Teologi Pernikahan Berbasis Matius 5:31-32 : upaya Penguatan Keluarga di GKPI Resort Saur Nauli Pargarutan
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrafi.v4i2.5285Keywords:
Marriage, Divorce, ChurchAbstract
Marriage is a dynamic of life that is felt by everyone. Everyone certainly hopes to have a happy, safe, stable and lifelong marriage, but in reality there are many marriages that fail and end in divorce. Divorce is a form of broken household relationships or marriage relationships that are marked by separation. Strengthening the family through various activities facilitated by the church can be a solution to increase the congregation's knowledge of the true meaning of marriage. With a good understanding of the meaning of marriage itself, divorce cases can be avoided and will not be thought of as a solution to the conflict experienced in the household.
Downloads
References
Anonymous. (n.d.). [PDF] Ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan wanita secara lahir maupun batin. Repositori UMA. https://repositori.uma.ac.id/bitstream/123456789/151/5/108600104_file5.pdf
Dias, N. (2020). Perceraian dan perzinahan: Tafsir terhadap feminis Matius 5:27–32. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama, 2(1). http://ojs.ukim.ac.id/index.php/arumbae
GTT. (2021). Memahami prinsip dasar pernikahan Kristen menurut Alkitab. Kumparan. https://kumparan.com/berita-hari-ini/memahami-prinsip-dasar-pernikahan-kristen-menurut-alkitab-1wRBMYROK6w/full
Lele, A. F. (2023). Perkawinan, perceraian, dan ajaran Yesus: Sebuah analisis terhadap Matius 19:1-12. Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen, 4(2).
Manurung, F. (2021). Konseling perceraian dan pernikahan kembali. Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara, 9(1).
Marbun, P. (2020). Implementasi peranan suami istri berdasarkan Efesus 5:21-33 di kalangan jemaat. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta, 1(22).
Paath, J. (2020). Konstruksi pernikahan Kristen Alkitabiah. Scripta: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual, 8(2).
Panggabean, A. D. (2024). Lima provinsi dengan tingkat perceraian tertinggi beserta faktornya. RRI. https://rri.co.id/cek-fakta/1005072/lima-provinsi-dengan-tingkat-perceraian-tertinggi-beserta-faktornya#:~:text=Pada%20bulan%20Februari%20tahun%202024
Rabbani, F. N. (n.d.). 62% sebab perceraian di Indonesia adalah tidak mampu mengelola pertengkaran. Sabili.id. https://sabili.id/sejumlah-62-sebab-perceraian-di-indonesia-adalah-tidak-mampu-mengelola-pertengkaran/
Siringoringo, D. M. (2024). Tafsir historis kritis terhadap Matius 5:27–31. Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik, 2(3).
Sitorus, B., Simanjuntak, T., & Panjaitan, R. (2022). Perceraian dalam pandangan Kristen. Majalah Ilmiah Methoda, 12(1), 24–31.
Waruwu, P., Zega, Y., & Telaumbanua, J. (2020). Teologi dan kompleksitas sosial: Pernikahan, perselingkuhan dan iman Kristen. Jurnal Teologi dan Agama Kristen, 1(1), 22–33.
Widyawati. (2024). Upaya peningkatan peran keluarga dalam mencegah pernikahan usia dini. Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE), 5(2).
Witoro, J. (2021). Perceraian dan perkawinan ulang ditinjau dari Matius 19 dan pencegahannya. Jurnal Teologi Biblika, 6(1).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
_001.jpg)




