Nilai Keindahan Tari Ranggawis Karya Susiati di Sanggar Wisanggeni Kabupaten Purbalingga

Authors

  • Salwa Risma Nurriskiani Universitas Negeri Semarang
  • Joko Wiyoso Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrsendem.v5i1.8868

Keywords:

Creative Dance, Dance Aesthetics, Local Culture, Local Wisdom, Ranggawis Dance

Abstract

This study aims to analyze the aesthetic values of Ranggawis Dance as a form of regional creative dance that develops in Purbalingga Regency. This research employs a qualitative method with a descriptive approach, supported by a choreographic aesthetic approach. The theoretical framework used is the aesthetic theory proposed, which includes aspects of form, content, and performance. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation involving choreographers, musicians, dancers, and related parties in the performance of Ranggawis Dance. The data were analyzed descriptively using a qualitative approach by linking field findings with the applied aesthetic concepts. The results show that the aesthetics of Ranggawis Dance are formed through the harmony of form aspects, including movement, musical elements, and dancer composition; content aspects reflecting values of togetherness and joy within the community; and performance aspects demonstrated through synchronization (rampak) and dancers’ expressions. The dance movements, which combine Banyumasan, Jaipong, and contemporary elements, create a dynamic and harmonious impression, while the use of pentatonic scales strengthens the traditional character. The collaborative creative process between choreographers and musicians also contributes to the overall aesthetic unity of the performance. Therefore, Ranggawis Dance possesses strong aesthetic values, reflects local cultural identity, and has the potential to be further developed as part of traditional art preservation.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A.A.M.Djelantik. (1999). Estetika: Sebuah Pengantar (p. 203).

Adisti, I. M., & Alkaf, M. (2025). PROSES KREATIF WIJANARKO DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI EKSOTIKA KEMUKUS Icha Mutia Adisti 1) Mukhlas Alkaf 2). Sitakara Jurnal Pendidikan Seni & Seni Budaya, 10(1), 21–30. https://doi.org/10.31851/sitakara.v10i1.14855

Alikha Dwi Ananda Putri, Intan Aina Fitria, Merah Delima Legis Girl, Signi Wafy Ikhsan, Yulia Dwi Lestari, & Ratna Fitria. (2025). Tari Jaipong di Sanggar Tari Surya Medal Putera Wirahma Sebagai Warisan Budaya Dalam Bingkai Pancasila. Jurnal Pendidikan Non Formal, Vol: 2, No(4), 1–12. https://doi.org/10.47134/jpn.v2i4.1535

Aqilla, Q., & Herlinda Mansyur. (2023). Koreografi Tari Tenun Karya Yeni Eliza di Sanggar Seni Sari Bunian Nagari Andaleh Baruh Bukik Kabupaten Tanah Datar. Avant-Garde: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan, 1(3), 224–230. https://doi.org/10.24036/ag.v1i3.31

Arianto, B., & Rani. (2024). TEKNIK WAWANCARA PENELITIAN KUALITATIF. 8.

Bahri, A. S., Roekmana, G. M., & Purwinarti, W. (2026). Eksistensi Sanggar Ubrug Pusaka Jaya di Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10(1), 715–722. https://doi.org/10.31004/jptam.v10i1.35982

Dewi, R. P., & Lanjari, R. (2025). Pelestarian Kesenian Dongkrek Sebagai Identitas Budaya Lokal Desa Mejayan di Sanggar Karya Kabupaten Madiun. Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(6), 4356–4364. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i6.1783

Hanyuli, H. A., Mukhlis, M., & Riau, U. I. (2023). Analisis Teras Berita pada Surat Kabar Harian Tribun Pekanbaru. SAJAK Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Sastra, Bahasa, Dan Pendidikan, 2, 198–205. https://doi.org/10.25299/s.v2i1.11211

Hasanah, H. (2016). TEKNIK-TEKNIK OBSERVASI (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial). 21–46. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163

Kamila, L. D., & Sabardilla, A. (2025). Pelestarian Seni Tari Sanggar Jagadhita Kauman, Kabupaten Batang Melalui Pengenalan Pada Anak-Anak Hingga Orang Dewasa. Gesture: Jurnal Seni Tari, 14(1), 65–77. https://doi.org/10.24114/gjst.v14i1.65273

Khasanah, K. (2022). Pengenalan Seni Tari Pada Anak Usia Dini Sebagai Upaya Menangkal Kecanduan Gadget Di Sanggar Seni Kartika Budaya Kab. Jember. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 11(1), 140–153. https://doi.org/10.26740/jps.v11n1.p140-153

