Tradisi Mangain dalam Perkawinan Antara Etnik Batak Toba dengan Etnik Karo Menurut Masyarakat di Desa Pintu Angin Kecamatan Laubaleng Kabupaten Karo

Authors

  • Tiara Stepany Br Manurung Universitas Negeri Medan
  • Puspitawati Puspitawati Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurripen.v4i3.6987

Keywords:

Clans, Cultural Identity, Mangain Tradition, Mixed Marriage, Toba Batak

Abstract

This study examines the stages of the mangain tradition in marriages between the Toba Batak and Karo ethnic groups in Pintu Angin Village and examines the importance of clans (marga) within the Toba Batak ethnic group. This study employed a qualitative descriptive approach, with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The results of this study demonstrate that the mangain tradition must be applied to marriages between the Toba Batak and Karo ethnic groups. For the Toba Batak community, clans are a vital identity, and interethnic marriages clearly hold a place within the Toba Batak traditional institution, the Dalihan Na Tolu structure. However, the mangain tradition also serves as a gateway for people outside the Toba Batak ethnic group to join the Toba Batak community. Furthermore, the Pintu Angin Village community supports this tradition as a cultural heritage that must be upheld. The mangain process is also seen as maintaining the dignity of Toba Batak customs and demonstrating mutual respect between ethnic groups.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ammar, D., Danialsyah, D., Lubis, M. F. R., Purba, A. R., & Nst, V. F. H. (2023). Pelaksanaan pemberian marga dalam sistem perkawinan etnik Mandailing (Studi di Lembaga Adat Budaya Mandailing Medan). Jurnal PKM Hablum Minannas, 2(1), 68–79. https://doi.org/10.47652/jhm.v2i1.363

Gultom, M. (2022). Perkawinan tampa marga dalam perspektif hukum adat Batak Toba. Jurnal Ilmu Hukum, 14(1), 2541–0962.

Harahap, S. M. (2022). Marga dan perannya pada masyarakat Batak Angkola. Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman, 9(2), 121–134. https://doi.org/10.24952/multidisipliner.v9i2.7647

Kaloko, I. S. I. (2024). Tradisi mangain: Pemberian marga bagi non-Batak di Desa Lingga Tengah Kabupaten Dairi. Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies, 2(1), 117–124.

Lau, L. B. K., Nilai Perspektif Budaya Karo dalam Perawatan Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Lau Baleng Kecamatan Lau Baleng Kabupaten Karo Mediana Br Sembiring1, Mappeati Nyorong2, Darwin Syamsul2.

Manurung, L. W. (2021). Strategi bertutur menolak dan strategi kesantunan dalam peristiwa tutur marhata sinamot (negosiasi mahar) pada pernikahan adat Batak Toba (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).

Mutawally, A. F. (2022). Perkembangan pemekaran daerah tingkat provinsi di Indonesia pada masa Orde Lama, 1948–1964. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 6(1), 43–59. https://doi.org/10.29408/fhs.v6i1.4551

Pasaribu, D., dkk. (2017). Perkembangan sistem perkawinan Batak Toba di Kota Medan. Law Jurnal Diponegoro, Universitas di Ponegoro, 6(2).

Perawati, L. (2020). Pelaksanaan pemberian marga terhadap calon istri pada perkawinan campuran beda suku dalam masyarakat adat Batak di Kecamatan Peranap (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).

Puspadewi, G. (2023). Perkawinan suku adat Batak Toba. Universitas Pembangunan Nasional.

Siagian, D., Ranto, R., & Saputri, R. A. (2021). Politik identitas: Strategi negosiasi marga dalam pernikahan amalgamasi pada etnis Batak dan Melayu. Jurnal Studi Inovasi, 1(3), 80–85. https://doi.org/10.52000/jsi.v1i3.38

Siahaan, N. (1982). Adat Dalihan na Tolu: Prinsip dan pelaksanaannya.

Sianturi, I. S. B., & Aprilia, M. B. (2023). Kedudukan orang berasal dari luar suku Batak yang diberi marga dalam pembagian warisan adat Batak Toba di Tapannuli. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, 1(6), 21–25.

Simanjuntak, B. A. (2006). Struktur sosial dan sistem politik Batak Toba hingga 1945: Suatu pendekatan antropologi budaya dan politik. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Sinaga, A. H., Sarbaitinil, N. E., & Elfemi, N. (2021). Makna tradisi mangain sebelum acara pernikahan pada masyarakat Batak Toba di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 6103–6111.

Siregar, M. (2019). Marriage ceremony in Batak Toba tribe: Between consumerism and purpose of life. International Journal of Applied Science, 2(3), p40–p40. https://doi.org/10.30560/ijas.v2n3p40

Siska, R. (2019). Gambaran masyarakat Batak Toba mengenai kepuasan pernikahan pada suku Batak Toba yang menikah dengan suku lain (Mengangkat marga) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).

Sugiarto, U. (2022). Pemberian marga dalam perkawinan adat Mandailing. Jurnal El-Thawalib, 3(2), 275–287. https://doi.org/10.24952/el-thawalib.v3i2.5298

Veronica, J., & Rahmiaji, L. R. (2017). Negosiasi identitas dalam pernikahan tanpa marga pada pasangan campuran (suku Batak dan suku lainnya). Interaksi Online, 6(1).

Yoseva, L., Rodliyah, N., Aprilianti, S. H., Rusmawati, D. E., & SH, M. (2022). Analisis hukum pelaksanaan pengangkatan anak (Mangain) menurut hukum Batak Toba di Desa Narumonda V Kecamatan Siantar Narumonda Kabupaten Toba Sumatra Utara. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 1(02), 134–143. https://doi.org/10.55927/jldl.v1i1.729

Downloads

Published

2025-10-13

How to Cite

Tiara Stepany Br Manurung, & Puspitawati Puspitawati. (2025). Tradisi Mangain dalam Perkawinan Antara Etnik Batak Toba dengan Etnik Karo Menurut Masyarakat di Desa Pintu Angin Kecamatan Laubaleng Kabupaten Karo. JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN, 4(3), 497–511. https://doi.org/10.55606/jurripen.v4i3.6987

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.