Dialog Antar Umat Beragama dan Pilar Kerukunan di Indonesia: Konsep Tri Kerukunan Umat Beragama dan Relevansinya

Authors

  • Bayduri Dinanti Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Putri Sri Rejeki Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Herviani Herviani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Dilla Syafitri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Muhammad Aziz Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Muhammad Arif Hasibuan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrafi.v3i2.6604

Keywords:

Interreligious Dialogue; Harmony; Tolerance; Tri Kerukunan Umat Beragama; Pluralism

Abstract

Amid rising challenges of intolerance, social polarization, and the strengthening of exclusive religious sentiments, interreligious dialogue has become a strategic instrument for nurturing diversity and reinforcing national harmony. This study examines how interreligious dialogue contributes to strengthening the pillars of harmony as outlined in the concept of the Tri Kerukunan Umat Beragama (Three Pillars of Religious Harmony). It also explores the extent to which this concept remains relevant and effective in addressing the current dynamics of religious diversity in Indonesia. The purpose of this research is to analyze the role of dialogue as a mechanism of cross-faith communication in fostering mutual understanding, cultivating respect for differences, and promoting harmonious social relations within a pluralistic society. Using a qualitative approach through a comprehensive literature review, this study investigates various scholarly works related to interfaith dialogue, religious harmony, and Indonesia’s socio-religious landscape.The findings indicate that interreligious dialogue functions not only as a means of resolving differences and preventing conflict but also as a transformative space that strengthens trust, cooperation, and solidarity across religious communities. Thus, dialogue remains a crucial pillar in achieving sustainable and inclusive religious harmony in Indonesia, although it requires

Downloads

Download data is not yet available.

References

Albar, D., Rahman, M. T., SAM, M. N., Munawwaroh, S. M., Wasehudin, & Budiana, Y. (2020). Penciptaan dan pemeliharaan alam dalam perspektif Al-Qur’an. Block Caving – A Viable Alternative?, XXI.

Ashifa, W. A. N., & Fauziah, A. (2024). Peran dialog antar agama dalam mewujudkan lingkungan yang harmonis dan keselarasan dalam masyarakat. Global Islamika: Jurnal Studi dan Pemikiran Islam, 2(2), 11–19. https://doi.org/10.5281/zenodo.10614648

Azra, A. (2016). Transformasi politik Islam: Radikalisme, khilafatisme, dan demokrasi (p. 2016).

Bawa, D. L. (2018). Membumikan teologi kerukunan (mengkomunikasikan makna rukun dan konsep tri kerukunan). Jurnal Al-Nashihah, 2(1), 1–12.

Dadi, K. K., & Wowiling, K. V. (2022). Mengembangkan toleransi dalam upaya membangun moderasi beragama di Indonesia (Telaah terhadap gagasan moderasi beragama dalam buku Moderasi Beragama terbitan Kementerian Agama RI). CREDENDUM: Jurnal Pendidikan Agama, 4(1), 61–76.

Fatih, M. K. (2017). Interaksi sosial dan trilogi kerukunan umat beragama di Kota Tuban (pp. 15–16). Yogyakarta.

Firdaus, M. A. (2014). Eksistensi forum kerukunan umat beragama dalam memelihara kerukunan umat beragama di Indonesia. Kontekstualita, 29(1), 58–71.

Harahap, A. S., Nofianti, R., & Agustia, N. R. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kerukunan umat antar beragama di Kel Kwala Begumit, Kec Stabat Kab Langkat. INNOVATE: Journal of Social Science Research, 3(2), 1–11.

Hasan, Z. (2018). Dialog antar umat beragama. LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan, 12(2), 387–400. https://doi.org/10.35316/lisanalhal.v12i2.152

Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan. (2015). Komunika, Acta Universitatis Agriculturae et Silviculturae Mendelianae Brunensis (Vol. XVI).

Irawan, D., Imawan, M. R., & Zamzami, M. R. (2024). Creating harmony with interfaith dialogue: Menciptakan harmoni dengan dialog antar umat beragama. JURSIH, 2(1), 87–102.

Iswanto, A. (2014). Naskah-naskah di Kraton Yogyakarta: Reinterpretasi Islam Jawa. Vol. 37, No. 2, Des 2014 ISSN: 0126-396X P, 37(2), 137–148.

Ma’rifat, R. A., Suraharta, I. M., & Jaya, I. I. (2024). Pendidikan agama multikultural: Dari etika religius, kajian empiris hingga praksis implementatif toleransi beragama. 2, 306–312.

Miharja, D., & Mulyana, M. (2019). Peran FKUB dalam menyelesaikan konflik keagamaan di Jawa Barat. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya, 3(2), 120–132.

Parawati, E. D., Nurhidayat, W., & Burhanudin, M. (n.d.). Manajemen kerukunan umat beragama: Solusi menuju harmoni (Vol. XVII, No. 1385).

Rustandi, A. D. (2021). Tafsir toleransi dalam gerakan Islam di Indonesia: Analisis teoritis Tafsir Al Mishbah karya M. Quraish Shihab dan analisis praktis gerakan Islam di Tasikmalaya (pp. 167–186).

Downloads

Published

2024-10-31

How to Cite

Bayduri Dinanti Nasution, Putri Sri Rejeki, Herviani Herviani, Dilla Syafitri, Muhammad Aziz, & Muhammad Arif Hasibuan. (2024). Dialog Antar Umat Beragama dan Pilar Kerukunan di Indonesia: Konsep Tri Kerukunan Umat Beragama dan Relevansinya . Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 3(2), 181–190. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v3i2.6604