Dua Altar dalam Satu Perayaan Ekaristi

Inkulturasi Liturgi Gereja Katolik dalam Misa Dange Umum Masyarakat Dayak Kayan

Authors

  • Maria Magdalena Husun Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak
  • Yanto Sandy Tjang Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak
  • Florentina Florentina Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak
  • Felisitas Yuswanto Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak
  • Amadi Amadi Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrafi.v5i2.8445

Keywords:

Common Dange Mess, Contextual Theology, Dayak Kayan Culture, Eucharist, Liturgical Inculturation

Abstract

This study examines the Common Dange Mess at the Parish of Santo Antonius Padua Mendalam as a manifestation of the inculturation of Catholic faith with the Dayak Kayan culture. Using a descriptive qualitative approach, the study focuses on the meaning and relationship between the Church altar and the Lasah as symbols of liturgy and culture. The altar remains the sacramental center of the Eucharist, while the Lasah channels prayers, offerings, and local cultural identity, forming a harmonious dialogue without altering theological meaning. Cultural elements such as language, songs, dances, traditional attire, and ritual symbols are purified and aligned with the liturgy, ensuring that all offerings are directed to God. The findings indicate that the Common Dange Mess strengthens the faith of the Dayak Kayan community, preserves cultural identity, and affirms the practice of contextual theology, in which the proclamation of the Gospel is realized contextually, dialogically, and complementarily with local traditions, making this celebration a mature model of inculturation centered on Christ.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arianto, J. (2024). Gereja sebagai communio: Implementasi dalam struktur hukum kanonik pasca Konsili Vatikan II. Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, 8(2). https://doi.org/10.61831/gvjkp.v8i2.241

Bevans, S. B. (2013). Model-model teologi kontekstual. Ledalero.

Gaut, W., & Agustin, D. (2025). Revisiting the reception of Gaudium et Spes’s vision of the Church–world relationship. Asian Horizons, 19(1), 86–103.

Jela, K., Tjang, Y. S., & Yuswanto, F. (2026). Spiritualitas Ekaristi Henri Nouwen dalam kehidupan keluarga Katolik pedesaan. Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik, 4(1), 25–35. https://doi.org/10.61132/tritunggal.v4i1.1810

Jiménez, V. R. (2025). Widening the circles of dialogue: Paul VI and interreligious dialogue after 60 years of Ecclesiam Suam. Religions, 16(2), Article 246. https://doi.org/10.3390/rel16020246

Johansen, P., & Donatius, B. E. S. P. (2015). Identitas budaya Dayak Kayaan Mendalam di Kapuas Hulu. Kepel Press.

John Paul II. (2000). Catechism of the Catholic Church. Libreria Editrice Vaticana.

Konferensi Waligereja Indonesia. (2020). Tata perayaan Ekaristi. Obor.

Kristianus. (2017). Dialektika budaya Dayak: Enkulturasi agama Katolik dengan budaya Dayak Kayaan. Jurnal Studi Kultural, 2(2), 87–93. https://doi.org/10.6084/m9.figshare.5212255

Lado, F., Mali, M., & Subali, Y. (2022). Altar sebagai tempat terjadinya peristiwa keselamatan: Tinjauan teologis menurut Alfonsus Maria de Liguori. Jurnal Teologi, 11(2), 167–180. https://doi.org/10.24071/jt.v11i02.5260

Martasudjita, E. (2007). Pengantar liturgi: Makna, sejarah, dan teologi liturgi. Kanisius.

Martasudjita, E. P. D. (2022). Inkulturasi dan tata perayaan Ekaristi: Gambaran berinkulturasi dalam konteks Indonesia. Studia Philosophica et Theologica, 22(2), 159–180. https://doi.org/10.35312/spet.v22i2.441

Meni, K., Tjang, Y. S., Dol, A. S., & Yuswanto, F. (2026). Tarian Ka’ Bawakng sebagai doa tubuh: Inkulturasi budaya Dayak Kanayatn dalam liturgi Gereja Katolik. Sabar: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik, 3(1), 113–126. https://doi.org/10.61132/sabar.v3i1.1862

Ngo, A. J. D. (2015). Dange Kayan Mendalam. In S. Morgan (Ed.), Sejarah orang Dayak Kayan: Dari hidup primitif ke hidup modern (Bagian 1). Creative Commons.

