadaannya menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jurnal Preferensi Hukum, 1(2), 11–15. https://doi.org/10.22225/jph.1.2.2370.11-15
Efendi, J., & Ibrahim, J. (2020). Metode penelitian hukum normatif dan empiris. Jakarta: Kencana.
Fianni, A. S. (2024, Maret 21). Menelaah 5 macam pendekatan dalam penelitian hukum. Diakses 21 Maret 2024, dari https://katadata.co.id/berita/nasional/634ecdc698b51/menelaah-5-macam-pendekatan-dalam-penelitian-hukum
Fuady, M. (2014). Konsep hukum perdata. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Hamidah, S., dkk. (2021). Hukum waris Islam. Malang: UB Press.
Hayati, A., dkk. (2015). Hukum waris. Medan: CV. Manhaji.
Melia, D. S. (2018). Hukum waris menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Bandung: Penerbit Nuansa Aulia.
Meliala, D. S. (2014). Hukum perdata dalam perspektif BW. Nuansa Aulia, 1689–1699.
Munawi, M. (2016). Pengantar hukum kewarisan Islam. Surabaya: Buku Pustaka Radja.
Najih, M., & Soimin. (2014). Pengantar hukum Indonesia. Setara Press (Kelompok Penerbit Intrans).
Nasution, A. (2019). Pluralisme hukum waris di Indonesia. Al-Qadha, 5(1), 20–30. https://doi.org/10.32505/qadha.v5i1.957
Nawawi, M. (2016). Pengantar hukum kewarisan Islam. Surabaya: Buku Pustaka Radja.
Nugroho, R. M., dkk. (2023). Hukum waris Islam dan penyelesaian konflik waris melalui deteksi dini dan mediasi. Yogyakarta: Jejak Pustaka.
Nugroho, S. S. (2016). Hukum waris adat di Indonesia. Solo: Pustaka Iltizam.
Pangemanan, J. I. H. (2024, Maret 22). Pengertian penalaran induktif dan deduktif dan contohnya. Media Indonesia. Diakses 22 Maret 2024, dari https://mediaindonesia.com/humaniora/615693/pengertian-penalaran-induktif-dan-deduktif-dan-contohnya
Poespasari, E. D. (2016). Perkembangan waris adat di Indonesia. Sidoarjo: Zifatama Publisher.
Putrawan, S., & Satyawati, N. M. A. A. (2014). Sistem pewarisan apabila pewaris dan ahli warisnya meninggal dunia pada saat bersamaan ditinjau berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jurnal Kertha Semaya, 2(6), 1–5. https://ojs.unud.ac.id/index.php/kerthasemaya/article/view/10648
R. Subekti, & Tjitrosudibio, R. (2014). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jakarta Timur: PT. Balai Pustaka (Persero).
Rorong, W. (2015). Analisis yuridis kehilangan hak mewaris menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Lex Privatum, 3(4), 64–69.
Satyawati, N. M. A. A., & Putrawan, S. (2014). Sistem pewarisan apabila pewaris dan ahli warisnya meninggal dunia pada saat bersamaan ditinjau berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jurnal Kertha Semaya, 2(6), 1–5. https://ojs.unud.ac.id/index.php/kerthasemaya/article/view/10648
Sisma, F. A. (2024, Maret 21). Menelaah 5 macam pendekatan dalam penelitian hukum. Diakses dari https://katadata.co.id/berita/nasional/634ecdc698b51/menelaah-5-macam-pendekatan-dalam-penelitian-hukum
Sudibya, D. G., dkk. (2020). Hak waris bagi ahli waris yang tidak dapat ditentukan keberadaannya menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jurnal Preferensi Hukum, 1(2), 11–15. https://doi.org/10.22225/jph.1.2.2370.11-15
Suhartono, D. A. F., Azizah, N. N., & Wibisono, C. S. (2022). Sistem pewarisan menurut hukum perdata. Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial, 1(3), 204–214. https://doi.org/10.55606/jhpis.v1i3.921
Suhartono, D. A. F., dkk. (2022). Sistem pewarisan menurut hukum perdata. Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial, 1(3), 204–214. https://doi.org/10.55606/jhpis.v1i3.921
Suparman, M. (2015). Hukum waris perdata. Jakarta: Sinar Grafika.
Tata, S., dkk. (2019). Bahasa Indonesia untuk perguruan tinggi. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.
Wahyuni, W. (2024, Maret 21). Tiga jenis metodologi untuk penelitian skripsi jurusan hukum. Diakses dari https://www.hukumonline.com/berita/a/tiga-jenis-metodologi-untuk-penelitian-skripsi-jurusan-hukum-lt6458efc23524f/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





