P Penerapan Terapi Bermain Papan Kancing Terhadap Kemampuan Motorik Halus Mengancing Baju Anak Tunagrahita Sedang di SLB Bhakti Luhur Maumere

Authors

  • Theresia Nona Megi Universitas Nusa Nipa
  • Yosefina Nelista Universitas Nusa Nipa

DOI:

https://doi.org/10.55606/jig.v4i3.8840

Keywords:

button board, fine motor skills, independence, intellectual disability, play therapy

Abstract

Children with intellectual disabilities experience limitations in intellectual functioning and adaptive abilities, which impact their independence in daily activities, including buttoning clothes. This skill requires fine motor coordination, concentration, and a proper understanding of task sequences. This case study aims to determine the effectiveness of button board play therapy in improving fine motor skills in children with intellectual disabilities.

The method used was descriptive with a case study approach involving two children with moderate intellectual disabilities aged 8 and 9 years at SLB Bhakti Luhur Maumere. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The intervention consisted of button board play therapy conducted for 6 days, with a duration of 15–30 minutes per day, implemented gradually and repeatedly.

The results showed that before the intervention, both children were unable to button their clothes independently. After the intervention, there was an improvement in their ability, as the children began to button some buttons (2–3 buttons) with better motor coordination, although they still required assistance and supervision.

In conclusion, button board play therapy is effective in gradually improving fine motor skills and independence in children with intellectual disabilities. It is recommended that the intervention be carried out consistently and involve parents to achieve optimal results.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.). American Psychiatric Publishing. https://doi.org/10.1176/appi.books.9780890425787

Ananda, F., Putri, N., & Hidayah, S. (2023). Efektivitas media papan kancing dalam meningkatkan kemampuan bina diri anak tunagrahita. Jurnal Terapi Anak dan Pendidikan Khusus, 5(1), 55–63.

Firdaus, J., M. Syahran, J., Risnita, & Asrulla. (2023). Populasi dan sampling (kuantitatif), serta pemilihan informan kunci (kualitatif) dalam pendekatan praktis. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 26320–26332.

Hallahan, D. P., Kauffman, J. M., & Pullen, P. C. (2020). Exceptional learners: An introduction to special education (14th ed.). Pearson. https://doi.org/10.1093/acrefore/9780190264093.013.926

Kartini, F., Makassar, U. N., & Info, A. (2023). Forward chaining bagi anak tunagrahita ringan kelas V di SLB. 1(2), 96–103.

Kemenkes. (2023). Hubungan pengetahuan tentang disabilitas intelektual terhadap tingkat kecemasan orang tua yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual. Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan, 839, 1–7.

Maharani, D., Yusuf, H., & Amelia, R. (2021). Pengaruh terapi okupasi terhadap kemandirian anak tunagrahita sedang. Jurnal Keperawatan Indonesia, 9(1), 41–49.

Mohammad Heri, H., Tunagrahita, A., Tinggi, S., & Kesehatan, I. (2021). Terapi okupasi memasang tali sepatu terhadap motorik halus pada anak tunagrahita sedang. Jurnal Keperawatan Silampari, 4, 239–247. https://doi.org/10.31539/jks.v4i1.1771

NTT, Survey Disabilitas. (2023). Survei potret penyandang disabilitas di Indonesia.

Nurhayati, S., Fauziah, N., & Pratiwi, R. (2020). Kemampuan bina diri anak tunagrahita dalam keterampilan memakai pakaian di sekolah luar biasa. Jurnal Pendidikan Luar Biasa, 5(1), 67–74.

Nursalam. (2016). Manajemen keperawatan (5th ed.). Salemba Medika.

Patton, & Polloway. (2021). Keterbelakangan mental. 32(3), 167–186.

Pramesti, L., & Kurniawati, S. (2022). Latihan aktivitas bina diri terhadap kemampuan motorik halus anak tunagrahita. Jurnal Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, 6(2), 77–85.

Puspitasari, Y., & Wilujeng, S. (2022). Terapi okupasi memasang kancing baju terhadap motorik halus pada anak tunagrahita sedang. Change Think Journal, 345, 345–353. https://doi.org/10.31539/jks.v4i1.1771

Rahmawati, M. D. A., Zahra, Z., & Rosihana, A. D. (2025). Pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada Bank BTN Kantor Cabang Syariah Bekasi. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam, 3(4), 370–388. https://doi.org/10.61132/jmpai.v3i4.1336

Sakdiah, N., Fitriani, L., & Wahyuni, S. (2025). Effective communication in education: Enhancing student motivation and engagement. Journal of Educational Communication, 7(1), 33–47.

Saputra, M., & Wibowo, A. (2020). Perkembangan keterampilan motorik halus pada anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa. Jurnal Ilmiah Kesehatan Anak, 4(3), 120–128. https://doi.org/10.31316/g.couns.v4i2.820

Sari, R., Handayani, T., & Utami, P. (2022). Karakteristik perkembangan anak dengan disabilitas intelektual dalam aktivitas sehari-hari. Jurnal Psikologi dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, 3(2), 88–96.

WHO. (2025). Validasi instrumen gerak lokomotor active motor card untuk anak tunagrahita ringan usia 10–12 tahun di Kota Malang. Multilateral: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 24(3), 384–401. https://doi.org/10.20527/multilateral.v24i3.22525

Wulandari, D., Hidayat, A., & Safitri, N. (2021). Pengaruh terapi bermain terhadap peningkatan konsentrasi dan motorik halus anak tunagrahita. Jurnal Terapi dan Rehabilitasi Anak, 2(1), 33–41.

Yuliana, R., Setiawan, B., & Dewi, N. (2022). Peningkatan kemampuan bina diri anak tunagrahita melalui terapi aktivitas bermain. Jurnal Keperawatan dan Rehabilitasi Anak, 7(2), 90–98.

Downloads

Published

2026-05-18

How to Cite

Theresia Nona Megi, & Yosefina Nelista. (2026). P Penerapan Terapi Bermain Papan Kancing Terhadap Kemampuan Motorik Halus Mengancing Baju Anak Tunagrahita Sedang di SLB Bhakti Luhur Maumere. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Gizi, 4(3), 101–111. https://doi.org/10.55606/jig.v4i3.8840