Paul VI. (1963). Sacrosanctum Concilium: Constitution on the sacred liturgy. Libreria Editrice Vaticana.

Paul VI. (1965a). Nostra Aetate: Declaration on the relation of the Church to non-Christian religions. Libreria Editrice Vaticana.

Paul VI. (1965b). Gaudium et Spes: Pastoral constitution on the Church in the modern world. Libreria Editrice Vaticana.

Paul VI. (1965c). Ad Gentes: On the mission activity of the Church. Libreria Editrice Vaticana.

Pirminus, Tjang, Y. S., Amadi, Tinenti, H. G., & Yuswanto, F. (2025). Salib kampung sebagai simbol inkulturasi: Integrasi keimanan Katolik dan ritual adat Nosu Minu Podi. Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik, 3(4), 1–10. https://doi.org/10.61132/jbpakk.v3i4.1673

Praptantya, D. B., Efriani, & Dewantara, J. A. (2020). DANGE: Sinkronisasi Gereja Katolik terhadap budaya Dayak Kayan Mendalam. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 22(2), 167–176. https://doi.org/10.14203/jmb.v22i2.1076

Prastiwi, S. D., & Wulandari, B. J. W. (2022). Penutur tradisi lisan Kayaan Mendalam: Mereka yang berjuang melintasi zaman. CV Media Jaya Abadi.

Sevidra, O., Priyadi, A. T., & Hanye, P. (2013). Mantra dayung dalam upacara Dange masyarakat Dayak Kayan Kecamatan Putussibau Utara. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 2(10), 1–15. https://doi.org/10.26418/jppk.v2i10.3734

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Terigas, P. L. P., Tjang, Y. S., Yusmanto, & Yuswanto, F. (2026). Kosmologi Dayak dan spiritualitas Kristen: Inkulturasi tradisi Munjong ke dalam ajaran Gereja Katolik pada masyarakat Dayak Tobak. Pengharapan: Jurnal Pendidikan dan Pemuridan Kristen dan Katolik, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.61132/pengharapan.v3i1.1841

Tigaang, S. L. S., Zakso, A., & Mirzachaerulsyah, E. (2025). Perkembangan tradisi Dange pada suku Dayak Kayaan Mendalam Desa Datah Diaan Kecamatan Putussibau Utara tahun 1980–2022. Balale’: Jurnal Antropologi, 6(1), 60–72. https://doi.org/10.26418/balale.v6i1.92443

Wulandari, B. J. W., & Prastiwi, S. D. (2022). Perempuan adat penjaga tradisi: Kajian tentang peran perempuan Kayaan Mendalam di Kapuas Hulu dalam pemeliharaan kebudayaan. CV Media Jaya Abadi.

Yudhiantoro, S. A. (2018). Evangeliarium dan pemakluman Injil: Simbol dan puncak kehadiran Kristus dalam liturgi Sabda. Melintas, 34(3), 272–290. https://doi.org/10.26593/mel.v34i3.3460.272-290

Yuswanto, F. (2022). Katolik, Islam, dan Sinan (adat konversi agama suku Dayak Mentuka, Sekadau, Kalimantan Barat) (Disertasi). Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Downloads

Published

2026-05-06

How to Cite

Maria Magdalena Husun, Yanto Sandy Tjang, Florentina Florentina, Felisitas Yuswanto, & Amadi Amadi. (2026). Dua Altar dalam Satu Perayaan Ekaristi: Inkulturasi Liturgi Gereja Katolik dalam Misa Dange Umum Masyarakat Dayak Kayan. Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 5(2), 13–24. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v5i2.8445

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 

You may also start an advanced similarity search for this article.