Lailis, Z., Indriyanto, R., Pendidikan, J., Drama, S., Bahasa, F., & Semarang, N. (2022). Estetika Bentuk Pertunjukan Tari Kuda Lumping Satriyo Wibowo Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung. 11, 1–12. https://doi.org/10.15294/jst.v11i1.54839

Medilianasari, R. (2025). Nilai Edukatif Tari Aplang Dan Implikasinya Terhadap Pembentukan Karakter Di Sanggar Tari Serulingmas Kabupaten Banjarnegara. Gesture: Jurnal Seni Tari, 14(1), 55–64. https://doi.org/10.24114/gjst.v14i1.65054

Mutiara. (2025). Estetika tari Canting Mas di Sanggar Kalamangsa kabupaten Banyumas. 23(1), 27–35.

Nurfitri, R. (2021). Analisis Tanda dan Makna pada Desain Logo Sanggar Tari Puspitasari. Citradirga - Jurnal Desain Komunikasi Visual Dan Intermedia, 3(01), 48–57. https://doi.org/10.33479/cd.v3i01.424

Nuriyah Rahmawati, L., Moh Syaffruddin Kuryanto, & Nur Fajrie. (2024). Analisis Ragam Bentuk Gerak Dalam Karya Seni Tari Orek-Orek Di Sanggar Asriana Budaya Rembang. Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni, 7(2), 520–528. https://doi.org/10.35568/magelaran.v7i2.5276

Oktasari, I. (2025). Estetika gerak tari Gambyong Siji Lima di sanggar Wisanggeni kabupaten Purbalingga. 23(1), 27–35.

Oktavianus, & Metro, W. (2022). NILAI ESTETIKA TARI DALAM KESENIAN RONGGIANG PADA MASYARAKAT MULTIETNIS PASAMAN BARAT. DESKOVI: Art and Design Journal, 5, 101–108. https://doi.org/10.51804/deskovi.v5i2.1815

Pebrianto, Y. (2024). Peran Sanggar Seni Budaya Sangkalemu Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas Dalam Upaya Pelestarian Dan Pengembangan Kesenian Daerah. Tambuleng, 5(1), 40–49. https://doi.org/10.37304/jt.v5i1.13363

Rianti, E., & Mustika, D. (2023). Peran Guru dalam Pembinaan Karakter Disiplin Peserta Didik. 4(2), 360–373. https://doi.org/10.37985/murhum.v4i2.325

Rivaldi, A., Feriawan, F. U., & Nur, M. (2023). METODE PENGUMPULAN DATA MELALUI WAWANCARA.

Santosa, H., & Sutritha, I. W. (2024). Struktur Musik Iringan Tari Puspanjali. 58–69. https://doi.org/10.26742/panggung.v34i1.2446

Sumantri, P., Rochayati, R., & Hasan, H. (2022). Struktur Tari Bubu di Sanggar Tari Putri Kelana Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). ANTHOR: Education and Learning Journal, 1(5), 274–279. https://doi.org/10.31004/anthor.v1i5.45

Thalib, M. A. (2022). Pelatihan Teknik Pengumpulan Data dalam Metode Kualitatif untuk Riset Akuntansi Budaya. Seandanan: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 2, 44–50. https://doi.org/10.23960/seandanan.v2i1.29

Vania, S. T., & Susmiarti, S. (2024). Bentuk Penyajian Tari Marandang Sanggar Pituah Bundo Kota Payakumbuh Universitas Negeri Padang , Indonesia dikembangkan selaras dengan perkembangan Masyarakat yang sudah menginjak ke jenjang Minangkabau yaitu : Randang , pada bulan September 2022 mengikut. 2(4). https://doi.org/10.47861/jkpu-nalanda.v2i4.1230

Yuliana, Y., Margono, M., & Suhartono, E. (2021). Peranan Sanggar Tarara dalam pelestarian Tari Tandhang. Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 1(3), 256–269. https://doi.org/10.17977/um063v1i3p256-269

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Salwa Risma Nurriskiani, & Joko Wiyoso. (2026). Nilai Keindahan Tari Ranggawis Karya Susiati di Sanggar Wisanggeni Kabupaten Purbalingga. Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain Dan Media, 5(1), 491–505. https://doi.org/10.55606/jurrsendem.v5i1.8868