Kolaborasi Pengurus dan Gen Z dalam Tata Kelola Masjid Secara Modern yang Efektif

Authors

  • Rina Gusmawati Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Noor Fadlli Marh Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrafi.v4i3.6426

Keywords:

Collaboration, Management, Mosque

Abstract

This paper is motivated by the condition of the Nurul Firdaus Mosque, which has long been neglected and has minimal religious activities other than Maghrib and Isha prayers. This phenomenon reflects the decline in the mosque's role as a center of worship and social and religious activities in the community. Mosques, which should be places for fostering the community, are instead only used to a limited extent, often even locked outside of Maghrib and Isha prayer times. This study aims to explore in depth the factors causing low congregation participation and find solutions in the form of innovative collaboration between mosque administrators and the younger generation, especially Generation Z, in managing the mosque in a modern and inclusive manner. The method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews and documentation. Informants in this study consisted of religious leaders, community leaders, mosque administrators, mosque youth, and the general public living around the research location. The research focuses on examining social dynamics, communication patterns, and forms of participation between groups involved in mosque management. Anthony Giddens' structuration theory is used as an analytical tool to understand the relationship between structures (rules, norms, and practices of mosque management) and agents (mosque administrators and youth) in shaping social change towards more open, adaptive, and responsive mosque management to the needs of the times. The results of the study indicate that the alienation of the congregation towards the mosque is influenced by the lack of innovation in religious activities, the absence of an accommodating approach to the younger generation, and weak communication and coordination within the mosque management body itself.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmadi. (2004). Jenis-jenis kolaborasi. Jurnal Sosial dan Pendidikan, 2(1), 71.

Akhmad, Z., dkk. (2020). Praktik manajemen keuangan masjid dan potensi dana masjid. Jurnal Riset Akuntansi Aksioma, 19(1), 70–73.

Akhyaruddin, dkk. (2019). Peran pengurus dalam memakmurkan Masjid Nurul Huda Desa Sungai Tonang Kecamatan Kampar Utara. JRMDK: Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi, 1(2), 98–99.

Erianjoni, & Amrullah, A. Z. (2019). Fungsi lain Masjid Raya Sumatera Barat bagi remaja di Kota Padang. Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, 2(3), 98.

Gusmawati, R., & Marh, N. F. (2022). Kolaborasi Gen Z dan Gen X dalam mengelola Masjid Nurul Firdaus Padang Ranjau Jorong Binjai Tigo Nagari Kabupaten Pasaman. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu, 5(2), 166.

Imansah, R. K., & Savitaningrum, M. (2017). Masjid Sultan Muhammad Salahuddin Bima: Arsitektur misi agama dan kekuasaan. Jurnal Lestari Keagamaan, 15(2), 391.

Jamal Mirdad, dkk. (2023). Eksistensi masjid dan sejarah umat Islam. International Conferences on Islamic Studies (ICIS), 1(1), 250.

Kusyanto, M. (2017). Kualitas ruang masjid berkubah yang dibangun masyarakat secara swadaya dari aspek kenyamanan termal di Kabupaten Demak. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 6(3), 178.

Muh. Anwar, & Septiawan, M. J. R. (2023). Strategi pengurus masjid dalam membina pemahaman keagamaan Masjid Baiturrahman Kelurahan Batang Kaluku Kecamatan Somba Opu. Al-Idarah: Jurnal Manajemen Dakwah, 11(1), 86.

Muhyani, & Fauzi, D. (2019). Dakwah berbasis masjid: Studi kasus Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Koloni: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 3(2), 164.

Muslim, A. (2024). Manajemen pengelolaan masjid, aplikasi. Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, 5(2), 100–111.

Nurfatmawati, A. (2020). Strategi komunikasi takmir dalam memakmurkan Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Dakwah Risalah, 31(1), 22–23.

Pahlevi Syah, M. R., dkk. (2023). Teamship competence (kompetensi kolektif/kolaborasi). Jurnal Ilmiah dan Karya Mahasiswa, 1(4), 218–219.

Ritonga, H. A., dkk. (2023). Pengorganisasian kepengurusan pada Masjid Raya Sumatera Barat. Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 10(1), 3.

Rusmiati, E. T. (n.d.). Transformasi peran remaja pada zaman modern. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Saleh, C. (2023). Konsep, pengertian, dan tujuan kolaborasi. DAPU6107 (Edisi 1), 1.4.

Siyamsih, D. (2024). Meningkatkan peran masjid dalam ibadah dan pendidikan Islam: Studi kasus di Masjid Namira Lamongan. Jurnal Maneggio, 1(2), 2.

Zainal Abidin Achmad. (2020). Anatomi teori strukturasi dan ideologi jalan ketiga Anthony Giddens. Translitera, 9(2), 57.

Downloads

Published

2025-08-31

How to Cite

Rina Gusmawati, & Noor Fadlli Marh. (2025). Kolaborasi Pengurus dan Gen Z dalam Tata Kelola Masjid Secara Modern yang Efektif. Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 4(3), 110–121. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v4i3.6426

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.