Nilai - Nilai Pancasila dalam Pembaruan Hukum Perkawinan
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i1.5200Keywords:
Legal Reform, Marriage, PancasilaAbstract
Pancasila has been established as both a rechtsidee (legal ideal) and a grundnorm (fundamental norm). The values of Pancasila must guide and be embodied in legal reform in Indonesia whether at the substantive level (legal content), structural level (legal institutions), or cultural level (legal culture). These values must be embedded in the Constitution of the Republic of Indonesia and further reflected in all subsequent laws and regulations. The value of national unity contained in Pancasila is reflected in the enactment of Law No. 1 of 1974 on Marriage. The unification of marriage law through this legislation abolished the diverse marriage laws that existed prior to its enactment. The value of social justice for all Indonesian people is reflected in the enactment of Law No. 16 of 2019, which amended Law No. 1 of 1974 on Marriage. The amendment, which revised the minimum age for marriage, provides justice for both men and women regarding the legal validity of marriage in Indonesia.
Downloads
References
Arif Sugitanata, A., Karimullah, S. S., & Sunardi, H. (2023). Hukum perkawinan di masyarakat Sasak Lombok Nusa Tenggara Barat (Analisis produk hukum perkawinan masyarakat Sasak Lombok Nusa Tenggara Barat). The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 4(1). https://doi.org/10.51675/jaksya.v4i1.344
Aristoni, A. (2021). Kebijakan hukum perubahan batasan minimal umur pernikahan perspektif hukum Islam. Jurnal USM Law Review, 4(1). https://doi.org/10.26623/julr.v4i1.3198
Budiaman, A. (2018). Nalar metodologi pembaharuan hukum perkawinan di dunia Muslim. Hukumah: Jurnal Hukum Islam, 1(1).
Creswell, J. W. (2019). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif dan campuran. Pustaka Pelajar.
Efendi, E. (2014). Hukum pidana Indonesia: Suatu pengantar (Vol. 3). Refika Aditama.
Erwin, S., Zulkifli, I., & Melanie, L. (2021). Hukum perkawinan adat. Madza Media.
Faisal, L. (2019). Pencatatan perkawinan dalam konsep negara hukum Pancasila. ASAS, 11(1). https://doi.org/10.24042/asas.v11i01.4645
Fi’li, D. A. F. B., & Soekesi, T. S. (2021). Wujud perlindungan hukum bagi wanita akibat pembatalan perkawinan klandestin. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 6(1), 26–34. https://doi.org/10.17977/um019v6i1p26-34
Habibi, M. (2021). Legalitas hukum Islam dalam sistem peradilan Indonesia. Media Syari’ah: Wahana Kajian Hukum Islam dan Pranata Sosial, 22(2). https://doi.org/10.22373/jms.v22i2.8050
Hutama Hutabarat, D. T., Simanjuntak, K., & Syarunsyah, S. (2022). Pengelabuan hukum perkawinan atas perkawinan beda agama. Jurnal Ius Constituendum, 7(2). https://doi.org/10.26623/jic.v7i2.5383
Kurniana, N., Karnandi, K. T., & Bustomi, M. Y. (2023). Sejarah perumusan Pancasila: Pancasila sebagai sistem filsafat. Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan, 1(1).
Laksmi, D. A. V. (2022). Perspektif filsafat hukum Islam dalam poligami. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(2). https://doi.org/10.54371/jiip.v5i2.460
Lukito, R. (2008). Hukum sakral dan hukum sekuler: Studi tentang konflik dan resolusi dalam sistem hukum Indonesia. Pustaka Alvabet.
Mahfud MD. (2009). Pancasila hasil karya dan milik bersama. Kongres Pancasila UGM.
Marwa, M. H. M. (2021). Model penyelesaian perselisihan perkawinan perspektif hukum adat dan hukum Islam. Jurnal USM Law Review, 4(2). https://doi.org/10.26623/julr.v4i2.4059
Rahardjo, S. (2009). Hukum dan perubahan sosial: Suatu tinjauan teoritis serta pengalaman-pengalaman di Indonesia. Penerbit Alumni.
Rizqullah, T. M., & Najicha, F. U. (2022). Pegimplementasian ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jurnal Kewarganegaraan, 6(2).
Safitri, A. O., & Dewi, D. A. (2020). Pancasila sebagai dasar negara dan implementasinya dalam berbagai bidang. EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling, 3(1).
Sedia, G. (2020). Penerapan sanksi adat bagi wanita yang sudah hamil di luar perkawinan pada masyarakat Dayak Mualang di Desa Seburuk I Kecamatan Belitang Hulu Balai Sepuak Kabupaten Sekadau. PERAHU (Penerangan Hukum): Jurnal Ilmu Hukum, 2(2). https://doi.org/10.51826/.v2i2.236
Sugiyono, P. D. (2022). Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. CV Alfabeta.
Wijayanto, E. (2023). Konvergensi politik hukum, hak asasi manusia dan Pancasila terhadap perkawinan beda agama di Indonesia. WICARANA, 2(1). https://doi.org/10.57123/wicarana.v2i1.31
Zeinudin, M., & Ariyanto, O. (2021). Rekonstruksi hukum perkawinan beda agama berbasis hak asasi manusia di Indonesia. Jurnal Jendela Hukum, 8(2). https://doi.org/10.24929/fh.v8i2.1575
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





