Tinjauan Pelaksanaan Informed Consent pada Layanan Kesehatan Praktik Kerja Lapangan Mahasiswa Fisioterapi

Authors

  • Zainal Abidin Universitas Widya Husada Semarang
  • Kuswardani Kuswardani Universitas Widya Husada Semarang

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i2.4359

Keywords:

Implementation, Informed Consent, Students, Work Practices

Abstract

The health services that will be provided must go through stages of approval from the patient verbally or in writing, so as not to violate the patient's rights as consumers of services and is one of the obligations of the health worker himself. This research aims to determine the implementation of informed consent in health services provided by physiotherapy students during field work practice in health institutions. This research also uses a sociological juridical method, which is the result of drawing conclusions as a result of connecting cause and effect variables in accordance with social science design. From the results of this research, it was found that physiotherapy students at Widya Husada University, Semarang, during field work practice in health institutions, always gave informed consent to patients before providing health services, either verbally or in writing. Students cannot yet be called full-fledged health workers, but when students practice field work in health institutions and provide health services to patients, they are required to provide informed consent to the patient first as a form of approval for the patient's actions.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Auliaa, M. S. (2018). Tinjauan pelaksanaan informed consent pada tindakan operasi di instalasi gawat darurat RSUD Haji Makassar tahun 2018 [Skripsi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar].

Budi Suhariyanto. (2013). Tindak pidana teknologi informasi (cybercrime): Urgensi pengaturan dan celah hukumnya. Rajawali Press.

Firmandika, J. (2016). Pertanggungjawaban pidana pada mahasiswa kedokteran jenjang pendidikan profesi (Co-assistant) yang melakukan kelalaian medis dalam praktik kerja lapangan [Skripsi, Universitas Islam Indonesia]. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/4169

Harlan, J., & Sutjiati, R. (2018). Buku metodologi penelitian kesehatan. Metodologi Penelitian Kesehatan, 44(8), 232.

Imron, I. (2019). Analisa pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen menggunakan metode kuantitatif pada CV. Meubele Berkah Tangerang. Indonesian Journal on Software Engineering (IJSE), 5(1), 19–28. https://doi.org/10.31294/ijse.v5i1.5861

Kencananingtyas, L., & Harjanti. (2014). Pelaksanaan pemberian informed consent dan kelengkapan informasi di RSU Jati Husada Karanganyar tahun 2014.

Kuswardani. (n.d.). Implementation of medical records in physiotherapy services home care in Semarang City [Laporan/Artikel tidak dipublikasikan].

Maharani, R. E., & S. H. (2016). Implementasi prinsip-prinsip informed consent dalam transaksi terapeutik (Studi di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara). Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 6(Agustus), 128.

Program Studi Fisioterapi. (n.d.). Buku pedoman praktik klinik komprehensif Prodi DIII Fisioterapi UWHS.

Putri, I. K. C. (2017). Wewenang dan tanggung jawab Co-Ass dalam pelayanan kesehatan terhadap pasien di rumah sakit. Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang, 1689–1699.

Sabono, A. (2020). Metadata, citation and similar papers at Core.ac.uk. Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 5(Desember), 118–138.

Safinatunnisa, B. (n.d.). Fungsi informed consent dalam pelaksanaan perjanjian terapeutik antara pasien dengan pihak klinik (Studi pada Klinik Jemadi Medan) [Skripsi, Universitas].

Safitri, D. E. (2020). [Review of the book Argumentum, Vol. 7, No. 1, pp. 41]. Magister Hukum Argumentum, 7(1), 41.

Sandi, A. (2019). Pelaksanaan persetujuan tindakan medis (informed consent) antara bidan dan pasien pengguna alat kontrasepsi dalam rahim di Bidan Praktek Mandiri Mawar Kabupaten Kerinci. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 2020(1), 473–484.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269 Tahun 2008 tentang Rekam Medis.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 93 Tahun 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Fisioterapi.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan dan Praktik Fisioterapi.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Downloads

Published

2025-05-01

How to Cite

Zainal Abidin, & Kuswardani Kuswardani. (2025). Tinjauan Pelaksanaan Informed Consent pada Layanan Kesehatan Praktik Kerja Lapangan Mahasiswa Fisioterapi. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 4(2), 12–24. https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i2.4359

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.